Friday, December 5, 2014



BERBUATLAH KEBAIKAN
⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊

Berbuat lah kebaikan tanpa mengenal pamrih..

Saudara ku sekalian, kita patut mensyukuri apa yg kita miliki dan punya sekarang, bersyukur kita bisa bernafas, makan, minum, melihat, mendengar, merasakan, dsb.

Janganlah pernah merasa rendah diri, tidak mampu, atau perasaan² yg membuat kita merasa bersalah dan terjatuh. Itu hanya akan membuat kita semakin membuat kita terjatuh.

Lakukanlah yg bisa kau lakukan untuk dirimu dan orang lain sebisa mu dgn ikhlas, syukur dan sabar serta melakukan dgn tanpa pamrih. Walaupun sebenarnya kita hidup di dunia ini semua terlihat pamrih.

Jangan mengeluh karna akan menjauhkan rejekimu dan keberkahan Mu.. Coba bersyukur dari yg kamu miliki sekarang dan bersabar untuk berusaha saudaraku, niscaya akan ada kemudahan dan keberkahan.

Hidup ini kompleks tapi patut kita nikmati kenyataannya walaupun kenyataannya tak seperti yg kita harapkan. Siapa yg mau terlahir untuk hidup dalam kesusahan?

Semua itu sudah porsinya masing² untuk mensyukuri kehidupan ini.

Kekayaan dan kemiskinan tidak hanya diukur dari materi saja tapi nurani hati yg memiliki kebaikan tanpa mengenal pamrih terhadap apapun itu.

Nah sobat,
Lakukanlah kebaikan tanpa mengenal pamrih dan jangan mengeluh dan menyalahkan keadaan maupun diri sendiri.

Hidup ini sementara lakukan segala kebaikan yg kau bisa lakukan saudara ku.

Hidup ini indah di kala kita sedang melakukan proses dan tanpa diduga kita akan memiliki tujuan yg mulia pada akhirnya.
~~~~~~~~~~
SeMOGa BerManfaat.

SALAM KEBAJIKAN..

∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇L∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇I∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇L∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇Y∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙
https://www.facebook.com/KebajikanDe/photos/a.231048736958686.59709.152761311454096/816026471794240/?type=1&relevant_count=1


MELATIH DIRI
⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊

Melatih diri bukan hanya saat berada di tempat ibadah, tetapi setiap moment adalah bentuk pelatihan kesadaran, ketenangan, kesabaran, kerendahhatian.

Menahan kemarahan, kecerobohan, ketamakan; Mengatasi ketakutan, keserakahan, kerendahdirian; Mengamati perubahan emosi, permainan perasaan, pergolakan dari keinginan dan kemampuan, pertentangan antara ego dan gengsi.

Setiap moment kita mengamati pergulatan antara yg baik dan yg buruk. Dengan menyadari hal ini masih perlukan kita mengoleksi sampah dan hal² negatif di pikiran kita?

Nah sobat,
Jangan sia-siakan kapasitas memori kita dengan hal-hal yg tak bermanfaat, hanya menjadi beban hidup kita.

Ayo majuuu... majuuu ... ayo majuuu..
mengembangkan kualitas hati dan pikiran kita.
~~~~~~~~~~
SeMOGa BerManfaat.

SALAM KEBAJIKAN..

¸.•´. ¸.•*¨) ¸.•*¨)
(¸¸.•´(¸.• Happy Nice Day
And Success For YoU.

∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇L∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇I∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇L∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇Y∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙

https://www.facebook.com/KebajikanDe/photos/a.231048736958686.59709.152761311454096/816485551748332/?type=1&relevant_count=1

 
 

HEDONIC TREADMILL
⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊

Pertanyaan : Kenapa makin tinggi income seseorang, ternyata makin menurunkan peran uang dalam membentuk kebahagiaan?

Kajian² dalam ilmu financial psychology menemukan jawabannya, yg kemudian dikenal dgn nama :
“Hedonic Treadmill.”

Gampangnya, Hedonic Treadmill ini adalah seperti ini : Saat gajimu 5 juta, semuanya habis. Saat gajimu naik 30 juta per bulan, semua habis juga. Kenapa begitu?

Krn ekspektasi & gaya hidupmu pasti ikut naik, sejalan dgn kenaikan penghasilanmu. Dgn kata lain, nafsumu utk membeli materi/barang mewah akan terus meningkat sejalan dgn peningkatan income-mu.

Itulah kenapa disebut Hedonic Treadmill : seperti berjalan diatas Treadmill, kebahagiaanmu tidak maju² ! Nafsu materi tidak akan pernah terpuaskan.

Saat income 10 juta/bulan, mau naik Avanza. Saat income 50 juta/bulan pengen berubah naik Alphard. Itu salah satu contoh sempurna tentang jebakan Hedonic Treadmill.

Hedonic Treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat. Jadi apa yg harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan Hedonic Treadmill?

Lolos dari jebakan nafsu materi yg tidak pernah berujung ?

Nah sobat,
Terapkanlah gaya hidup yg bersahaja !
Sekeping gaya hidup yg tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi. Mengubah orientasi hidup !

Makin banyak berbagi, semakin banyak memberi kepada orang lain, teruji justru semakin membahagiakan Anda.

Bukanlah banyak mengumpulkan materi yg membuat kebahagiaanmu terpuaskan !
WHEN ENOUGH IS ENOUGH???

Kebahagiaan itu kadang sederhana : Misalnya Anda masih bisa menikmati secangkir kopi panas dan memeluk anggota keluarga di rumah. Simple bukan???

Let's live life simple and be grateful to God. (Dengan BERSYUKUR kepada Tuhan Anda pasti akan mendapatkan kebahagiaan).
~~~~~~~~~~
SeMOGa BerManfaat.

SALAM KEBAJIKAN..

∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇L∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇I∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇L∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇Y∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙

https://www.facebook.com/KebajikanDe/photos/a.231048736958686.59709.152761311454096/816979408365613/?type=1&relevant_count=1

 
 

Jangan perdulikan kata orang tentang apapun juga dengan jalan mu yang terjal , cara hidupmu yang tak sejalan serta pola pikirmu yang unik..

Apa yang kamu lakukan adalah seturut kata hatimu sendiri.
Cuma kamu yang paham dengan hidupmu dan jalanmu serta langkahmu ..
Jadi tetapkan langkahmu ,yakini bahwa kamu bisa dan kamu sanggup.

Seberapapun besarnya goncangan bila kamu memiliki Iman ,Keyakinan ,serta Usaha maka jerih payahmu tak akan SIA-SIA .

Salam Kebajikan
Penulis ~£OE~

https://www.facebook.com/KebajikanDe/photos/a.231048736958686.59709.152761311454096/817019048361649/?type=1&relevant_count=1
 

Aku menghadapkan wajahku ke matahari..
Agar kau tak melihat air mataku.,
Dan berharap,
Panasnya menguapkan air mata di pipiku..

~Aku, cinta, dan ketiadaan



Sumber : 
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=663684317084449&set=a.104721009647452.4954.100003286597577&type=1
 

Thursday, December 4, 2014


Hidup dengan sehat, mencintai dengan tulus, tidak membandingkan diri dengan orang lain, adalah suatu kekayaan.(健康的活着,真诚的爱着,不要和别人攀比,已经是一种富有.)

Terhadap hidup kita harus belajar menerima kekurangan dan kelebihan diri kita dan orang lain. Kita juga harus bisa menerima hadirnya seseorang yang bersangkutan dengan hidup kita datang ataupun pergi. Hidup kita memang seperti bus yang di setiap stop ada yang naik dan turun, ada yang ramah menyapa dan cuek serta kasar. Jangan terlalu peduli apapun mereka, peduli diri sendiri dengan baik sudah cukup, jangan biarkan orang lain mempengaruhi hidup kita.

Hidup jadi diri sendiri jangan menjadi orang lain, hidup dengan tulus, jalani apa kata hati, maka akan lebih bahagia. Hidup memang lelah, tidak lelah bukan hidup. Sebahagian orang bertahan hidup, lebih dari setengah dari orang-orang selalu mencari perbandingan, itulah yang paling lelah. Bandingkan diri kita dengan orang lain adalah merendahkan diri kita.

- Master Cheng Yen - Paling berharga dalam kehidupan ini adalah tubuh yang sehat; tetapi yang lebih berharga lagi adalah arah kehidupan yang benar. 人生最有價值的,是健康的身體;比健康更有價值的,是正確的人生方向.Life's most valuable gift is a healthy body; more valuable yet is to follow the right direction.



Sumber : https://www.facebook.com/KebajikanDe/photos/a.542624065801150.1073741827.152761311454096/816131125117108/?type=1&relevant_count=1
 

Tuesday, December 2, 2014

SIAPAPUN Dapat Ke SURGA



SIAPAPUN


Siapa sajakah yang kita maksudkan dengan SIAPAPUN? Bukankah ajaran Buddha mengatakan bahwa umat Buddha saja yang mendapatkan pahala di kehidupan mendatang?

Menurut ajaran Buddha, kemana kita pergi setelah kehidupan ini tidaklah bergantungan pada keyakinan kita. Kenyataannya, tidak ada ketentuan untuk berdoa, memuja atau bahkan percaya pada Buddha untuk memiliki kehidupan yang baik di masa yang akan datang.

Apa yang terjadi kepada kita setelah kehidupan ini tergantung
bagaimana kita berkelakuan dalam kehidupan sekarang.

Jalan menuju Surga tidaklah dengan keyakinan atau pemujaan,
tetapi dengan berbuat kebajikan dan menghindari kejahatan.



Buddha tidak pernah mengatakan sesuatu seperti ‘pujalah saya dan anda akan mendapatkan pahala’. Beliau juga tidak pernah mengancam untuk mengadili siapapun yang tidak percaya kepadanya atau tidak mengikuti ajarannya.

Beliau berkata bahwa tidak ada salahnya untuk meragui dirinya atau bahkan bertanya padanya, karena kebanyakan orang memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk memahami ajarannya.

Beliau menekankan bahwa setiap orang harus mencari, memahami, dan mengalami kebenaran untuk diri mereka sendiri, dan tidak dengan memiliki kepercayaan buta terhadap siapapun atau apapun.
Oleh sebab itu umat Kristen, Hindu, Muslim, Yahudi, Buddhis, Taois, dan bahkan atheis, semuanya dapat menikmati kehidupan mendatang yang bahagia. Tetapi tentu saja, apabila mereka telah menjadi orang ‘baik’!



SURGA

Apa yang kita maksudkan dengan SURGA?

Surga dapat dikatakan sebagai tempat dimana kita dapat dilahirkan setelah kita meninggal nanti. Ia dapat juga berupa keadaan pikiran.

Misalnya, seseorang yang pemarah bisa saja secara terus-menerus dalam suasana hati yang buruk dan dengan mudah mengamuk. Orang demikian akan menyebabkan orang-orang disekelilingnya, termasuk dirinya sendiri, menderita dan sedih setiap saat. Di sisi lain, ambillah contoh, seseorang yang berwatak tenang, dengan pikiran yang hening dan selalu damai dengan dirinya sendiri dan orang lain.

Dikarenakan oleh keadaan pikirannya, hidup orang yang pemarah akan kelihatan seperti neraka bagi dirinya dan orang-orang disekelilingnya. Tidak perlu dikatakan lagi, orang yang berwatak tenang, dan orang-orang disekelilingnya akan menikmati kehidupan yang bahagia, layaknya Surga.

Ajaran Buddha mengijinkan kita menikmati Surga di bumi dengan menunjukkan kepada kita bagaimana mencapai keadaan pikiran yang bahagia.

Terlepas dari keadaan pikiran, umat Buddha mempercayai adanya beberapa alam kehidupan di semesta, dan ini dapat berupa tempat-tempat yang menyedihkan atau tempat-tempat yang menyenangkan. Secara tradisi, alam-alam yang menyedihkan, (atau alam rendah), termasuk alam neraka di dalamnya; dan alam-alam yang menyenangkan (atau lebih tinggi) adalah alam manusia dan alam-alam Surga.

Di alam mana kita akan dilahirkan tergantung kepada kamma yang kita telah kita kumpulkan untuk diri kita sendiri di kehidupan ini, beserta kamma yang kita kumpulkan di berbagai kehidupan lampau. Kamma ini adalah hasil dari tindakan dan sikap kita sehari-hari.
Oleh karenanya, tingkat populasi penduduk di dunia tidak dapat tentukan dengan pasti atau distatiskan dengan pembatasan suatu alam saja, berhubung proses kelahiran kembali tidak hanya terbatas kepada alam manusia. Terdapat banyak alam-alam kehidupan lainnya di semesta terlepas dari alam manusia dimana kita dapat dilahirkan, atau dimana proses kelahiran kembali dapat berlangsung.

Apabila kita terlahir di alam rendah, akankah kita berada di sana sepanjang masa?

Umat Buddha percaya bahwa lamanya waktu yang dihabiskan di alam rendah bergantungan pada jumlah kamma buruk yang telah dikumpulkan.

Tidak ada hal yang namanya penderitaan abadi untuk siapapun juga, tidak peduli seberapa banyak kejahatan yang dilakukan.

Walaupun mungkin memerlukan waktu yang sangat lama, penderitaan akan berakhir ketika kamma buruk telah habis.

Oleh sebab itu, ajaran Buddha tidak mengenal konsep yang tidak adil akan hukuman yang tidak terbatas untuk suatu perbuatan jahat tertentu.
Ajaran Buddha juga tidak mengancam pengikut dari ajaran lain dengan bentuk hukuman apapun. Siapapun saja memiliki kebebasan untuk memilih keyakinan dan jalan yang berbeda untuk diri mereka sendiri.

Apakah kita berada di alam Surga selamanya? Apakah Surga merupakan tujuan tertinggi?

Makhluk – makhluk yang telah melakukan banyak kebajikan dan mengumpulkan banyak kamma baik akan terlahir di alam Surga. Jika seseorang belum mampu mencapai Nibbana, Buddha mendorong setiap dari kita untuk menjalani kehidupan yang lurus dan bajik untuk dapat terlahir di alam-alam yang lebih tinggi, dan yang lebih penting untuk melindungi diri kita dari kelahiran kembali di alam rendah.

Sementara kehidupan di alam Surga dapat berlangsung dalam waktu yang sangat lama, namun tetap saja ia tidak kekal. Makhluk-makhluk di alam tersebut juga pada akhirnya akan meninggal dan dilahirkan kembali ketika kamma baik telah habis.

Dengan demikian, umat Buddha tidak menganggap kelahiran kembali di alam Surga sebagai tujuan tertinggi. Untuk kebanyakan umat Buddha tujuan tertinggi adalah mencapai Nibbana.

Dikatakan bahwa Nanda, saudara kandung Buddha, tidak puas dan memberitahukan Buddha jika dia ingin melepaskan kehidupan suci. Buddha kemudian membawanya ke salah satu alam Surga dan menunjukkan kepadanya segala kesenangan di sana. Buddha memberinya janji bahwa dia dapat menikmati semua kesenangan itu apabila dia berlatih Dhamma dengan baik. Hal ini menginspirasikan Nanda dan dia berlatih sangat keras untuk dapat terlahir di alam Surga itu.
Sementara berlatih, Nanda secara bertahap menyadari Nibbana jauh lebih berbahagia dari makhluk di alam Surga, dia kemudian membebaskan Buddha dari janji semulanya.

Lalu Nibbana itu apa?

Tanpa mempelajari ajaran Buddha terlebih dahulu dan berlatih di jalan yang telah ditetapkan oleh Buddha, Nibbana merupakan konsep yang sulit untuk digenggam atau dipahami. Hal itu serupa dengan usaha dalam menjelaskan warna bagi orang buta dan bunyi bagi orang tuli. Bahasa yang biasa tidak cukup untuk menjelaskan Nibbana. Nibbana harus dialami dan dipahami.

Bagaimanapun, secara ringkas, Nibbana adalah akhir dari segala nafsu dan penderitaan. Ia dicapai oleh seseorang yang telah menghapus segala aspek dari ketamakan, kebencian dan kebodohan. Ia adalah keadaan kebahagiaan dan kesenangan yang abadi yang tidak lagi dilahirkan kembali.

Buddha telah mengajari kita bagaimana mengurangi, dan pada akhirnya mengakhiri ketamakan, kebencian dan kebodohan dalam segala aspeknya. Dan ini dapat dilakukan dengan berlatih faktor yang baik dari kemurahan hati dan kebaikan, kesabaran dan belas kasih, moralitas dan kebijaksanaan.
Dengan latihan yang baik akan ajaran Buddha, dimungkinkan bagi siapapun dari kita untuk mengalami kedamaian dan kebahagiaan dari Nibbana, bahkan di kehidupan sekarang. Selidiki, periksa dan cobalah ajaran Buddha untuk diri anda sendiri!



Tidak perlu menunggu sampai kematian,
alami Surga ketika anda masih hidup.
Surga di sini dan saat ini,
itulah rasa dari Nibbana di kehidupan ini



Sumber :
 https://www.facebook.com/artikelbuddhis/photos/a.420826151804.198813.300530356804/10152419501216805/?type=1

Kenyataan dibalik ketakutan




Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=984396074911137&set=gm.923715184305218&type=1


*Sirik Tanda Tak Mampu

Saya itu, kalau lihat buku2 dari penulis lain lebih laku, lebih banyak dibaca orang2, sementara buku2 saya ditengok saja tidak, kadang sakitnya tuh di sini. Kesal sekali. Jengkel. Untuk kemudian dalam diam bertanya, disebut apa rasa sakit ini? Kenapa saya tidak turut bahagia melihat buku2 penulis lain sukses? Aduh, jangan2 inilah yang disebut dengan "sirik"? Pun sama, saat melihat film2 orang lain lebih laku, berbondong2 orang menonton, sementara film2 dari buku saya sepi, lagi2 sakitnya tuh di sini. Saya mulai terpancing menjelek2an buku orang lain, film orang lain.

Apesnya, setiap hari rasa sakit ini muncul. Bukan cuma karena buku atau film. Melihat orang lebih pintar, maka muncullah rasa sakit hati itu. Tidak suka. Benci. Sesuatu yang tanpa alasan. Melihat orang lain lebih berhasil, sukses, muncul lagi sakitnya. Bahkan dalam kasus tertentu, kenal juga tidak, bukan siapa2 kita, tetap saja tiba2 kesal. Terus-terang saja, saya bingung dengan rasa sakit ini. Kenapa sih dia harus muncul? Kenapa sih dia tidak bisa dikendalikan? Misalnya, ada orang jadi menteri, top sekali tiba2, lantas saya mulai merasa belingsatan, mulai ilfil, untuk kemudian sibuk menulis hal2 jelek tentangnya. Padahal buat apa? Saya kenal juga tidak dengannya, hampir semua informasi yang saya terima hanya dari baca di internet--yang belum tentu juga benar. Seolah2 orang tersebut memang buruk semua isinya.

Tapi baiklah, saya akan lupakan sejenak rasa sakit ini. Saya akan coba berpikir lurus sebentar. Kenapa sih saya harus sakit hati? Kenapa sih saya tidak suka? Kenapa? Kenapa? Saya tidak mau terus dihinggapi rasa sakit hati aneh ini.

Setelah dipikirkan lama-lama dan lamat2, mungkin nasehat orang tua dulu benar sekali. Sirik itu tanda tak mampu. Kenapa saya sirik? Boleh jadi karena saya tidak punya solusi lain selain sirik saja. Agar hati saya senang, maka saya memutuskan sirik, membangun tembok argumen. Boleh jadi, hanya sirik itulah yang bisa saya lakukan. Di luar itu, saya memang tidak mampu. Jangankan berbuat sama seratus persen, mencontoh 10%nya saja saya tidak mampu. Aduh, malang sekali nasib saya. Membuat saya jadi termangu.

Baiklah, tidak apa2lah saya sirik, namanya juga manusia. Tapi sekarang saya akan berjanji, lebih baik saya fokus memperbaiki diri. Tidak apa buku2 saya tidak laku, tidak dibaca banyak orang, tapi saya akan terus belajar bagaimana menulis yang baik. Tidak mengapa juga film2 saya tidak laku, boleh jadi karena memang karya orang lain lebih bagus, maka lebih baik saya membuktikan kemampuan diri sendiri. Bekerja lebih giat, lebih kreatif.

Setelah dipikirkan dalam2, ketika orang tua dulu bilang, "sirik itu tanda tak mampu", mereka sepertinya tidak sedang mengolok2 orang2 yang sedang sirik--seperti saya. Mereka justeru sedang memberikan solusinya: "Nak, ayo, daripada sibuk sakit hati, menjelek2an orang lain, terus mencari keburukan orang lain, lebih baik buktikan kalau kita lebih mampu. Ayo bergegas berlomba2 dalam kebaikan, agar dunia ini jadi lebih baik." Sepertinya demikian maksudnya. "Nak, tidak masalah kalaupun kau belajarnya lambat, kemajuan kau lelet sekali, karena yang jadi masalah itu kalau kita hanya diam saja, mangkrak. Hanya sibuk sakit hati dan berkomentar".

Sepertinya nasehat orang tua ini benar. Baiklah, caiyo! Semangat!



Sumber : Darwis Tere Liye
https://www.facebook.com/notes/darwis-tere-liye/sirik-tanda-tak-mampu/842505149133388
 

*Dan kesedihan dihabisi oleh waktu

Kita hapus nomor HP-nya di phone book
Kita delete alamat email-nya di address book
Kita buang whatsapp-nya
Kita disconected BBM-nya,
Sayang beribu sayang,
Kita sudah terlanjur ingat
Di luar kepala hafal nomernya
Bahkan saat tidur pun bisa mengigau pin BB-nya

Kita hapus message-nya
Kita delete foto2nya
Kita remove dari friend list, bahkan block sekaligus
Kita usir jauh-jauh dari dari home
Sungguh jangan ganggu lagi di dunia maya
Sayang beribu sayang,
Kita tetap kepo, stalking, ngintip
Ingin tahu apa yang dia lakukan
Bahkan bangun tidur, masih ileran
First thing in the morning

Inilah sajak melupakan jaman modern
Sungguh malang anak sekarang
Karena jaman dulu,
Orang tua kita paling cukup membakar tumpukan surat
Atau mengirim telegram: 'lupakan saja, koma, jangan hubungi aku lagi. titikhabis'
Dan kesedihan dihabisi oleh waktu

*Tere Liye

https://www.facebook.com/darwistereliye
 

...sebuah mimpi panjang...menenggelamkan kita pada kemabukan yang terlambat....
detak jantung dalam detik yang seolah terlalu cepat..
dentumannya memekakkan rasa..
membuat kita gila perlahan....
......lalu...untuk apakah dan kemanakah semua ini...
kesadaran yang bagaimanakah yg hendak ditunjukkan kehidupan ini.....
tentang cinta.....tentang kita.


Sumber : Monika Indri P
https://www.facebook.com/cahayanyapelangi?fref=nf

....kita berjalan diatas mimpi2...
dan apa yang kita lakukan pada kenyataan keseharianlah..yang akhirnya membuat perbedaan..
akankah kita terjatuh karena landasannya terlalu rapuh..
ataukah.. akhirnya kita mampu menjadikan impian2 itu sebagai kekuatan dan terwujudkan sebagai sebuah kisah perjalanan yang indah...
dan aku,
seorang gadis pemimpi.. yang sedang membangun impian2nya.. menjadi hasil karya nyata yang kuharapkan bisa berguna bagi kehidupan ini..
*dan ya..
kau tak akan melihat lagi..air mata yang sama.. seperti ketika dulu kau mengenalku...
karena aku.. telah dan sedang terus akan dibangun oleh cahaya cinta.


Sumber : Monika Indri P
https://www.facebook.com/cahayanyapelangi?fref=nf
 

KUPELUK LEBIH ERAT LAGI.., DIRIKU



Terkadang aku larut dalam perasaanku sendiri dan merasa mampu berdiri tegak tanpa siapapun. Cukup hanya aku dan Dia di dalam perjalanan.

Terkadang aku begitu letih dengan segala kegaduhan dan tetap ingin berjalan sendirian. Hingga waktu membawa langkah kakiku sampai di sebuah persimpangan. Dan pada saat itu aku pun harus meraba dalam gelap, juga sendirian tanpa sesiapa.

Kamu pasti tak akan pernah mengerti, bahwa terkadang inilah yang aku takuti. Merasa cukup dengan seorang diri dan sebuah genggaman yang menanti, kembali aku lewati.

Kamu pasti tak akan pernah mengerti bahwa terkadang aku kesal dengan suara hati kecilku sendiri yang selalu menggatakan bahwa pada akhirnya semua akan berujung pada kisah yang sama, kesendirian dan luka yang menganga.

Hingga satu hari aku menyadari bahwa terkadang sendiri memang jauh lebih baik untuk menyelesaikan semua tanggung jawab. Sendiri memang jauh lebih bahagia tanpa perlu kembali terluka. Sendiri memang jauh lebih baik karena sesungguhnya aku tudak pernah benar-benar seorang diri. Ada DIA yang jauh lebih mengerti apakah aku memang harus seorang diri selamanya ataukan kelak harus melangkah bersama siapa.

Akhirnya aku menyadari bahwa aku tidak perlu bersusah payah memikirkan hal ini. Bahkan ketika saat ini pun aku mampu tertawa dengan kesendirian saja, mengapa pula aku harus merepotkan diri dengan memikirkan yang tidak jelas diluar sana.

Akhirnya aku menyadari bahwa terkadang kebodohanku begitu sempurna. Membuang begitu banyak waktu dengan menyambut cinta yang tanpa makna. Sementara cintaNya selalu menyertaiku, tak pernah meninggalkanku dan memelukku semakin mesra. Hari ke hari, waktu ke waktu.

Akhirnya pagi ini aku mentertawakan diriku sendiri dan memeluknya lebih erat lagi. Jangan lagi bodoh memikirkan yang tidak perlu, yaa aku.
 

Sumber :
 https://www.facebook.com/photo.php?fbid=751081511606092&set=a.721318417915735.1073741844.100001127496316&type=1


When you understand your own suffering, compassion arises, and you know how to transform your own suffering. And with that, you can help other people do the same. Peace begins with yourself. Understanding and compassion begins with yourself.
— Thich Nhat Hanh


Source : https://www.facebook.com/buddhablessings/photos/a.538771466219210.1073741850.171012809661746/708200045943017/?type=1
 

Monday, December 1, 2014


The funny thing is, nobody really ever knows how much anybody else is hurting. We could be standing next to someone who is completely broken, and we wouldn't even know.


Sourde : unknown
 

When something bad happens you have three choices.
You can either let it define you, let it destroy you, or you can let it strengthen you.



Source : unknown
 

K E T I K A

Ketika aku enggan menyapamu, itu berarti aku tengah menyusuri jalan kenangan yang pernah kita lalui dulu.

Ketika aku enggan menyapamu, aku tengan mencumbu bayangan masa lalu.

Ketika aku enggan menyapamu, aku tak ingin kenangan kita terganggu dengan sosok kekinianmu.

Ketika aku enggan menyapamu, aku enggan terjaga dari mimpi yang pernah kau tawarkan ketika itu.

Ketika aku enggan menyapamu, aku tengah berupaya memaafkan diriku karena pernah berharap tentangmu. Pernah begitu merindukanmu.

Ketika aku enggan menyapamu,
Itu karena aku pernah begitu mencintaimu.

Dulu..
Masa lalu.

Tidak kini..
Atau masa depanmu.



Sumber :
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=750175215030055&set=a.721318417915735.1073741844.100001127496316&type=1
 

For all my friends, whether close or casual, just because. This is one of the longest posts I will ever make, and one of the most real too.
Everyone will go through some hard times at some point. Life isn't easy. Just something to think about.

Did you know the people that are the strongest are usually the most sensitive ?
Did you know the people who exhibit the most kindness are the first to get mistreated ?
Did you know the ones who take care of others all the time are usually the ones who need it the most ?
Did you know the three hardest things to say are I love you, I'm sorry, and help me ?

Sometimes just because a person looks happy, you have to look past their smile to see how much pain they may be in.

To all my friends who are going through some issues right now--let's start an intentional avalanche. We all need positive intentions right now. If I don't see your name, I'll understand.

May I ask my friends wherever you might be, to kindly copy and paste this status for one hour to give a moment of support to all of those who have family problems, health struggles, job issues, worries of any kind and just needs to know that someone cares.

Do it for all of us, for nobody is immune. I hope to see this on the walls of all my friends just for moral support. I know some will !!!

I did it for a friend and you can too. You have to copy and paste this one, NO SHARING...


Source : Loempia Sayoer

 

Sunday, November 30, 2014

Perjuangan Pasien Peserta KJS, Ditolak Rumah Sakit Hingga Berujung Kematian


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menerima fasilitas bantuan dari pemerintah khususnya kesehatan semestinya menjadi idaman dan membuat nyaman rakyatnya, tetapi yang terjadi pada Nurhayati, pasien peserta Kartu Jakarta Sehat (KJS) justru sebaliknya. Ia harus rela melepas kepergian putra keduanya untuk selama-lamanya Abbiyasa Rizal Ahnaf (2) karena ditolak banyak rumah sakit di Jakarta dengan alasan klasik, kamar penuh, peralatan tidak lengkap juga lamban dalam memberikan rujukan.

Bagi mereka para pasien peserta KJS, BPJS atau yang lainnya kenyamanan dan pelayanan yang baik di bidang kesehatan menjadi idaman. Namun, usai banyak kasus muncul dan terakhir kasus balita Abbi, pemegang fasilitas kesehatan pemerintah tersebut justru harus menempuh perjuangan dan bahkan berujung kematian.

Kisah yang dialami Nurhayati bermula saat anaknya Abbi sakit diare pada pertengahan November lalu. Diare itu tidak kunjung sembuh meski sudah diberi obat sementara oleh sang nenek. Abbi justru sering muntah-muntah dan akhirnya kehabisan cairan.

Keluarga pun selanjutnya memutuskan untuk membawa Abbi ke rumah sakit, tepatnya RS Pasar Rebo, Jakarta Timur. Di rumah sakit ini Nurhayati melapor bahwa dirinya peserta KJS. Usai itu rumah sakit pun berkilah kalau kamar kelas tiga, tempat perawatan peserta KJS penuh dan hanya tersisa kelas dua.
Dengan sangat terpaksa Nurhayati pun harus merogoh kocek lebih dalam demi sang anak. Ia dan suaminya pun memutuskan untuk merawat terlebih dahulu balita Abbi di kamar kelas dua dengan catatan jika kamar kelas tiga sudah kosong langsung dipindah.

"Di RS Pasar Rebo kita putuskan untuk dirawat di kelas dua dulu tapi dia minta DP Rp 2,6 juta karena kita pakai KJS, kita bayar separuh dulu ke bagian pendaftaran kasih Rp 800 ribu, dengan catatan kalau ada kamar kelas 3 kosong langsung pindah," ujar Nurhayati saat berbincang dengan Tribunnews.com, Sabtu(29/11/2014).

Ketika dirawat di RS Pasar Rebo, balita Abbi didiagnosa mengalami penyumbatan di saluran pencernaan. Hasil laboratorium pun menunjukkan leukositnya rendah dan harus segera dilakukan pembedahan untuk melihat apa sebenarnya yang menyumbat usus balita Abbi tersebut.

"Enggak sampai semalam di ruang perawatan jam 21.00 dapat kamar kelas 3, lalu anak saya hari Rabu diambil darah dan perutnya kembung, kurang cairan. Kata dokter ini harus rontgen setelah USG, setelah rontgen baru terdiagnosa penyumbatan di usus karena sapai saluran pipis takut kena ginjal maka dirujuk ke dokter urologi lalu dipasang alat bantu di saluran pipis," ujarnya.

Tidak sampai disitu derita wanita yang juga guru taman kanak-kanak ini. dokter di RS Pasar Rebo menyarankan untuk segera dilakukan operasi. Namun, terkendala masalah karena di rumah sakit tersebut peralatan tidak lengkap.

"Ruang picu dapat tapi satu masalahnya enggak punya ventilator ada tapi cuma satu dan dipakai. Dokter bilang enggak berani dibedah kalau tidak ada ventilator. Dokter pun merujuk ke RS Haji Pondok Gede, sementara anak saya masih di RS Pasar Rebo," kata Nurhayati.

Mendapatkan rujukan tersebut pergilah sang suami Nurhayati ke RS Haji Pondok Gede, namun disana ia lagi-lagi harus mendapatkan penolakan dari rumah sakit karena alasan kamar penuh. Suami Nurhayati tidak menyerah begitu saja, ia pergi ke RSCM dan RSPAD akan tetapi hasilnya sama saja. Dua rumah sakit itu menolak dengan dalih kamar penuh dan tidak memiliki fasilitas ruang picu.

Mendapatkan kabar tidak menyenangkan tersebut ayahanda dari balita Abbi lalu pergi ke RS Thamrin, Salemba. Di rumah sakit swasta ini mau menerima dan peralatan lengkap namun si pasien diwajibkan menyetor terlebih dahulu uang sebesar Rp 30 Juta.

Nurhayati dan suami pun pusing bukan kepalang. Mereka berdua lalu berusaha keras memutar otak. Sang suami mendadak memiliki ide untuk meminta donasi dan sumbangan melalui 'broadcast message' dan sosial media, lalu didapatlah dana sebesar 15 Juta.

"Suami ditanya punya dana berapa, bilang cuma punya uang Rp 5 juta. Lalu suami bilang minta waktu dan dikasih waktu dua hari untuk mengumpulkan uang Rp 30 Juta. Suami lalu bikin 'broadcast message'dan didapat donasi sebesar Rp 15 Juta. Langsung bilang ke rumah sakit bahwa kami hanya punya uang Rp 20 juta, kami bayarkan dulu nanti sisanya," ujar Nurhayati.

Saat hendak memindahkan anaknya dari RS Pasar Rebo ke RS Thamrin Salemba, tiba-tiba saja bagian BPJS Kesehatan di RS pasar Rebo mengabarkan bahwa balita Abbi akan diupayakan pindah ke RS Tarakan. "Saya bilang kapan, ini harus cepat, mereka bilang secepatnya, lalu keesokan harinya anak saya langsung dibawa ke RS Tarakan," ujarnya.

Di RS Tarakan dokter langsung membentuk tim dan segera melakukan operasi di saluran pencernaan Abbi. Sebelumnya para dokter meminta perjanjian dan kesediaan untuk melakukan pembedahan dengan segala risiko yang akan muncul nantinya pasca operasi.

Kabar bahagia pun didapat oleh Nurhayati dan suaminya, balita Abbi selesai dioperasi dan sudah siuman. Abbi pun sudah bisa mengenali ayahnya, ibunya dan neneknya.

Selesai operasi Abbi langsung dibawa ke ruang picu dan tim dokter meminta segera lakukan transfusi darah karena Abbi banyak kehabisan darah usai operasi. Sampai disini kondisi Abbi masih baik.

Namun keesokan harinya sang ibu Nurhayati mulai melihat keanehan, Abbi tubuhnya terlihat lebih gemuk akan tetapi kondisinya tidak wajar. "Kata dokter kekurangan protein habis transfusi darah," ujar Nurhayati.
Tim dokter pun mendadak memanggil Nurhayati dan suami, mereka mengatakan bahwa kondisi balita Abbi tidak stabil. Nafasnya tersengal-sengal dan lambat. Lalu diputuskanlah oleh tim dokter untuk memasang alat bantu pernafasan, tapi tidak kunjung membaik bahkan detak jantung balita Abbi sempat hilang.

"Sempat berhenti jantungnya dipompa ditekan-tekan itu Jumat subuh sekitar pukul 05.00 WIB lalu jam 06.45 wib dokter memanggil saya dan mengabarkan bahwa anaknya sudah tiada," lirih Nurhayati.

Kendati demikian Nurhayati enggan berprasangka buruk terhadap tim dokter dan tidak akan melakukan langkah hukum sehubungand engan penanganan medis yang dilakukan. Ia dan suami ikhlas dan pasrah serta berharap kejadian yang ia alami tidak terulang kembali kepada pasien peserta KJS, BPJS atau yang lainnya.
"Kalau dari saya biar anakku tenang disana," ujar Nurhayati sembari terisak menahan tangis.


Sumber : https://id.berita.yahoo.com/perjuangan-pasien-peserta-kjs-ditolak-rumah-sakit-hingga-121859306.html

Kusebut kau
Cinta yang tertinggal

Haruskah aku berbalik
Dan kembali
Untuk memungutnya?

Ataukah memang ini keinginan semesta
Bahwa aku harus meninggalkanmu
Di tempat seharusnya kau berada

Dan bukan bersamaku??



Sumber :
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=687369998049214&set=a.104721009647452.4954.100003286597577&type=1