This blog is my library, mostly from other people's articles and only few are mine. I will re-read when I have time or whenever I want to
Showing posts with label Inspirational Stories. Show all posts
Showing posts with label Inspirational Stories. Show all posts
Friday, March 4, 2016
DIKIRIMIN TEMEN.. BOLEH DIBACA...
Ini adlh kisah yg saya dpt dr milis warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di Jerman.
Layak utk dibaca bbrp menit, dan direnungkan seumur hidup.
Saya adlh ibu dr 3 org anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yg saya ambil adlh Sosiologi.
Tugas terakhir dosen yg diberikan kpd siswanya diberi nama "Smiling."
Seluruh siswa diminta utk memberikan senyumnya kpd 3 org asing yg ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mrk. Stlh itu setiap siswa diminta utk mempresentasikan didepan kelas. Saya adlh seorg yg mudah bersahabat dan selalu tersenyum pd setiap org. Jd, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.
Stlh menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami dan anak bungsu saya yg menunggu di taman kampus, lalu pergi ke restoran McDonald's yg berada di kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering.
Sewkt suami saya akan masuk dlm antrian, saya minta agar dia saja yg menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk dan saya ikut antrian.
Ketika saya sdg dlm antrian, mendadak setiap org di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan org yg semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dr antrian.
Perasaan panik menguasai diri saya, ketika melihat mengapa mrk semua menyingkir ? Saat berbalik saya membaui suatu "bau badan kotor" yg cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri 2 org lelaki tunawisma yg sangat dekil!
Saya bingung, dan tdk mampu bergerak sama sekali.
Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki2 yg lbh pendek, dan ia sdg "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tp jg memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dpt menerima 'kehadirannya' ditempat itu.
Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yg diberikan oleh dosen saya. Lelaki ke 2 sdg memainkan tangannya dgn gerakan aneh berdiri di belakang temannya.
Saya sgr menyadari bhw lelaki ke 2 itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dgn mata biru itu adlh "penolong"nya.
Saya merasa sangat prihatin stlh mengetahui bhw ternyata dlm antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mrk,dan kami ber 3 tiba2 saja sdh sampai didepan counter.
Ketika wanita muda di counter menanyakan kpd saya apa yg ingin saya pesan, saya persilakan ke 2 lelaki ini utk memesan duluan.
Lelaki bermata biru sgr memesan "Kopi saja, 1 cangkir Nona."
Ternyata dr koin yg dia pegang hanya itulah yg mampu dibeli oleh mrk. (Aturan di restoran di Jerman, jk ingin duduk di dlm restoran dan menghangatkan tubuh, mk org hrs membeli sesuatu). Dan tampaknya ke 2 org ini hanya ingin menghangatkan badan.
Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yg membuat saya sempat terpaku bbrp saat, sambil mata saya mengikuti langkah mrk mencari tempat duduk yg terpisah dr tamu2 lainnya, yg hampir semuanya sdg mengamati mrk.
Pd saat yg bersamaan, saya baru menyadari bhw saat itu semua mata di restoran itu jg sdg tertuju ke diri saya, dan pasti jg melihat semua 'tindakan' saya.
Saya baru tersadar stlh petugas di counter itu menyapa saya utk ke 3 kalinya menanyakan apa yg ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan 2 paket makan pagi (di luar pesanan saya) dlm nampan terpisah.
Stlh membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yg ada di counter itu utk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjln melingkari sudut kearah meja yg tlh dipilih ke 2 lelaki itu utk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini tlh saya pesan utk kalian ber 2."
Kembali mata biru itu menatap dlm ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."
Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bkn saya yg melakukan ini utk kalian, Tuhan jg berada di sekitar sini dan tlh membisikkan sesuatu ke telinga saya utk menyampaikan makanan ini kpd kalian."
Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tdk kuasa menahan haru dan memeluk lelaki ke 2 sambil ter isak2. Saat itu ingin sekali saya merengkuh ke 2 lelaki itu.
Saya sdh tdk dpt menahan tangis ketika saya berjln meninggalkan mrk dan bergabung dgn suami & anak saya, yg tdk jauh dr tempat duduk mrk.
Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjd istriku, yg pasti, utk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku! "Kami saling berpegangan tangan bbrp saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari, bhw hanya krn 'bisikanNYA' lah kami tlh mampu memanfaatkan 'kesempatan' utk dpt berbuat sesuatu bagi org lain yg sdg sangat membutuhkan.
Ketika kami sdg menyantap makanan, dimulai dr tamu yg akan meninggalkan restoran dan disusul oleh bbrp tamu lainnya, mrk 1 per 1 menghampiri meja kami, utk sekedar ingin 'berjabat tangan' dgn kami. Salah 1 diantaranya, seorg bpk, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini tlh memberikan pelajaran yg mahal bagi kami semua yg berada disini, jk suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan spt yg tlh kamu contohkan tadi kpd kami."
Saya hanya bisa berucap "terima kasih" sambil tersenyum.
Seblm beranjak meninggalkan restoran, saya sempatkan utk melihat kearah ke 2 lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yg menghubungkan batin kami, mrk langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami.
Dlm perjlnan pulang saya merenungkan kembali apa yg tlh saya lakukan thd ke 2 org tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yg tdk pernah terpikir oleh saya.
Pengalaman hari itu menunjukkan kpd saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!
Saya kembali ke college, pd hari terakhir kuliah dgn 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kpd dosen saya. Dan keesokan harinya, seblm memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kpd saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kpd yg lain?" dgn senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dr kelas utk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dgn seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjd sunyi. Dgn cara dan gaya yg dimiliki sang dosen dlm membawakan ceritanya, membuat para siswa yg hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bgmn sesungguhnya kejadian itu berlangsung, shg para siswi yg duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya utk mengungkapkan perasaan harunya.
Diakhir pembacaan paper tsb, sang dosen sengaja menutup ceritanya dgn mengutip salah 1 kalimat yg saya tulis diakhir paper saya.
"Tersenyumlah dgn 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yg ditimbulkan oleh senyummu itu."
Dgn caraNYA sendiri, Tuhan tlh 'menggunakan' diri saya utk menyentuh org2 yg ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yg menghadiri kuliah di malam terakhir saya sbg mahasiswi. Saya lulus dgn 1pelajaran terbesar yg tdk pernah saya dptkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."
Banyak cerita ttg kasih sayang yg ditulis utk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yg sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dpt mengambil pelajaran bgmn cara MENCINTAI SESAMA, DGN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YG KITA MILIKI, dan bknnya MENCINTAI HARTA-BENDA YG BKN MILIK KITA, DGN MEMANFAATKAN SESAMA!
Jk anda berpikir bhw cerita ini tlh menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kpd org2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yg akan menyertai anda, agar setdknya org yg membaca cerita ini akan tergerak hatinya utk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yg sdg membutuhkan uluran tangannya!
Org bijak mengatakan: Banyak org yg datang dan pergi dr kehidupanmu, ttp hanya 'sahabat yg bijak' yg akan meninggalkan JEJAK di dlm hatimu. Selamat Siang GB all of u.❤❤❤ 🙏🙏
Sumber : https://www.facebook.com/fanny.gouw/posts/1185393628160278
Saturday, January 16, 2016
SEJARAH ITU BERNAMA “ANAK PERTAMA”
Oleh : Wulan Darmanto
Pesta pernikahan baru saja usai. Yang dibayangkan oleh seluruh pengantin baru tentu sama saja: malam pertama yang mendebarkan. Inilah ikhtiar pertama, untuk mengharap hadirnya yang selalu ditunggu bahkan jauh sebelum janji suci itu terucap
Dialah ANAK PERTAMA
Lalu pengantin wanita pun hamil sudah.. entah dalam hitungan minggu, atau penantian melalui bilangan tahun. Kehamilan pertama menjadi yang paling istimewa. Saat testpack menunjukkan dua garis, sambutannya selalu dengan lompatan girang, tangis haru, dan SMS yang mewartakan ke seluruh keluarga : AKU HAMIL!!
Dan gegap gempita ini, ada pada ANAK PERTAMA
Jabang bayi pun terlahir ke dunia.. aah..euforia seperti memuncah. Bapak baru sibuk mendokumentasikan proses kelahiran. Di sisi lain, si ibu baru harus tergagap-gagap dengan proses laktasi yang tidak ia tahu sebelumnya. Tangis kebingungan karena ASI tidak keluar, bayi begadang yang kadang bisa begitu menyebalkan..
Semua sama-sama mereka pelajari, untuk yang pertama kali dalam hidup, lewat kehadiran ANAK PERTAMA
Tapi tentu berumahtangga di tahun awal kemapanan belum terjadi, kecuali bagi mereka yang dari sana sudah dibekali materi berlebih. Si pengantin pun ngontrak kesana kemari, menempati rumah petak yang kadang sering menjadi terlalu sempit.
Yang menemani mereka hidup susah, adalah ANAK PERTAMA
Tahun demi tahun berlalu, si anak pertama menjadi bukan prioritas lagi. Si ibu hamil anak kedua. Dan oh iya, mereka kini tak lagi tinggal di rumah petak. keadaan sudah jauh lebih baik. Sejak hamil adiknya, si ibu selalu mengupayakan pendewasaan pada kakaknya. “Banyak mengalah ya nak, nanti kalau adikmu lahir.. karena kamu adalah ANAK PERTAMA”
Anak kedua lahir.. Ibu mulai sibuk dengan bayi baru, si ayah tak bisa berlama-lama dengan anak pertama karena harus mencari nafkah. Ibu stress, tak ada pembantu, bayi tak bisa didiamkan, dan ditemuilah satu-satunya sasaran pelampiasan emosi: siapa lagi kalau bukan ANAK PERTAMA
Si kakak mulai dituntut untuk mandiri, untuk mengalah bahkan dalam hal yang ia tak perlu mengalah. Mulai diminta untuk memiliki kesabaran seluas samudera terhadap kenakalan adiknya. Mulai dipandang sebagai miniatur orang dewasa, yang dengan enak bisa didoktrin: “Ayo lah... pengertian pada kerepotan ibumu.. kamu kan ANAK PERTAMA..”
Oh...
Sering kita tidak tahu, atau tidak mau tahu? Bagaimana rasanya jadi Balita yang tadinya menjadi pusat perhatian, lalu tiba-tiba ada saingan baru, yang merenggut dunianya.
ANAK PERTAMA... dengan beragam alasan, sering kita paksa untuk mengalah, untuk mengerti, untuk memahami, untuk terlibat, untuk membantu dalam setiap kesusahan kita..
Kita lupa untuk menghargainya, untuk juga menyayangi dia yang tak lucu lagi itu, sama besarnya dengan adik bayinya.
Sejarah itu ada padanya; anak pertama
Jangan jadikan sejarah berikutnya, menutup banyak torehan yang pernah diukir oleh sejarah lama.
*Untuk anak Bunda, Saya Kaysar
Sumber : Wulan Darmanto
https://www.facebook.com/wulan.darmanto/posts/10205826529002585?__mref=message
Isi Tas Siswi SMA Ini Membuat Manangis Siapa Saja yang Membacanya
Pihak sekolah SMA
Putri di kota Shan’a’ yang merupakan ibu kota Yaman menetapkan kebijakan adanya
pemeriksaan mendadak bagi seluruh siswi di dalam kelas, Lantas pihak sekolah
pun melakukan sweeping ke seluruh kelas. Sementara tas para siswi terbuka di
hadapan mereka. Tas-tas tersebut tidak berisi apapun melainkan beberapa buku,
pulpen, dan peralatan sekolah lainnya..
Semua kelas sudah
di razia, hanya tersisa satu kelas saja. Dimana kelas tersebut terdapat seorang
siswi yang menceritakan kisah ini. Apa gerangan yang terjadi ?!
Seperti biasa, dengan
penuh percaya diri tim pemeriksa masuk ke dalam kelas. Mereka lantas meminta
izin untuk memeriksa tas sekolah para siswi di sana. Pemeriksaan pun di mulai..
Di salah satu sudut
kelas ada seorang siswi yang di kenal sangat tertutup dan pemalu. Ia juga di
kenal sebagai seorang siswi yang berakhlak sopan dan santun. Ia tidak suka
berbaur dengan siswi-siswi lainnya, ia suka menyendiri, padahal ia sangat
pintar dan menonjol dalam belajar..
Ia memandang tim
pemeriksa dengan pandangan penuh ketakutan, sementara tangannya berada di dalam
tas miliknya !Semakin dekat gilirannya untuk di periksa, semakin tampak raut
takut pada wajahnya.
Apakah sebenarnya yang
disembunyikan siswi tersebut dalam tasnya ?!
Tidak lama kemudian
tibalah gilirannya untuk di periksa.. Dia memegangi tasnya dengan kuat, seolah
mengatakan demi Allah kalian tidak boleh membukanya!!! Dan kini giliran siswi tersebut
di periksa, dan dari sinilah dimulai kisahnya…
“Buka tasmu wahai
putriku..”
Siswi tersebut
memandangi pemeriksa dengan pandangan sedih, ia pun kini telah meletakkan
tasnya dalam pelukan..
“Berikan tasmu..”
Ia menoleh dan
menjerit, “Tidak…tidak…tidak..”
Perdebatan pun terjadi
sangat tajam..
“Berikan tasmu..” …
“Tidak..”
“Berikan..”
“Tidak..”
Keributan pun terjadi
dan tangan mereka saling berebut. Sementara tas tersebut masih di pegang erat
dan para guru belum berhasil merampas tas dari tangan siswi tersebut karena ia
memeluknya dengan penuh sangat erat. Spontan siswi itu menangis sejadi-jadinya.
Siswi-siswi lain terkejut. Mereka melotot. Para guru keheranan, sebenarnya apa
yang ia sembunyikan.
Setelah berdiskusi
ringan, tim pemeriksa sepakat untuk membawa siswi tersebut ke kantor sekolah,
Mereka pun membawa
siswi tersebut dengan penjagaan yang ketat dari tim dan para guru serta
sebagian siswi lainnya. Siswi tersebut kini masuk ke ruangan kantor sekolah,
masih dengan tangisnya yang keras.
Karena Kepala sekolah
mengenal siswi tersebut adalah siswi yang berprestasi juga baik, maka kepala
sekolah menenangkan dan memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri.
Dan dengan penuh santun, kepala sekolah juga memohon agar para guru
meninggalkan ruangannya sehingga yang tersisa hanya para tim pemeriksa saja..
Kepala sekolah
berusaha menenangkan siswi malang tersebut. Lantas bertanya padanya, “Apa yang
engkau sembunyikan wahai putriku..?”
Kemudian dengan
perlahan sambil memperhatikan keadaan sekitar, siswi tersebut membuka tasnya.
Setelah kepala sekolah dan para pengawas melihat isinya, sontak mereka
terkejut.
Di dalam tas tersebut
tidak ada benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau
foto-foto, tidak ada dalam tas itu melainkan sisa-sisa roti..
Kepala sekolah pun
menanyai hal seputar roti itu, Setelah merasa tenang, siswi itu berkata,
“Sisa-sisa roti ini adalah sisa-sisa dari para siswi yang mereka buang di
tanah, lalu aku kumpulkan dengan cara sembunyi-sembunyi, untuk kemudian aku sarapan
dengan sebagiannya dan membawa sisanya kepada keluargaku. Ibu dan
saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu untuk mereka santap di siang
dan malam hari bila aku tidak membawakan untuk mereka sisa-sisa roti ini..
Kami adalah keluarga
fakir yang tidak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat dan tidak ada yang
peduli pada kami..
Inilah yang membuat
aku menolak untuk membuka tas, agar aku tidak dipermalukan di hadapan
teman-temanku di kelas, yang mana mereka akan terus mencelaku di sekolah, sehingga
kemungkinan hal tersebut menyebabkan aku tidak dapat lagi meneruskan
pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali kepada Anda semua
atas perilaku saya yang tidak sopan..”
Saat itu juga semua
yang hadir menangis sejadi-jadinya, bahkan tangisan mereka berlangsung lama di
hadapan siswi tersebut..
LOVE IS ACTION TO
CARE.
Source : unknown
Tuesday, December 29, 2015
Pembuat Keajaiban
Oleh Andrie Wongso
Alkisah, setelah selesai makan siang bersama, saya dengan seorang teman kantor berjalan santai menyusuri jalanan. Tiba-tiba dari arah yang berlawanan, seorang perempuan tua berpakaian sederhana menghampiri kami sambil menenteng beberapa kantong plastik berisi sayuran.
“Maaf Tuan, mau beli sayuran ini? Saya sendiri yang menanam dan memetiknya,” sambil tangan keriputnya mengulurkan kantong plastik. Setelah menatap si nenek sebentar, tanpa basa-basi, si teman mengeluarkan dompet dan membayarnya.
Tiga kantong plastik sayuran pun berpindah tangan. “Terima kasih Tuan, semoga Tuan diberi lancar rezeki,” dengan suara bergetar terharu si nenek menggenggam erat uang jualannya.
Setelah nenek itu berlalu, saya bertanya heran, “Kamu beneran mau makan sayur ini…? Kamu lihat sendiri sayur itu sudah layu dan mulai kuning, berulat lagi!”
Dengan tertawa kecil, si teman menjawab, “Ya enggak lah! Sayuran ini tidak layak dimakan.”
“Lha.. kenapa kamu beli?”
“Karena kalau enggak aku beli, nggak ada orang yang mau membelinya. Kan kasihan si nenek nggak dapat penghasilan.”
Saya terhenyak kagum atas kebaikan si teman. Segera saya berbalik mengejar si nenek untuk melakukan hal yang sama.
Sambil berlinang air mata si nenek berucap, “Anak muda, terima kasih. Nenek tahu, kalian membeli sayur ini karena kasihan melihat nenek. Sayurannya memang kurang segar.. Kalau bukan kalian, tidak ada yang mau membelinya.
Uang ini sungguh sangat berarti untuk membeli obat, untuk cucu nenek yang sedang sakit. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian.”
Netter yang bijaksana, Sayuran yang tidak bisa dimakan pun ternyata mampu memberi pelajaran berharga untuk kita semua.
Saat jatuh dan terpuruk, kita sungguh berharap keajaiban akan datang kepada kita, mendapatkan pertolongan entah dari mana atau dari siapa.
Namun sebaliknya, ketika kita punya kemampuan, ketika kita sukses, apakah kita bersedia menjadi orang yang mendatangkan keajaiban itu?
Mau mengulurkan tangan berbagi kepada sesama Kebaikan memang butuh dipraktikkan, kebaikan perlu dibiasakan; seperti kata mutiara yang sering saya sebutkan, “Kadang memang sulit menjadi orang baik, tetapi lebih baik menjadi orang baik walaupun sulit.”
Selamat pagi semua saudaraku ... Berkah Dhalem
Alkisah, setelah selesai makan siang bersama, saya dengan seorang teman kantor berjalan santai menyusuri jalanan. Tiba-tiba dari arah yang berlawanan, seorang perempuan tua berpakaian sederhana menghampiri kami sambil menenteng beberapa kantong plastik berisi sayuran.
“Maaf Tuan, mau beli sayuran ini? Saya sendiri yang menanam dan memetiknya,” sambil tangan keriputnya mengulurkan kantong plastik. Setelah menatap si nenek sebentar, tanpa basa-basi, si teman mengeluarkan dompet dan membayarnya.
Tiga kantong plastik sayuran pun berpindah tangan. “Terima kasih Tuan, semoga Tuan diberi lancar rezeki,” dengan suara bergetar terharu si nenek menggenggam erat uang jualannya.
Setelah nenek itu berlalu, saya bertanya heran, “Kamu beneran mau makan sayur ini…? Kamu lihat sendiri sayur itu sudah layu dan mulai kuning, berulat lagi!”
Dengan tertawa kecil, si teman menjawab, “Ya enggak lah! Sayuran ini tidak layak dimakan.”
“Lha.. kenapa kamu beli?”
“Karena kalau enggak aku beli, nggak ada orang yang mau membelinya. Kan kasihan si nenek nggak dapat penghasilan.”
Saya terhenyak kagum atas kebaikan si teman. Segera saya berbalik mengejar si nenek untuk melakukan hal yang sama.
Sambil berlinang air mata si nenek berucap, “Anak muda, terima kasih. Nenek tahu, kalian membeli sayur ini karena kasihan melihat nenek. Sayurannya memang kurang segar.. Kalau bukan kalian, tidak ada yang mau membelinya.
Uang ini sungguh sangat berarti untuk membeli obat, untuk cucu nenek yang sedang sakit. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian.”
Netter yang bijaksana, Sayuran yang tidak bisa dimakan pun ternyata mampu memberi pelajaran berharga untuk kita semua.
Saat jatuh dan terpuruk, kita sungguh berharap keajaiban akan datang kepada kita, mendapatkan pertolongan entah dari mana atau dari siapa.
Namun sebaliknya, ketika kita punya kemampuan, ketika kita sukses, apakah kita bersedia menjadi orang yang mendatangkan keajaiban itu?
Mau mengulurkan tangan berbagi kepada sesama Kebaikan memang butuh dipraktikkan, kebaikan perlu dibiasakan; seperti kata mutiara yang sering saya sebutkan, “Kadang memang sulit menjadi orang baik, tetapi lebih baik menjadi orang baik walaupun sulit.”
Selamat pagi semua saudaraku ... Berkah Dhalem
Friday, September 18, 2015
Perlakuan Yang Menyakitkan
:: Perlakuan Yang Menyakitkan ::
Saat usianya 15 tahun, ayahnya sakit keras tak kunjung sembuh. Dia harus bekerja sebagai bellboy di sebuah hotel mewah. Tugasnya angkat tas dan barang tamu. Seorang beri dia tips $1 dan terlihat oleh pimpinan. Dia pun dipanggil dan dipecat. Dia mengemis untuk tetap dipekerjakan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, tapi ditolak. Hal tersebut membuatnya terpukul. Dia tidak mau pulang karena takut ibunya tahu. Saat itu ayahnya sudah meninggal. Kenangan saat menjadi bellboy terus diingatnya.
Dia melihat Rolls-Royce hitam terparkir di depan sebuah dealer. Dia mendatanginya dan ingin tahu apa yang ada didalamnya. Lalu ia membuka pintu tersebut untuk mencoba duduk dan membayangkan sedang mengendarai mobil tersebut.
"Apa Yang Kamu Lakukan" Bentak Bos dealer tersebut.
"Tutup kembali pintu mobil itu. Orang seperti kamu tidak akan pernah merasakan duduk didalam Rolls-Royce."
Hinaan tersebut sangat membekas dalam hatinya. Dia selalu mengingatnya. Benarkah dia tidak akan pernah dapat duduk di dalam Rolls-Royce? Setelah beberapa kali mencoba pekerjaan lain, dia akhirnya diterima di TVB.
Ia berperan utama di film The Bund pada tahun 1980an. Film ini sukses luar biasa dan karirnya melesat sebagai salah satu bintang paling sukses di Hongkong. Setelah itu film demi film pun dibintanginya. Bahkan terakhir dia juga bermain di film-film Hollywood. Dia adalah Chow Yun Fat. Kini dia menjadi sangat kaya dan telah membeli 5 mobil mewah.
Dia berkata "Saya selalu mengajak ibu saya jalan-jalan keliling Hongkong dengan Rolls-royce itu"
Namun mobilnya satu per satu dijual karena merasa tidak nyaman memiliki banyak mobil.
"Pemborosan" katanya. "Saya sebenarnya lebih suka naik bis" ujarnya. Dia mewarisi sifat ibunya yang sedarhana dan tak mau bermewah-mewah.
Ambisi membeli mobil itu, hanyalah karena ingin membuktikan pada bos dealer mobil yang mengatakan bahwa dia tidak bisa memiliki Rolls-Royce.
"Dulu saya rendah diri. Sekarang saya bisa katakan, kemewahan apa yang orang lain miliki pernah saya miliki" Katanya.
Moral Cerita :
Perlakuan orang lain yang menyakitkan jangan jadikan dendam tapi motivasi untuk meraih sukses dan tidak menjadi sombong
(Sumber: http://ceritamotivasimendidik.blogspot.com/)
Please like and share!
Saat usianya 15 tahun, ayahnya sakit keras tak kunjung sembuh. Dia harus bekerja sebagai bellboy di sebuah hotel mewah. Tugasnya angkat tas dan barang tamu. Seorang beri dia tips $1 dan terlihat oleh pimpinan. Dia pun dipanggil dan dipecat. Dia mengemis untuk tetap dipekerjakan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, tapi ditolak. Hal tersebut membuatnya terpukul. Dia tidak mau pulang karena takut ibunya tahu. Saat itu ayahnya sudah meninggal. Kenangan saat menjadi bellboy terus diingatnya.
Dia melihat Rolls-Royce hitam terparkir di depan sebuah dealer. Dia mendatanginya dan ingin tahu apa yang ada didalamnya. Lalu ia membuka pintu tersebut untuk mencoba duduk dan membayangkan sedang mengendarai mobil tersebut.
"Apa Yang Kamu Lakukan" Bentak Bos dealer tersebut.
"Tutup kembali pintu mobil itu. Orang seperti kamu tidak akan pernah merasakan duduk didalam Rolls-Royce."
Hinaan tersebut sangat membekas dalam hatinya. Dia selalu mengingatnya. Benarkah dia tidak akan pernah dapat duduk di dalam Rolls-Royce? Setelah beberapa kali mencoba pekerjaan lain, dia akhirnya diterima di TVB.
Ia berperan utama di film The Bund pada tahun 1980an. Film ini sukses luar biasa dan karirnya melesat sebagai salah satu bintang paling sukses di Hongkong. Setelah itu film demi film pun dibintanginya. Bahkan terakhir dia juga bermain di film-film Hollywood. Dia adalah Chow Yun Fat. Kini dia menjadi sangat kaya dan telah membeli 5 mobil mewah.
Dia berkata "Saya selalu mengajak ibu saya jalan-jalan keliling Hongkong dengan Rolls-royce itu"
Namun mobilnya satu per satu dijual karena merasa tidak nyaman memiliki banyak mobil.
"Pemborosan" katanya. "Saya sebenarnya lebih suka naik bis" ujarnya. Dia mewarisi sifat ibunya yang sedarhana dan tak mau bermewah-mewah.
Ambisi membeli mobil itu, hanyalah karena ingin membuktikan pada bos dealer mobil yang mengatakan bahwa dia tidak bisa memiliki Rolls-Royce.
"Dulu saya rendah diri. Sekarang saya bisa katakan, kemewahan apa yang orang lain miliki pernah saya miliki" Katanya.
Moral Cerita :
Perlakuan orang lain yang menyakitkan jangan jadikan dendam tapi motivasi untuk meraih sukses dan tidak menjadi sombong
(Sumber: http://ceritamotivasimendidik.blogspot.com/)
Please like and share!
Friday, September 11, 2015
BEKERJA DGN KEUNGGULAN
Di sebuah sungai terlihat sebuah perahu menggunakan layar sdg berjalan mengikuti angin ke hilir. Layar perahu begitu bangga dgn kemampuannya menggerakkan perahu itu. Lalu dgn sombong ia berkata kpd dayung kayu yg tersimpan di pinggir perahu, "Hai dayung, kau memang benda yg tdk berguna tdk seperti saya. Lihatlah perahu ini dpt melaju dgn kencang menerjang ombak berkat kehebatan saya."
Dayung tdk menjawab sepatah kata pun. Ketika senja, perahu itu siap utk kembali ke darat. Nelayan melepaskan tali lalu tergulunglah layar itu ke bawah. Selanjutnya si nelayan mengambil dayung kayu dan mulai mendayung.
Dayung melirik ke arah layar yg berwajah cemberut krn sdh tdk dipakai lagi, dan berkata,"Sekarang kamu tahu kan? Kamu hanya dipakai utk mengikuti angin, sedangkan aku, walaupun kemampuanku tdk besar, justru bisa digunakan utk melawan angin." Kawan, tidak peduli apa yg menjadi panggilan kita saat ini. Entah sebagai "layar" atau "dayung", sebagai pendorong, pelaksana, pemerhati,org yg bekerja di belakang layar, dll.
Ingatlah bahwa setiap pekerjaan adalah pencerminan diri dari org yg melakukannya, oleh krn itu tandai pekerjaan kita dgn keunggulan. Saat org lain melihat hasil yg excellence dari pekerjaan kita, maka cepat atau lambat promosi dan kedudukan yg lebih baik pun akan segera menghampiri kita.
Apapun yang sedang Anda lakukan, lakukanlah dengan sepenuh hati! (Ajahn Chah)
Saturday, August 15, 2015
Teman yg lebih sukses , selain ada hokinya juga...lakukan hal yg lebih...baca cerita extra mile ini.
Ini pembelajaran yg bagus utk kita semua. Please read it carefully:
EXTRA MILE
Author: Unknown
Edited by GC, Aug 6, 2015
Joko & Edi sama2 diterima di sebuah perush distribusi FMCG sbg sales stlh lulus. Mrk ber-2 bekerja keras.
2 thn kemudian bos mengangkat Edi menjadi Sales Supervisor sedangkan Joko tetap saja jadi Salesman.
Suatu hari Joko tdk tahan lagi & ajukan pengunduran dirinya kpd bos.
Alasan Joko perusahaan ini tdk "menghargai" org yg kerja keras, Hanya org yg pandai jilat bos saja yg bisa naik.
Bos mengerti bhw Joko pekerja keras tapi utk menyadarkan Joko apa beda dia dgn Edi maka ia memberikan 1 tugas kpd Joko.
Ia meminta Joko utk menemukan seorang pedagang semangka di pasar dkt kantor.
Saat Joko kembali, bos bertanya: “Sdh kau temukan Jok?”
“Sdh pak” jawab Joko.
“Brp harga semangkanya?” tanya Bos.
Joko pergi ke pasar lagi utk menanyakan harga semangka lalu kembali menghadap bos & berkata: “ Rp1000 per kg pak.”
Bos berkata kpd Joko bhw skrg dia akan beri perintah yg sama kpd Edi. Edi ke pasar & setelah kembali menghadap ke bos.
Edi laporan: “Di pasar hanya ada 1 pedagang semangka, harga semangka Rp1000 per kg, kalo beli 100 kg hanya Rp800 per kg nya, ia mempunyai stok 324 biji, yg 32 dipajang di kiosnya. Semangka didatangkan dari Indramayu 2 hari yg lalu,warnanya hijau segar & isinya merah jingga, kualitasnya bagus.”
Joko sgt terkesan dgn laporan Edi & memutuskan utk tdk jadi mengundurkan diri tetapi akan belajar lbh banyak dari Edi.
Frenz, Kerja keras saja tdk cukup. Kita akan lbh sukses jika meneliti lbh banyak, berpikir lbh banyak & mengerti lbh mendalam inilah yg disebut "extra mile"
Utk alasan yg sama seorang yg sukses melihat bbrp tahun ke depan sedangkan si gagal hanya melihat esok hari saja. Perbedaan antara 1 hari & 1 thn adalah 365 kali lipat. How could you win?
"Do more than is required. What is the distance between someone who achieves their goals.....
EXTRA MILE
Author: Unknown
Edited by GC, Aug 6, 2015
Joko & Edi sama2 diterima di sebuah perush distribusi FMCG sbg sales stlh lulus. Mrk ber-2 bekerja keras.
2 thn kemudian bos mengangkat Edi menjadi Sales Supervisor sedangkan Joko tetap saja jadi Salesman.
Suatu hari Joko tdk tahan lagi & ajukan pengunduran dirinya kpd bos.
Alasan Joko perusahaan ini tdk "menghargai" org yg kerja keras, Hanya org yg pandai jilat bos saja yg bisa naik.
Bos mengerti bhw Joko pekerja keras tapi utk menyadarkan Joko apa beda dia dgn Edi maka ia memberikan 1 tugas kpd Joko.
Ia meminta Joko utk menemukan seorang pedagang semangka di pasar dkt kantor.
Saat Joko kembali, bos bertanya: “Sdh kau temukan Jok?”
“Sdh pak” jawab Joko.
“Brp harga semangkanya?” tanya Bos.
Joko pergi ke pasar lagi utk menanyakan harga semangka lalu kembali menghadap bos & berkata: “ Rp1000 per kg pak.”
Bos berkata kpd Joko bhw skrg dia akan beri perintah yg sama kpd Edi. Edi ke pasar & setelah kembali menghadap ke bos.
Edi laporan: “Di pasar hanya ada 1 pedagang semangka, harga semangka Rp1000 per kg, kalo beli 100 kg hanya Rp800 per kg nya, ia mempunyai stok 324 biji, yg 32 dipajang di kiosnya. Semangka didatangkan dari Indramayu 2 hari yg lalu,warnanya hijau segar & isinya merah jingga, kualitasnya bagus.”
Joko sgt terkesan dgn laporan Edi & memutuskan utk tdk jadi mengundurkan diri tetapi akan belajar lbh banyak dari Edi.
Frenz, Kerja keras saja tdk cukup. Kita akan lbh sukses jika meneliti lbh banyak, berpikir lbh banyak & mengerti lbh mendalam inilah yg disebut "extra mile"
Utk alasan yg sama seorang yg sukses melihat bbrp tahun ke depan sedangkan si gagal hanya melihat esok hari saja. Perbedaan antara 1 hari & 1 thn adalah 365 kali lipat. How could you win?
"Do more than is required. What is the distance between someone who achieves their goals.....
Tuesday, August 4, 2015
James Bender dalam
bukunya, "How to Talk Well" [New York; McGray-Hill Book Company,Inc.,
1994], menyebutkan sebuah cerita tentang seorang petani yang menanam
jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan.
Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.
Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.
"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?" tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.
"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula," jawab petani.
Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.
Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan, harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya. Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain. Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran, maka Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.
Anda tidak akan mungkin menjadi ketua tim yang hebat, jika Anda tidak berhasil meng-upgrade masing-masing anggota tim Anda. KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.
Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.
Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.
"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?" tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.
"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula," jawab petani.
Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.
Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan, harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya. Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain. Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran, maka Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.
Anda tidak akan mungkin menjadi ketua tim yang hebat, jika Anda tidak berhasil meng-upgrade masing-masing anggota tim Anda. KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.
Wednesday, July 29, 2015
KARMA TAK PERNAH INGKAR JANJI
Alkisah, adalah seorang tukang kayu yg hidup bersama istrinya di sebuah rumah sederhana di pinggir hutan. Meski sdh lama menikah, namun mereka blm punya anak. Si tukang kayu itu rutin bermeditasi, shg konsentrasinya menjadi sangat kuat & lama kelamaan indra pendengarannyapun makin tajam shg bisa mendengar suara2 makhluk halus di sekitarnya.
Suatu hari, spt biasa ia mengambil kapak & ke hutan mencari kayu bakar. Ketika sdg membelah kayu, tiba2 dia mendengar suara dua anak kecil sdg bercakap2.
"Hei, kamu mau kemana?"
"Saya mau ke rumah itu, saya mau menagih karma."
"Oh, saya juga mau kesana, kalau saya mau bayar karma."
Si tukang kayu hanya diam, melanjutkan pekerjaaannya seolah tdk mendengar apa2. Dia mengumpulkan kayu bakar yg sdh dibelah, mengikat jadi satu & mengusung ke rumahnya . Setibanya di rumah, betapa kagetnya dia ketika mendapati seorang tabib tengah memeriksa istrinya. Ternyata istrinya sdg hamil anak kembar. Si tukang kayu berpikir "Ah... pastilah dua anak kecil tadi yg masuk ke rahim istriku."
Tahun berganti tahun, si kembarpun mulai tumbuh. Sejak kecil, sdh tampak perbedaan mencolok diantara keduanya. Yg sulung malas & nakal, yg bungsu rajin & penurut. Seiring pertumbuhannya, si sulung terus menerus membuat masalah & keributan. Banyak perbuatannya yg membuat si tukang kayu terpaksa hrs menanggung malu. Tukang kayupun berpikir "Pasti ini anak yg datang utk menagih karma, makanya dia sering membuat aku susah & malu. Baiklah, aku tdk mau anak ini terus menerus menagih karmanya sampai aku tua. Akan aku usir dia." Akhirnya si sulungpun diusir, hanya tinggal si bungsu yg rajin dan penurut, tdk ada lagi yg membuat keributan.
Si tukang kayu dpt hidup tentram & damai, mencurahkan seluruh harapan & kasih sayangnya pd si bungsu. Tahun berlanjut, rasa sayang kpd si bungsu semakin dlm, harapanpun makin besar. Namun tiba2 si bungsu jatuh sakit. Tukang kayu menghabiskan tabungannya utk membayar tabib2 terbaik, membeli obat terbaik, namun si bungsu blm sembuh juga. Karena tabungannya sdh habis, tukang kayupun menjual sawah serta ternak peliharaannya utk menambah biaya pengobatan. Tapi, penyakit anaknya ternyata sangat langka, blm pernah ada orang yg terserang penyakit spt itu, para tabib mulai kebingungan & akhirnya menyerah. Tukang kayu tdk kehabisan akal. Dia menjual rumah serta seluruh harta bendanya, pergi keluar kota utk mencari tabib lain. Tapi sampai di luar kota, dia memperoleh jawaban sama, blm ada obat utk penyakit itu. Tak lama kemudian, di tengah kemelaratan & keputus-asaan si tukang kayu, anaknya meninggal.
Tak terlukiskan lagi kepedihan & kekecewaan yg dirasakan si tukang kayu... Ternyata, inilah anak yg datang utk menagih karma ... Tukang kayu sadar dia tdk bisa lari dari karmanya sendiri. Dulu dia berpikir, si sulung lah yg datang utk menagih karma krn anak itu seringkali membuat masalah. Ia teringat kembali pd si sulung & merasa sangat menyesal.
Sementara si sulung, setelah diusir dia pergi keluar kota mencari pekerjaan. Dia bekerja dgn sangat rajin, sehingga dlm waktu singkat berhasil menabung. Setelah tabungannya cukup, dia pulang utk mencari orang tuanya. Meskipun telah diusir, tapi dia tdk dendam. Karena dialah anak yg datang utk membayar karmanya. Dgn tabungan yg dia kumpulkan, dia membelikan rumah baru & merekapun hidup dgn damai. *****
Buah karma selalu ada disana, spt buah yg tergantung pd cabang pohon. Menunggu kematangan pd waktu yg tepat, pd kondisi yg tepat. Dan saat buah itu matang, ia akan jatuh menghantam tanah dibawahnya. Sekeras apa buah itu menghantam tanah, tergantung berat dari buah itu sendiri. Seberat apa karma yg berbuah, sesakit apa derita yg hrs kita rasakan, tergantung dari berat karma yg telah kita lakukan, tdk lebih, tdk kurang. Lalu apa yg hrs kita lakukan? Apakah tdk ada cara utk menghapus karma? Kita tdk bisa menghapus karma, tapi bisa membuatnya menjadi lbh ringan, bahkan tdk terasa buahnya. Perbanyaklah berbuat kebajikan. Sekecil apapun kebajikan itu, jika dilakukan dgn hati tulus, akan lebih besar karmanya. spt halnya segelas air garam yg sangat asin, jika ditambah dgn air tawar, sampai gelas itu tak mampu lagi menampung & air mulai berceceran keluar, lama kelamaan air yg asin akan mengalir keluar & yg tersisa di gelas hanyalah air tawar saja. Spt itulah sehrsnya yg kita lakukan dlm kehidupan kali ini. Entah sdh berapa karma buruk yg tlh kita lakukan. Dan di kehidupan ini, di saat kita berkesempatan bertemu Dharma, sehrsnya kita banyak berbuat bajik.
Patut diingat, jika ada karma buruk yg berbuah, jgnlah membalasnya, krn disaat kita berbuat, disitu karma baru diciptakan. Relakan saja & berpikirlah positif "Ah, karma burukku berkurang satu." Mungkin kedengarannya sangat susah utk dijalankan. Seberapa banyak dari kita yg bisa tetap baik & bersahabat dgn orang yg telah mencuri, menipu, memfitnah kita? Tapi pernahkah mencoba tetap bertahan tdk membalas, mencoba utk berdamai dgn perasaan kecewa & marah? Cobalah sekali saja, tutup rapat2 mulut saat hendak marah, kita akan tahu, mengalahkan diri sendiri jauh lebih susah daripada mengalahkan sepuluh orang. Dan disaat sdg menutup rapat mulut, menahan amarah, disitulah kita bertemu dgn Dharma yg mengatakan " Musuh terutama bagi manusia, adalah dirinya sendiri."
Sumber : unknown
Sunday, June 7, 2015
Forward dr sahabat di group sebelah..
Setiap hari kita pake WA ini. Bersilahturahmi, bercanda dsb. Tp tau kah kamu siapa sesungguhnya penemu WA?
KISAH INSPIRATIF, PENEMU PROGRAM WA
Ia lahir & besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Di usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang dikenal sebagai “American Dream”.
Pada usia ke-17, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah, nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih2 supermarket.
Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dengan tunjangan kesehatan seadanya. Ia lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian memilih drop-out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.
Karena keahliannya sebagai programmer, pemuda tsb diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo! Ia bekerja di sana selama 10 thn. Di situ, ia berteman akrab dengan Brian Acton. Keduanya membuat sebuah program aplikasi di tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!
Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak.
Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka karena setelah beberapa tahun, program aplikasi mereka justru resmi dibeli Facebook dengan harga fantastis USD 19Miliar (sekitar Rp 247 Triliun).
Pemuda itu bernama Jan Koum, pendiri "WhatsApp" yang fenomenal dan sedang kita nikmati saat ini.
Beberapa waktu lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu saat berumur 17 thn, setiap pagi antri untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antri. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang..
Pelan2, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu. Ia pun mengenang ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya. ***
Teruslah BERMIMPI,
Teruslah BELAJAR,
Teruslah BERUSAHA..
Teruslah BERDOA.
Sungguh kita tak pernah tahu warna dan rupa masa depan kita.
All we have to do just make sure that we'll keep tryin'....
KEEP SPIRIT..
NEVER GIVE UP.
Enjoy your beautiful life
Setiap hari kita pake WA ini. Bersilahturahmi, bercanda dsb. Tp tau kah kamu siapa sesungguhnya penemu WA?
KISAH INSPIRATIF, PENEMU PROGRAM WA
Ia lahir & besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Di usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang dikenal sebagai “American Dream”.
Pada usia ke-17, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah, nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih2 supermarket.
Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dengan tunjangan kesehatan seadanya. Ia lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian memilih drop-out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.
Karena keahliannya sebagai programmer, pemuda tsb diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo! Ia bekerja di sana selama 10 thn. Di situ, ia berteman akrab dengan Brian Acton. Keduanya membuat sebuah program aplikasi di tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!
Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak.
Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka karena setelah beberapa tahun, program aplikasi mereka justru resmi dibeli Facebook dengan harga fantastis USD 19Miliar (sekitar Rp 247 Triliun).
Pemuda itu bernama Jan Koum, pendiri "WhatsApp" yang fenomenal dan sedang kita nikmati saat ini.
Beberapa waktu lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu saat berumur 17 thn, setiap pagi antri untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antri. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang..
Pelan2, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu. Ia pun mengenang ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya. ***
Teruslah BERMIMPI,
Teruslah BELAJAR,
Teruslah BERUSAHA..
Teruslah BERDOA.
Sungguh kita tak pernah tahu warna dan rupa masa depan kita.
All we have to do just make sure that we'll keep tryin'....
KEEP SPIRIT..
NEVER GIVE UP.
Enjoy your beautiful life
Thursday, May 28, 2015
STOP CONSUMERISM!!
Artikel ini dibuat oleh warga Indonesia yg sedang berkunjung ke Jerman.
Jerman adalah sebuah negara industri terkemuka. Di negara seperti ini banyak yang mengira warganya hidup foya2.
Ketika kami tiba di Hamburg, kami bersama rekan2 masuk ke restoran. Kami lihat banyak meja kosong. Ada satu meja di mana sepasang anak muda sedang makan. Hanya ada 2 piring makanan dan 2 kaleng minuman di meja mereka. Kami bertanya dalam hati apa si pemuda tidak punya uang atau dia seorang yg kikir karena hanya membeli sedikit makanan. Kemudian ada beberapa wanita tua yg ketika makanan dihidangkan jumlah piring dan gelas sama dengan jumlah orangnya.
Karena kami sangat lapar kami memesan banyak makanan. Hasilnya bisa ditebak banyak makanan sisa yg tidak kami makan. Ketika kami hendak meninggalkan restoran, wanita tua yg ada di meja sebelah menghampiri kami. Dia merasa tidak senang dan menegur kami karena memubazirkan makanan. Rekan kami mengatakan bahwa itu makanan dia yg bayar dan tidak ada hubungannya dengan dia. Wanita itu lalu menelepon seseorang dan tak lama kemudian datang petugas dari Sekuritas Sosial datang dan mendenda kami sebesar 50 euro (kira2 Rp 750.000). Kami semua terdiam tak percaya. Lalu petugas itu berkata dengan suara yg galak " PESAN HANYA YANG SANGGUP ANDA MAKAN. UANG ITU MILIKMU TAPI SUMBER DAYA ALAM INI MILIK BERSAMA. ADA BANYAK ORANG LAIN DI DUNIA YG KEKURANGAN, KALIAN TIDAK PUNYA ALASAN UNTUK MENSIA-SIAKAN SUMBER DAYA ALAM TERSEBUT."
Kami semua malu. Kita ini dari negara yang tidak makmur-makmur amat. Tapi demi gengsi kita sering pesan banyak dan sering berlebihan dalam menjamu orang.
Pesan moral :
MONEY IS YOURS BUT RESOURCES BELONG TO THE SOCIETY.
Mari kita mengurangi pemubaziran karena "uang memang milikmu,tapi sumber daya alam itu milik bersama."
Semoga bermanfaat.
Artikel ini dibuat oleh warga Indonesia yg sedang berkunjung ke Jerman.
Jerman adalah sebuah negara industri terkemuka. Di negara seperti ini banyak yang mengira warganya hidup foya2.
Ketika kami tiba di Hamburg, kami bersama rekan2 masuk ke restoran. Kami lihat banyak meja kosong. Ada satu meja di mana sepasang anak muda sedang makan. Hanya ada 2 piring makanan dan 2 kaleng minuman di meja mereka. Kami bertanya dalam hati apa si pemuda tidak punya uang atau dia seorang yg kikir karena hanya membeli sedikit makanan. Kemudian ada beberapa wanita tua yg ketika makanan dihidangkan jumlah piring dan gelas sama dengan jumlah orangnya.
Karena kami sangat lapar kami memesan banyak makanan. Hasilnya bisa ditebak banyak makanan sisa yg tidak kami makan. Ketika kami hendak meninggalkan restoran, wanita tua yg ada di meja sebelah menghampiri kami. Dia merasa tidak senang dan menegur kami karena memubazirkan makanan. Rekan kami mengatakan bahwa itu makanan dia yg bayar dan tidak ada hubungannya dengan dia. Wanita itu lalu menelepon seseorang dan tak lama kemudian datang petugas dari Sekuritas Sosial datang dan mendenda kami sebesar 50 euro (kira2 Rp 750.000). Kami semua terdiam tak percaya. Lalu petugas itu berkata dengan suara yg galak " PESAN HANYA YANG SANGGUP ANDA MAKAN. UANG ITU MILIKMU TAPI SUMBER DAYA ALAM INI MILIK BERSAMA. ADA BANYAK ORANG LAIN DI DUNIA YG KEKURANGAN, KALIAN TIDAK PUNYA ALASAN UNTUK MENSIA-SIAKAN SUMBER DAYA ALAM TERSEBUT."
Kami semua malu. Kita ini dari negara yang tidak makmur-makmur amat. Tapi demi gengsi kita sering pesan banyak dan sering berlebihan dalam menjamu orang.
Pesan moral :
MONEY IS YOURS BUT RESOURCES BELONG TO THE SOCIETY.
Mari kita mengurangi pemubaziran karena "uang memang milikmu,tapi sumber daya alam itu milik bersama."
Semoga bermanfaat.
•Tak ada kebaikan kecil•
Suatu sore menjelang matahari terbenam ada seorang lelaki tua berjalan di pinggir pantai sambil menikmati angin laut dan desiran ombak yang tenang.
Di kejauhan ia melihat seorang anak sedang memungut bintang laut yang terdampar dan melemparkannya lagi ke tengah laut.
Lelaki tua itu pun segera menghampiri anak itu dan bertanya "Mengapa kamu mengumpulkan dan melemparkan kembali bintang laut itu ke dalam air?"
"Karena bila bintang laut ini dibiarkan hingga matahari pagi terbit, bintang laut yang terdampar ini akan mati kekeringan." Jawab anak itu.
"Tepi pantai ini sangat luas Nak, dan lihatlah begitu banyak bintang laut yang terdampar disini. Aku ragu apakah usahamu itu sungguh mempunyai arti yang besar." Terka lelaki tua.
Anak itu mulai memandang bintang laut yang ada ditangannya tanpa berkata sepatah katapun. Setelah agak lama memandang bintang laut itu, lalu ia berkata "Saya yakin usahaku sungguh memiliki arti yang besar, meskipun tidak untuk semua bintang laut yang terdampar tapi setidaknya bagi yang satu ini."
Lalu ia melemparkannya ke tengah laut lagi agar bintang laut itu selamat dan hidup.
Berbuatlah baik Frens, meskipun sekecil apapun.. Namun dampaknya tetap sebuah Kebaikan Yang akan bermakna besar...
Wednesday, May 27, 2015
Saat Abraham Lincoln (1809-1865) masih pengacara muda, ia sering berkonsultasi dengan pengacara lain tentang kasusnya. Suatu hari, ia duduk di ruang tunggu untuk menjumpai seorang pengacara senior. Tapi ketika tiba waktunya, pengacara itu hanya melihat Lincoln sekilas dan berteriak, “Apa yang dia lakukan di sini? Singkirkan dia! Aku tidak akan berurusan dengan seekor monyet kaku!”
Lincoln berpura-pura tidak mendengar, walaupun dia tahu kalau hinaan itu disengaja. Biarpun malu, dia tetap bersikap tenang. Kemudian ketika pengadilan berlangsung, Lincoln diabaikan. Namun pengacara yang telah menghina Lincoln dengan begitu kejamnya, ternyata bisa membela kliennya dengan brillian. Penanganannya atas kasus itu membuat Lincoln terpesona. Katanya dalam hati, “Nalarnya sangat bagus. Argumennya tepat dan sangat lengkap. Begitu tertata serta benar-benar dipersiapkan! Aku akan pulang dan lebih giat belajar hukum lagi.”
Waktu berlalu…
Lincoln menjadi presiden Amerika Serikat pada bulan Maret 1861. Di antara kritikus utamanya, terdapat Edwin M. Stanton, pengacara yang pernah menghinanya dan melukai hatinya begitu dalam. Namun Lincoln mengangkatnya di posisi penting sebagai Sekretaris Perang. Ia tidak pernah lupa bahwa Stanton adalah pengacara berotak cerdas, yang amat dibutuhkan negaranya.
Saat Lincoln meninggal, Stanton berkata, “Dia (Lincoln) merupakan mutiara milik peradaban.”
“Hanya seseorang yang berkarakter dan mau memaafkan seperti Lincoln, dapat bangkit & berhasil di atas penghinaan! Maka, jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak. Pilih untuk tetap berbuat baik dan belajarlah memafkan. Jadikan “sampah” sebagai “pupuk” atau “bahan bakar” untuk maju—baik di lingkungan keluarga, kerja, atau tempat tinggal kita.”
Have a miraculous BREAKTHROUGH in every step of our life..
John, sales perusahaan telekomunikasi, sedang pergi ke KANTOR KLIENNYA.
Tiba di sana, ia DISAMBUT oleh Elaine di meja resepsionis. Wanita itu TIDAK TERLALU RAMAH menyambutnya.
Namun, John TETAP berlaku SOPAN dan RAMAH. Seiring berjalannya waktu, John jadi AKRAB dengan Elaine.
Dari dia, John bisa MENDAPAT banyak INFORMASI tentang KEBUTUHAN sistem telepon perusahaan.
Dia juga JADI TAHU kalau perusahaannya mesti BERSAING dengan sebuah perusahaan BESAR.
Walau sedikit PESIMIS akan MEMENANGKAN proyek, John TETAP MELANJUTKAN proses JUALAN ke calon kliennya.
HASILNYA, dialah yg MEMENANGKAN PROYEK tersebut. Bagaimana BISA?
Ternyata sales dari perusahaan KOMPETITORNYA melakukan KESALAHAN dalam PENDEKATAN ke Elaine.
SIKAP DINGIN Elaine DIBALAS hal SERUPA. Yg TIDAK mereka TAHU adalah bahwa Elaine TERNYATA istri dari PEMILIK perusahaan itu.
JANGAN MENILAI seseorang HANYA dari KULIT LUARNYA.
KULIT LUAR bisa BERBICARA tentang FISIK, USIA, GAYA BERPAKAIAN, JABATAN di perusahaan, STATUS EKONOMI, dan ATRIBUT2 lainnya.
JANGAN LIHAT KULIT LUARNYA, tapi LAKUKANLAH yg TERBAIK kepada setiap orang.
Kita TIDAK PERNAH MENYANGKA bahwa orang yg di LUAR PREDIKSI kita, justru MEMBERI KONTRIBUSI PENTING bagi kita.
“PERLAKUKAN setiap orang dengan BAIK, JANGAN MENILAI seseorang dari KULIT LUARNYA.”
Ducks Quack, Eagles Soar
I was waiting in line for a ride at the airport. When a cab pulled up, the first thing I noticed was that the taxi was polished to a bright shine. Smartly dressed in a white shirt, black tie, and freshly pressed black slacks, the cab driver jumped out and rounded the car to open the back passenger door for me.
He handed me a laminated card and said: 'I'm Wasu, your driver. While I'm loading your bags in the trunk I'd like you to read my mission statement.'
Taken aback, I read the card. It said: Wasu's Mission Statement: To get my customers to their destination in the quickest, safest and cheapest way possible in a friendly environment.
This blew me away. Especially when I noticed that the inside of the cab matched the outside. Spotlessly clean!
As he slid behind the wheel, Wasu said, 'Would you like a cup of coffee? I have a thermos of regular and one of decaf.'
I said jokingly, 'No, I'd prefer a soft drink.'
Wasu smiled and said, 'No problem. I have a cooler up front with regular and Diet Coke, lassi, water and orange juice.'
Almost stuttering, I said, 'I'll take a Lassi.'
Handing me my drink, Wasu said, 'If you'd like something to read, I have The Hindu, Times of India, ET and India Today.'
As they were pulling away, Wasu handed me another laminated card, 'These are the stations I get and the music they play, if you'd like to listen to the radio.'
And as if that weren't enough, Wasu told me that he had the air conditioning on and asked if the temperature was comfortable for him.
Then he advised me of the best route to my destination for that time of day. He also let me know that he'd be happy to chat and tell me about some of the sights or, if I preferred, to leave me with my own thoughts.
'Tell me, Wasu,' I was amazed and asked him, 'have you always served customers like this?'
Wasu smiled into the rear view mirror. 'No, not always. In fact, it's only been in the last two years. My first five years driving, I spent most of my time complaining like all the rest of the cabbies do. Then I heard about power of choice one day.'
'Power of choice is that you can be a duck or an eagle.'
'If you get up in the morning expecting to have a bad day, you'll rarely disappoint yourself. Stop complaining!'
'Don't be a duck. Be an eagle. Ducks quack and complain. Eagles soar above the crowd.'
'That hit me right,' said Wasu.
'It is about me. I was always quacking and complaining, so I decided to change my attitude and become an eagle. I looked around at the other cabs and their drivers. The cabs were dirty, the drivers were unfriendly, and the customers were unhappy. So I decided to make some changes. I put in a few at a time. When my customers responded well, I did more.'
'I take it that has paid off for you,' I said.
'It sure has,' Wasu replied. 'My first year as an eagle, I doubled my income from the previous year. This year I'll probably quadruple it. My customers call me for appointments on my cell phone or leave a message on it.'
Wasu made a different choice. He decided to stop quacking like ducks and start soaring like eagles.
Have an eagle Life ahead ..
Thursday, April 23, 2015
Teman Tolak Hadiri Pesta Ultah, 400 Orang tak Dikenal Justru Hadir
ABC News
Mackenzie Moretter penderita gigantisme merayakan ultah ke-10 bersama 400 orang tak dikenal
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Lebih dari 400 orang tak dikenal hadir pada pesta ulang tahun ke-10 Mackenzie Moretter di sebuah taman di Shakopee, Minnesota.
Kejadian ini bermula Jenny Moretter mengundang 10 anak perempuan pada tiga minggu sebelumnya, tapi dua diantaranya membatalkan dan ibu dari anak perempuan lain tidak menyatakan apa-apa.
Jenny menduga, 10 teman Mackenzie batal datang karena putrinya itu memiliki sindrom Sotos, bentuk dari Gigantisme, yang menyebabkan anak-anak itu tumbuh lebih cepat, mengalami keterlambatan bicara dan belajar, serta cacat sosial.
"Ini terjadi pada hari ulang tahun sebelumnya yang berakhir ia duduk sendirian dengan keluarga. Aku tidak ingin hal itu terjadi padanya tahun ini," ujarnya
Wanita berusia 38 tahun ini pun memposting pada beberapa halaman komunitas Facebook setempat untuk mengundang para keluarga dengan anak perempuan seumur Mackenzie untuk mampir.
Mulanya Jenny berpikir mungkin hanya 15 anak perempuan yang akan muncul, tetapi lebih dari 400 orang datang sepanjang hari, termasuk Minnesota Vikings pemain Charles Johnson dan keluarganya, "Elsa" dan "Snoopy" dari taman hiburan lokal, dan petugas pemadam kebakaran setempat.
"Ada seorang DJ, pekerja seni, perajin meja, balon untuk anak-anak, mesin gelembung untuk anak-anak bermain, dan pebisnis lokal menyumbangkan makanan dan persediaannya," kata Moretter. Lanjutnya, "Saya sangat kagum pada seberapa cepat masyarakat mengumpulkan pesta ulang tahun yang besar ini dalam waktu kurang dari 24 jam," terangnya
Keighla Anderson, seorang fotografer lokal yang mengajukan mengambil momen acara tersebut, mengatakan ia sangat tersentuh ketika adiknya sendiri, yang memiliki kebutuhan khusus, disambut oleh Mackenzie.
Ibu Mackenzie menambahkan 10 anak perempuan yang sengaja diundangnya akhirnya mampir untuk meminta maaf dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Mackenzie.
Moretter menambahkan, ia berharap kesempatan seperti itu akan menginspirasi keluarga lain yang serupa dengan mereka dan mendorong toleransi bagi anak-anak yang berbeda.
"Saya hanya ingin orang tahu bahwa mereka harus menerima anak-anak mereka untuk siapa mereka," kata Moretter. "Dan untuk anak-anak yang melihat anak lain sendiri, saya akan senang mendorong mereka untuk menyapa dan tidak mengolok-olok. Saya berharap orangtua mendidik anak-anak mereka lebih dan ini menjadi proyek pembelajaran bagi semua orang," terang Jenny. (*)
Sumber : ABC News
Sumber : http://lampung.tribunnews.com/2015/04/23/teman-tolak-hadiri-pesta-ultah-400-orang-tak-dikenal-justru-hadir
Thursday, February 26, 2015
Miliuner ini dulu ditolak kerja 30 kali, bahkan di KFC tak diterima
Kesuksesan Ma tidak terjadi dalam sekejap. Perlu kesungguhan dan tekad setebal baja untuk menjadi sukses seperti sekarang ini.
Dalam wawancara yang dikutip dari businessinsider.co.id, Ma mengungkapkan dirinya sudah terbiasa dengan penolakan.
Bahkan untuk masuk kuliah pun, Ma sudah terlebih dahulu ditolak tiga kali oleh kampus.
Yang terparah selepas kuliah 30 kali penolakan kerja diterimanya sampai nyaris membuat Ma putus asa.
"Saya mau menjadi polisi, mereka bilang saya tidak pantas. Bahkan saya melamar ke KFC di kota saya, dari 24 orang yang melamar hanya saya yang tidak diterima," kenang Ma.
Tak putus asa, di tahun 1999 bersama temannya Ma mencoba terobosan baru di bidang e-commerce.
Saat itu dia tahu dia harus kreatif untuk mendapatkan suntikan dana dari bank. Akhirnya dia meluncurkan produk e-commerce pertamanya Aliplay.
Semula banyak orang menyangsikan Aliplay yang mewadahi jual beli antar kurs dalam perdagangan internasional.
"Mereka bilang ini ide paling bodoh yang pernah saya lakukan. Saya tidak peduli selama orang dapat menggunakannya," tutur dia.
Kini Ma dinobatkan sebagai orang terkaya di China dengan total kekayaan 20,4 miliar dolar. Bahkan produk perusahaan Ma mampu menarik 100 juta orang setiap harinya.
Ma pun tak takut harus bersaing dengan eBay yang tampak lebih perkasa. Dia yakin kepercayaan pasar, utamanya di China sudah berada di dalam genggamannya. Kisah Ma menjadi bukti jangan pernah berhenti berusaha jika mau sukses.
Sumber : http://www.merdeka.com/dunia/miliuner-ini-dulu-ditolak-kerja-30-kali-bahkan-di-kfc-tak-diterima.html
Friday, December 19, 2014
Oma
ini usianya 74th, tp kelihatannya lbh tua dr usianya, krn kepahitan
hidup yg pernah dialaminya. Dulunya beliau ini juragan konfeksi di
Tangerang, org tua tunggal dng anak yg kuliah kedokteran dan tinggal
skripsi. Kerusuhan Mei 1998 membalikkan hidupnya. Konfeksi dan rumahnya
habis dibakar massa. Habis-habisan sudah, tersisa tanah yg dia tempati.
Anak terkasih yg sbntr lg mjd dokter, mengalami gangguan kejiwaan parah
shg tdk dpt melanjutkan studinya. Oma yg mengalami penganiayaan mental
ini msh bertanggung jwb thd semua karyawannya. Dijuallah harta satu2nya
yg tersisa, yaitu tanahnya, untuk membayar semua pegawainya. Sisa uangnya
utk melanjutkan hidup dan membiayai pengobatan anak tersayang. Namun
kebahagiaan blm berpihak padanya. Anak semata wayangnya, hartanya yg
paling berharga, meninggalkannya utk selamanya, berpulang ke surga.
Dalam kelimbungannya, Oma bertemu dng bruder yg membawanya ke rumah singgah di daerah Senen. Digembleng dlm pertumbuhan iman yg baik, akhirnya satu tahun kemudian Oma mohon dpt hidup diluar "surga" yg melindungi kerapuhannya dr ganasnya dunia yg sesungguhnya.
Dibohongi org berkali2, diambil hartabendanya oleh pemilik rumah yg menolak membuka pintu rumahnya krn Oma kena tipu shg tdk mampu membayar sewa....banyak peristiwa pedih yg Oma alami selama menjalani "hidup normal". Namun Oma jg menjadi saksi, betapa pemeliharaan Tuhan tak putus2nya, tak habis2nya dlm kehidupannya. Dalam ketidakpunyaan, Tuhan senantiasa mengirimkan malaikat2Nya dalam rupa - rupa bentuk. Bantuan kawan2 mahasiswa Atmajaya utk menebus barang2nya di rumah sewa, pesanan2 rajutan tmpt hp atau koin dr org2 yg menaruh kepedulian, dsb. Walaupun sehari hanya mendapatkan 5ribu rupiah dr dagangannya, Oma ttp bersyukur dan tak mengeluh.
Sabtu kmrn ktika kami duduk disebelahnya di halte hus, Oma melihat Giza dan mengajak bercakap-cakap, dan memberikan Giza jepitan2 rambut yg manis plus tas kecil yg cantik. Kami akhirnya mengobrol panjang lebar ttg Oma.
Dalam usia senjanya, Oma ttp optimis, penuh pengharapan, dan mampu mensyukuri setiap berkat yg Tuhan berikan dalam hidupnya. Smg Oma selalu dianugerahi oleh Tuhan, kesehatan yg prima, kehidupan yg lbh baik, dan semangat hidup yg selalu menyala. Amin.
Oma saat ini tinggal di kamar sewaan di daerah Bendungan Hilir, di Gg. Mas atau apa gt namanya, menyewa satu kamar kecil gt menurut penuturan Oma kemarin, yg kalau banjir bisa sebetis tingginya, dan tidur dengan posisi duduk di kursi. Sehari - hari Oma duduk di halte bus di depan Unika Atmajaya.
Rupanya anak Oma yg meninggal itu tinggal menunggu wisuda dr fak kedokteran univ. Airlangga Surabaya. Karena tdk kuat atas musibah yg menimpa kelg nya shg terganggu kesehatan mentalnya dan akhirnya meninggal dunia sekalipun sdh diobati
Bener2 ksatria banget sifat dan sikapnya, walaupun tak berpunya, kalau niatnya ngasih ya tetep ndak mau dibayar/dikasih duit.
Update terbaru, Oma Ira sedang dibantu untuk pindah kontrakan dan memulai usaha konveksinya lagi. Mohon dibantu doa ya temans dan sahabats sekalian. Terima kasih yang sangat dalam kepada Dient UniQue dkk yang bekerja nyata membantu Oma Ira. Semoga diberikan kelancaran dlm mendapatkan kontrakan baru buat Oma, dan membantu Oma dalam memulai usaha barunya nanti.
Oma bukan orang yg kegirangan ketika mau dibantu, malah mesti dipaksa2 dan diyakinkan bhw kita ngebantunya dengan tulus. Saat ngasih jepit rambut dan tas ke anakku, aku bersikeras mau bayar dan Oma bersikeras menolaknya, katanya mmg niat mau ngasih anakku, bukan mau minta dibayar
Dalam kelimbungannya, Oma bertemu dng bruder yg membawanya ke rumah singgah di daerah Senen. Digembleng dlm pertumbuhan iman yg baik, akhirnya satu tahun kemudian Oma mohon dpt hidup diluar "surga" yg melindungi kerapuhannya dr ganasnya dunia yg sesungguhnya.
Dibohongi org berkali2, diambil hartabendanya oleh pemilik rumah yg menolak membuka pintu rumahnya krn Oma kena tipu shg tdk mampu membayar sewa....banyak peristiwa pedih yg Oma alami selama menjalani "hidup normal". Namun Oma jg menjadi saksi, betapa pemeliharaan Tuhan tak putus2nya, tak habis2nya dlm kehidupannya. Dalam ketidakpunyaan, Tuhan senantiasa mengirimkan malaikat2Nya dalam rupa - rupa bentuk. Bantuan kawan2 mahasiswa Atmajaya utk menebus barang2nya di rumah sewa, pesanan2 rajutan tmpt hp atau koin dr org2 yg menaruh kepedulian, dsb. Walaupun sehari hanya mendapatkan 5ribu rupiah dr dagangannya, Oma ttp bersyukur dan tak mengeluh.
Sabtu kmrn ktika kami duduk disebelahnya di halte hus, Oma melihat Giza dan mengajak bercakap-cakap, dan memberikan Giza jepitan2 rambut yg manis plus tas kecil yg cantik. Kami akhirnya mengobrol panjang lebar ttg Oma.
Dalam usia senjanya, Oma ttp optimis, penuh pengharapan, dan mampu mensyukuri setiap berkat yg Tuhan berikan dalam hidupnya. Smg Oma selalu dianugerahi oleh Tuhan, kesehatan yg prima, kehidupan yg lbh baik, dan semangat hidup yg selalu menyala. Amin.
Oma saat ini tinggal di kamar sewaan di daerah Bendungan Hilir, di Gg. Mas atau apa gt namanya, menyewa satu kamar kecil gt menurut penuturan Oma kemarin, yg kalau banjir bisa sebetis tingginya, dan tidur dengan posisi duduk di kursi. Sehari - hari Oma duduk di halte bus di depan Unika Atmajaya.
Rupanya anak Oma yg meninggal itu tinggal menunggu wisuda dr fak kedokteran univ. Airlangga Surabaya. Karena tdk kuat atas musibah yg menimpa kelg nya shg terganggu kesehatan mentalnya dan akhirnya meninggal dunia sekalipun sdh diobati
Bener2 ksatria banget sifat dan sikapnya, walaupun tak berpunya, kalau niatnya ngasih ya tetep ndak mau dibayar/dikasih duit.
Update terbaru, Oma Ira sedang dibantu untuk pindah kontrakan dan memulai usaha konveksinya lagi. Mohon dibantu doa ya temans dan sahabats sekalian. Terima kasih yang sangat dalam kepada Dient UniQue dkk yang bekerja nyata membantu Oma Ira. Semoga diberikan kelancaran dlm mendapatkan kontrakan baru buat Oma, dan membantu Oma dalam memulai usaha barunya nanti.
Oma bukan orang yg kegirangan ketika mau dibantu, malah mesti dipaksa2 dan diyakinkan bhw kita ngebantunya dengan tulus. Saat ngasih jepit rambut dan tas ke anakku, aku bersikeras mau bayar dan Oma bersikeras menolaknya, katanya mmg niat mau ngasih anakku, bukan mau minta dibayar
Hidup ini keras, tapi harus tetap hidup.
Oma ini usianya 74th, tapi kelihatannya lebih tua dari usianya, karena kepahitan hidup yang pernah dialaminya. Dulunya beliau ini juragan konfeksi di Tangerang, org tua tunggal dengan anak yg kuliah kedokteran dan tinggal skripsi. Kerusuhan Mei 1998 membalikkan hidupnya.
Konfeksi dan rumahnya habis dibakar massa. Habis-habisan sudah, tersisa tanah yg dia tempati. Anak terkasih yg sebentar lagi menjadi dokter, mengalami gangguan kejiwaan parah sehingga tidak dapat melanjutkan studinya.
Oma yg mengalami penganiayaan mental ini masih bertanggung jawab thd semua karyawannya. Dijuallah harta satu2nya yg tersisa, yaitu tanahnya, untuk membayar semua pegawainya. Sisa uangnya utk melanjutkan hidup dan membiayai pengobatan anak tersayang. Namun kebahagiaan blm berpihak padanya. Anak semata wayangnya, hartanya yg paling berharga, meninggalkannya utk selamanya, berpulang ke surga.
Dalam kelimbungannya, Oma bertemu dengan seorang bruder yang membawanya ke rumah singgah di daerah Senen. Digembleng dalam pertumbuhan iman yg baik, akhirnya satu tahun kemudian Oma mohon dpt hidup di luar "surga" yg melindungi kerapuhannya dari ganasnya dunia yang sesungguhnya.
Dibohongi orang berkali-kali, diambil harta bendanya oleh pemilik rumah yang menolak membuka pintu rumahnya karena Oma kena tipu sehingga tidak mampu membayar sewa....banyak peristiwa pedih yg Oma alami selama menjalani "hidup normal". Namun Oma jg menjadi saksi, betapa pemeliharaan Tuhan tak putus2nya, tak habis2nya dlm kehidupannya.
Dalam ketidakpunyaan, Tuhan senantiasa mengirimkan malaikat2Nya dalam rupa - rupa bentuk. Bantuan kawan2 mahasiswa Atmajaya untuk menebus barang2nya di rumah sewa, pesanan2 rajutan tempat HP atau koin dari orang-orang yang menaruh kepedulian, dsb. Walaupun sehari hanya mendapatkan 5 ribu rupiah dari dagangannya, Oma tetap bersyukur dan tak mengeluh.
Sabtu kemarin ketika kami duduk disebelahnya di halte hus, Oma melihat Giza dan mengajak bercakap-cakap, dan memberikan Giza jepitan2 rambut yg manis plus tas kecil yg cantik. Kami akhirnya mengobrol panjang lebar tentang Oma.
Dalam usia senjanya, Oma tetap optimis, penuh pengharapan, dan mampu mensyukuri setiap berkat yg Tuhan berikan dalam hidupnya. Semoga Oma selalu dianugerahi oleh Tuhan, kesehatan yg prima, kehidupan yang lebih baik, dan semangat hidup yg selalu menyala. Amin.
Dimana lokasi beliau?
@anthony salim: itu di halte dpn kampus atma, ga terlalu depannya persis sih soalnya sblm smp ke kampus atma..yg di dkt tangga penyebrangan/tangga ke halte bus transjakarta..
@anthony salim: iya dkt semanggi..cm adanya sblm kampus atma klo dtg dr arah bundaran HI..
Saat membaca cerita ini, mata ini tiba-tiba berkaca-kaca.
Bagaimana perjalanan hidup seorang manusia yang tidak ingin menyerah terhadap hidup itu sendiri.
Di saat terjadi kerusuhan Mei, sebenarnya oma tidak punya tanggung jawab untuk membayar gaji karyawannya, bisa aja dia meninggalkan semua karyawannya dengan berbagai alasan, tetapi oma MEMILIH untuk mempertahankan integritas n membayar gaji karyawan, dengan resiko, usahanya bangkrut n habis tak bersisa.
Di saat anaknya semata wayang meninggal dunia, sebenarnya oma BISA MEMILIH untuk membenci hidup ini dan mencaci-maki Sang Pencipta kehidupan, tetapi oma MEMILIH UNTUK BERTAHAN.
Di saat oma sudah "nyaman" di dalam rumah singgah, sebenarnya oma BISA MEMILIH untuk hidup tenang,
n tidak perlu lagi "menikmati" ganasnya dunia, tetapi oma MEMILIH untuk keluar dari zona nyaman.
Di saat oma ditipu berkali-kali, sebenarnya oma BISA MEMILIH untuk kembali ke zona nyaman,
dan meninggalkan keganasan dunia ini, tetapi sekali lagi, oma MEMILIH untuk bertahan.
Saya tidak tau, apa yang menyebabkan beliau mampu bertahan melampaui semua ujian tersebut,
ujian yang terlihat terlalu berat untuk dijalani seorang diri, entah mengapa, oma bertahan.
Apa rencana Tuhan terhadap oma?
saya tidak tau
Apakah oma mengerti mengapa dia mengalami ini semua?
belum tentu juga dia memahami.
Tetapi satu hal yang saya belajar,
Iman dan Jiwa manusia TIDAK SEMUDAH ITU UNTUK DIHANCURKAN.
Dimana ada kemauan, disitu ada jalan.
dimana ada iman, disitu ada pengharapan.
Dimana ada pengharapan, disitu ada kehidupan.
Terima kasih oma, sudah mengajarkan saya begitu banyak melalui cerita teman saya ini.
Saya berharap, ada kesempatan untuk bertemu oma, sebelum Sang Pencipta berkata
"tugasmu sudah selesai, dan engkau telah mengakhiri dengan manis.
sekarang, pulanglah ke rumah BapaMu di Surga".
sekali lagi terima kasih oma.
sejuta doaku teriring bagimu.
Anthony Salim - 050814
Oma ini usianya 74th, tapi kelihatannya lebih tua dari usianya, karena kepahitan hidup yang pernah dialaminya. Dulunya beliau ini juragan konfeksi di Tangerang, org tua tunggal dengan anak yg kuliah kedokteran dan tinggal skripsi. Kerusuhan Mei 1998 membalikkan hidupnya.
Konfeksi dan rumahnya habis dibakar massa. Habis-habisan sudah, tersisa tanah yg dia tempati. Anak terkasih yg sebentar lagi menjadi dokter, mengalami gangguan kejiwaan parah sehingga tidak dapat melanjutkan studinya.
Oma yg mengalami penganiayaan mental ini masih bertanggung jawab thd semua karyawannya. Dijuallah harta satu2nya yg tersisa, yaitu tanahnya, untuk membayar semua pegawainya. Sisa uangnya utk melanjutkan hidup dan membiayai pengobatan anak tersayang. Namun kebahagiaan blm berpihak padanya. Anak semata wayangnya, hartanya yg paling berharga, meninggalkannya utk selamanya, berpulang ke surga.
Dalam kelimbungannya, Oma bertemu dengan seorang bruder yang membawanya ke rumah singgah di daerah Senen. Digembleng dalam pertumbuhan iman yg baik, akhirnya satu tahun kemudian Oma mohon dpt hidup di luar "surga" yg melindungi kerapuhannya dari ganasnya dunia yang sesungguhnya.
Dibohongi orang berkali-kali, diambil harta bendanya oleh pemilik rumah yang menolak membuka pintu rumahnya karena Oma kena tipu sehingga tidak mampu membayar sewa....banyak peristiwa pedih yg Oma alami selama menjalani "hidup normal". Namun Oma jg menjadi saksi, betapa pemeliharaan Tuhan tak putus2nya, tak habis2nya dlm kehidupannya.
Dalam ketidakpunyaan, Tuhan senantiasa mengirimkan malaikat2Nya dalam rupa - rupa bentuk. Bantuan kawan2 mahasiswa Atmajaya untuk menebus barang2nya di rumah sewa, pesanan2 rajutan tempat HP atau koin dari orang-orang yang menaruh kepedulian, dsb. Walaupun sehari hanya mendapatkan 5 ribu rupiah dari dagangannya, Oma tetap bersyukur dan tak mengeluh.
Sabtu kemarin ketika kami duduk disebelahnya di halte hus, Oma melihat Giza dan mengajak bercakap-cakap, dan memberikan Giza jepitan2 rambut yg manis plus tas kecil yg cantik. Kami akhirnya mengobrol panjang lebar tentang Oma.
Dalam usia senjanya, Oma tetap optimis, penuh pengharapan, dan mampu mensyukuri setiap berkat yg Tuhan berikan dalam hidupnya. Semoga Oma selalu dianugerahi oleh Tuhan, kesehatan yg prima, kehidupan yang lebih baik, dan semangat hidup yg selalu menyala. Amin.
Dimana lokasi beliau?
@anthony salim: itu di halte dpn kampus atma, ga terlalu depannya persis sih soalnya sblm smp ke kampus atma..yg di dkt tangga penyebrangan/tangga ke halte bus transjakarta..
@anthony salim: iya dkt semanggi..cm adanya sblm kampus atma klo dtg dr arah bundaran HI..
Saat membaca cerita ini, mata ini tiba-tiba berkaca-kaca.
Bagaimana perjalanan hidup seorang manusia yang tidak ingin menyerah terhadap hidup itu sendiri.
Di saat terjadi kerusuhan Mei, sebenarnya oma tidak punya tanggung jawab untuk membayar gaji karyawannya, bisa aja dia meninggalkan semua karyawannya dengan berbagai alasan, tetapi oma MEMILIH untuk mempertahankan integritas n membayar gaji karyawan, dengan resiko, usahanya bangkrut n habis tak bersisa.
Di saat anaknya semata wayang meninggal dunia, sebenarnya oma BISA MEMILIH untuk membenci hidup ini dan mencaci-maki Sang Pencipta kehidupan, tetapi oma MEMILIH UNTUK BERTAHAN.
Di saat oma sudah "nyaman" di dalam rumah singgah, sebenarnya oma BISA MEMILIH untuk hidup tenang,
n tidak perlu lagi "menikmati" ganasnya dunia, tetapi oma MEMILIH untuk keluar dari zona nyaman.
Di saat oma ditipu berkali-kali, sebenarnya oma BISA MEMILIH untuk kembali ke zona nyaman,
dan meninggalkan keganasan dunia ini, tetapi sekali lagi, oma MEMILIH untuk bertahan.
Saya tidak tau, apa yang menyebabkan beliau mampu bertahan melampaui semua ujian tersebut,
ujian yang terlihat terlalu berat untuk dijalani seorang diri, entah mengapa, oma bertahan.
Apa rencana Tuhan terhadap oma?
saya tidak tau
Apakah oma mengerti mengapa dia mengalami ini semua?
belum tentu juga dia memahami.
Tetapi satu hal yang saya belajar,
Iman dan Jiwa manusia TIDAK SEMUDAH ITU UNTUK DIHANCURKAN.
Dimana ada kemauan, disitu ada jalan.
dimana ada iman, disitu ada pengharapan.
Dimana ada pengharapan, disitu ada kehidupan.
Terima kasih oma, sudah mengajarkan saya begitu banyak melalui cerita teman saya ini.
Saya berharap, ada kesempatan untuk bertemu oma, sebelum Sang Pencipta berkata
"tugasmu sudah selesai, dan engkau telah mengakhiri dengan manis.
sekarang, pulanglah ke rumah BapaMu di Surga".
sekali lagi terima kasih oma.
sejuta doaku teriring bagimu.
Anthony Salim - 050814
Thursday, November 27, 2014
Ramalan jodoh
Ada gadis cantik berusia 25 tahun yang datang menemui saya sambil menangis, menangis, dan menangis.
Pacarnya baru saja hendak bertunangan dengannya, kemudian calon mertua serta keluarga pacarnya pergi ke peramal nasib untuk mengetahui apakah mereka cocok atau tidak.
Peramal mengatakan bahwa mereka tidak cocok. Jadi pacarnya berkata, "Meski aku mencintaimu, mungkin yang terbaik adalah jika aku tidak menikahimu."
Itu kejadian yang sungguh menyedihkan karena mereka percaya pada hal-hal seperti itu. Anda bisa saja dinikahkan oleh pasangan yang dicarikan atau disetujui oleh orang tua anda, namun ketidak-cocokan bisa saja tetap terjadi.
Ketika saya melihat pasangan itu, saya berkata, "Ini benar-benar keliru. Andalah yang menciptakan nasib anda sendiri."
Masa depan adalah sesuatu hal yang tidak pasti, andalah yang menciptakan masa depan anda sendiri. Dan karena anda adalah pencipta masa depan anda, hal itu menghadirkan tanggung jawab yang besar. Anda tak bisa menyalahkan siapa pun. Anda bisa mencipta apa pun yang ingin anda buat, jika anda memiliki pemahaman bahwa tidak ada batasan yang dikenakan kepada anda oleh nasib, keyakinan, atau apapun.
Cobalah beri kesempatan agar hubungan ini bisa berhasil. Anda bisa membuat segala sesuatu berjalan lancar jika anda mengerahkan upaya ke dalamnya. Andalah yang membuatnya menjadi lancar.
Sumber: "Si Cacing dan kotoran kesayangannya 3!" - Ajahn Brahm
https://www.facebook.com/lily.lim.355/posts/800084150049478
Pendidikan Terbaik dalam Hidup
Karakter seseorang terbentuk dari keluarga dan lingkungan yang terbina sejak kecil. Seseorang yang pernah merasakan hidup menderita akan tahu bagaimana cara menghargai. Meraka tahu merasakan kerja keras sejak kecil tahu bagaimana bertanggung jawab pada dirinya sendiri dan orang lain.
Seorang pemuda datang ke kota untuk bekerja, tidak lama kemudian, karena rajin, bos menyerahkan sebuah perusahaan kecil untuk dikelola olehnya. Alhasil, perusahaan yang dipercayakan oleh bosnya itu berhasil dikelola dengan baik olehnya dan terus berkembang.
Seorang pedagang asing mendengar hal itu, pedagang itu pun ingin membahas sebuah proyek dan bekerja sama dengannya. Seusai membahas proyek, ia dan bosnya mengundang pedagang asing yang juga berbola mata hitam berkulit kuning langsat itu untuk makan malam bersama.
Menu makan malam pun sederhana, beberapa piring hidangan habis disantap habis tak tersisa, hanya sisa 2 bakpao kecil yang biasanya disuguhkan sebagai makanan pembuka. Dia berkata kepada pelayan restoran, tolong bungkus kedua bakpao ini, saya mau bawa pulang.
Pedagang asing itu lantas berdiri dan berkata bahwa besok akan menandatangani kontrak dengannya. Keesokan harinya, pemuda itu menjadi tuan rumah menjamu pedagang asing itu.
Dalam jamuan tersebut, dengan lembut pedagang asing bertanya kepadanya, "apa pendidikan terakhirmu ?"
Dia berkata, "Saya dari keluarga miskin, orang tua saya buta huruf, mereka mendidik saya dari sebutir beras, setiap sen uang. Setelah ayah meninggal, dengan susah payah ibu menyekolahkan saya. Ibu saya bilang tidak berharap saya menjadi orang yang hebat, yang penting saya bisa melaksanakan dengan baik dan bertanggung jawab dengan apa yang saya lakukan.
Mendengar cerita itu, mata sang bos yang ada di sampingnya itu tampak berkaca-kaca, lalu mengangkat gelas minuman dan dengan terharu mengatakan, "Minuman ini sebagai rasa hormat saya untuk orang tuamu, kamu mendapatkan pendidikan yang terbaik dalam hidupmu!"
Seseorang yang pernah merasakan hidup dalam penderitaan, akan tahu bagaimana menghargai ; mereka yang hidup dalam kemiskinan, pasti tahu akan pentingnya hidup hemat dan tekun ; mereka yang tahu bagaimana bekerja keras sejak kecil pasti tahu bagaimana bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan orang lain.
Hidup miskin itu tidaklah menakutkan, yang ditakutkan adalah tidak memetik pelajaran apa pun dalam kemiskinan itu, sehingga tidak punya rasa harga diri sebagai manusia seutuhnya.
Seorang gadis dengan wajah biasa-biasa saja, mengecap pendidikannya di sebuah sekolah menengah biasa, hasilnya juga biasa-biasa saja. Setelah dia mengetahui ibunya mengidap penyakit yang tak tersembuhkan, dia pun berusaha meringankan beban ekonomi keluarga di rumah. Dengan memanfaatkan 2 bulan liburan sekolahnya itu ia berusaha mendapatkan sedikit uang.
Dia pergi ke sebuah perusahaan mencoba melamar pekerjaan, setelah melihat-lihat surat lamaran kerjanya, tanpa ekspresi apapun, manager berkebangsaan Korea itu langsung menolaknya.
Gadis itu mengambil kembali berkasnya, lalu sambil memegang sanggahan kursi gadis itu hendak berdiri, namun, tiba-tiba ia merasa tangannya nyeri tertancap sesuatu, ia melihat telapak tangannya mengalirkan setetes darah segar, ternyata di atas kursi itu ada sebuah paku yang ujungnya mencuat ke luar.
Dia melihat ada sebuah penindih kertas di atas meja, lalu diambilnya kemudian memaku paku yang mencuat keluar itu hingga rata, lalu pergi. Namun, beberapa menit kemudian, manajer Korea itu menyuruh salah satu karyawan untuk mengejarnya kembali, dan gadis itu pun dipekerjakan.
Mereka yang hidup dalam lingkungan yang dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang, balasan terbaiknya juga berupa cinta dan kasih sayang. Ketika cinta meminta seseorang untuk melakukan sesuatu yang sulit dikerjakannya, maka hal ini cukup untuk membuktikan akan kekuatan cinta!
Dalam suatu hal yang sangat sepele dan tidak ada hubungannya dengan individu juga dapat mencerminkan perhatian dan kepedulian terhadap orang lain, dan pendidikan atas dasar cinta kasih yang diterimanya itu tak diragukan lagi pasti berupa kesuksesan.
Ada sebuah lowongan di perusahaan yang sedang membutuhkan karyawan, setelah itu berturut-turut datanglah empat calon karyawan. Salah satu syarat dalam lowongan itu adalah harus memiliki pengalaman kerja di atas 2 tahun.
Tiga dari empat calon karyawan tersebut mengklaim punya pengalaman kerja seperti yang disebutkan. Namun, saat wawancara lebih lanjut, segera diketahui mereka tidak paham sama sekali dengan bidang pekerjaannya.
Hingga pada akhirnya, datanglah calon lain, lalu dengan terus terang ia mengaku tidak punya pengalaman kerja dalam bidang tersebut, tapi sangat tertarik dengan pekerjaan itu, dan yakin setelah praktek kerja dalam beberapa waktu, akan dapat memikul tanggung jawab pekerjaan itu.
Tidak lama kemudian, dan tanpa ragu lagi perekrut menerima lamaran kerjanya. Perekrut itu mengatakan, banyak pelamar yang tidak jujur saat memperkenalkan dirinya, tapi kenapa kamu bisa secara terus terang dan jujur mengatakannya ?
Orang itu lalu bercerita bahwa suatu hari ia mengambil uang, saat ditanya oleh neneknya, dia berbohong. Neneknya kemudian memukul pantatnya, lalu memperingatkannya, "Miskin itu tidak menakutkan, selama kamu jujur, maka kamu akan tertolong!" Selamanya akan selalu saya ingat dengan pesan nenek.
Coba renungkan sejenak, seseorang yang tidak berani mengakui kekurangannya sendiri, hanya bisa mengandalkan kebohongan untuk mendapatkan kepercayaan sementara, apakah orang itu dapat melangkah lebih jauh ?
Seseorang yang jujur, yang dibutuhkan sebenarnya adalah keberanian. Ia harus berani menghadapi kenyataan dan kebenaran itu, katakan dengan jujur hal yang sebenarnya ketika orang lain dalam kebingungan antara berkata jujur atau berbohong.
Kejujuran lebih baik daripada kecerdasan, lagipula ia merupakan dasar dari kecerdasan itu sendiri.
Sobat, Menyekolahkan anak hanya untuk mempelajari beberapa pengetahuan, sementara hal yang paling mendasar sebagai manusia belum tentu dapat dipelajari di kelas, para orang tua diharapkan jangan sampai lupa untuk memberikan sejumlah hal di luar buku pelajaran, dan saat mendidiknya harus menjadikan diri Anda itu sebagai teladannya.
Salam kebajikan
Sumber : https://www.facebook.com/KebajikanDe/photos/a.231048736958686.59709.152761311454096/733316510065237/?type=1&relevant_count=1
Subscribe to:
Comments (Atom)