Friday, October 12, 2012

You're My Everything


My first, my last, my everything..
And the answer to all my dreams..
You’re my sun, my moon, my guiding star..
My kind of wonderful, that’s what you are..

I know there’s only, only one like you..
There’s no way they could have made two..
You’re, you’re all I’m living for..
Your love I’ll keep for evermore..
You’re the first, my last, my everything..

In you I’ve found so many things..
A love so new, only you could bring..
Can’t you see if you..
You’ll make me feel this way..
You’re like a first morning dew on a brand new day..

I see so many ways that..
I can love you..
Till the day I die..


You’re my reality, yet I’m lost in a dream..
“YOU’RE MY FIRST, MY LAST, MY EVERYTHING”



Tuesday, October 9, 2012

Airbnb, Akomodasi Alternatif Sambil Menambah Teman

Mereka yang suka bertualang tentu tahu bahwa biaya terbesar dari setiap perjalanan adanya di akomodasi. Saya sendiri paling tidak suka mengeluarkan uang untuk hotel mewah (terutama saat berjalan-jalan di luar negeri) karena toh sangat jarang sekali saya menghabiskan waktu di hotel.

Itulah sebabnya ketika bepergian sendirian keliling Eropa selama 30 hari pada April lalu, saya memilih menginap di akomodasi alternatif www.airbnb.com. Ini tidak seperti hostel di mana saya harus berbagi kamar dengan orang yang belum saya kenal.


Berikut ini beberapa pengalaman saya menggunakan Airbnb, semoga bermanfaat.

Lokasi, lokasi, lokasi
Layaknya membeli properti, hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih tempat menginap di Airbnb adalah lokasi. Pertama kali mengakses halaman ini, pastikan Anda sudah tahu lokasi-lokasi atraksi turis yang ingin Anda kunjungi — dan cari tempat yang setidaknya memiliki akses mudah metro (kereta bawah tanah) dan bus. Bahkan kalau perlu cari tempat yang dekat museum, taman, pusat perbelanjaan yang bis dijangkau dengan berjalan kaki.

Contohnya, tempat saya di Paris sangat strategis karena dekat dengan stasiun metro sehingga walaupun saya sering menghabiskan waktu berkeliling kota hingga nyaris tengah malam, keamanan tetap terjaga.

Rekomendasi baik = keamanan
Karena Airbnb memiliki mekanisme di mana pemilik rumah/apartemen menyewakan kamar atau sofabed mereka, sangat penting bagi Anda untuk melihat rekomendasi dari penyewa jasa sebelumnya. Ini untuk mengetahui apakah mereka kooperatif dan suportif dalam memberikan fasilitas, serta saran-saran tentang atraksi lokal.

Anda bebas menentukan untuk tinggal dengan tuan rumah (host) pria atau wanita selama rekomendasi yang mereka dapatkan cukup baik, ini bisa menjadi salah satu jaminan keamanan.

Harga vs fasilitas
Yang paling menyenangkan bagi saya saat memilih BnB adalah ketika melihat pilihan apartemen dan detail foto-foto dari kamar, serta fasilitas apa saja yang disiapkan oleh pemilik. Patikan foto sudah mendapat verifikasi dari AirBnB.

Dari perjalanan saya di Eropa, tempat Airbnb favorit saya adalah di Barcelona. Pemiliknya, pria berkebangsaan Inggris, menata kamar dengan sangat bersih dan cantik. Saat saya tiba, ia sudah menyiapkan rak khusus di kulkas untuk sarapan saya, dan ia pun meminjamkan laptop untuk mengakses internet. Ia bahkan membantu saya memesan tiket online Sagrada Familia yang bisa langsung diprint. Semua itu dengan uang sewa Rp. 630 ribu per malam — sangat terjangkau untuk ukuran penginapan tengah kota di Barcelona.

Komunikasi lancar, kunci kenyamanan
Karena saya bertualang sendirian dalam waktu cukup lama, ada saat-saat ketika perbincangan kecil bisa mengobati kerinduan akan pertemanan di kampung halaman. Di sini, jasa Airbnb sangat membantu. Selama komunikasi yang Anda bangun dengan host sudah dijaga sejak Anda melakukan booking, Anda bisa meminta diskon atau harga khusus.

Sering kali host saya berbaik hati mengajak saya ke area nongkrong warga lokal. Di Amsterdam, misalnya, saya diajak melihat peluncuran pameran fotografi. Di Roma, host saya mengajak ke kafe di area kampus dan berkenalan dengan beberapa temannya. Keakraban ini membuat saya menjalin pertemanan yang baik, dan setelah saya pulang, para host memberikan ulasan yang baik tentang saya.

Penilaian ini akan muncul di profil Airbnb saya dan akan memudahkan bila di kemudian hari saya ingin menggunakan jasa Airbnb di negara lain.

Layanan online profesional
Menurut saya situs Airbnb cukup lengkap dan jasa yang disiapkan sangat profesional. Layanan mereka pun tersedia di lebih dari 28 ribu kota di 192 negara. Tidak hanya bisa diakses via PC/laptop, Airbnb juga tersedia dalam bentuk aplikasi di smartphone. Pembayaran? Bisa dengan kartu kredit.

Ketika saya mengalami kendala tidak bisa menghubungi host saya di London, saya cukup menghubungi pusat bantuan Airbnb — baik melalui app maupun dari PC dan ponsel saya. Hanya saja, hati-hati dengan biaya telepon sebab call center Airbnb berada di Amerika Serikat.

Semoga beberapa kiat di atas bisa membantu Anda dalam mendapatkan pilihan akomodasi terjangkau tapi nyaman, sambil menjalin pertemanan di seluruh penjuru dunia.

Selamat berjalan-jalan!


Sumber : http://id.berita.yahoo.com/airbnb--akomodasi-alternatif-sambil-menambah-teman.html
 

5 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan Pelancong

Lima Hal yang Tidak Boleh Diucapkan Oleh Pelancong



Berpikir sebelum Anda berbicara merupakan strategi jitu bagi setiap orang, khususnya saat bersiap melakukan perjalanan. Guna menghindari kesalahpahaman dalam perjalanan Anda, hilangkan kelima kalimat berikut dari kosa kata Anda.

Apakah Anda berbicara bahasa Inggris?
Ada beberapa ekspresi lokal yang harus dipelajari pelancong internasional sebelum memasuki suatu negara, dan berikut adalah salah satunya. Bahkan jika Anda sama sekali tidak memahami bahasa setempat, berbicaralah menggunakan frase-frase sederhana dengan logat daerah setempat — dengan kata-kata seperti “tolong,” “halo,” “terima kasih,” "tidak, terima kasih," dan "di mana kamar mandi?" — akan berhasil.

Tambahkan kalimat berikut dalam daftar Anda “Apakah Anda berbicara bahasa Inggris?” yang diucapkan dengan bahasa lokal. Itu menunjukkan rasa hormat. Dan penduduk lokal tampaknya akan menjadi lebih tanggap dan membantu turis yang tidak bertingkah seakan setiap orang harus menguasai bahasa mereka.

Apakah Anda punya kembalian?
Kalimat ini harusnya jangan diucapkan kepada pembawa barang, pemandu wisata, pengemudi taksi bandara, petugas hotel atau petugas layanan yang tidak bekerja di balik mesin kasir. Bepergian dan memberi tip adalah bagian yang tak terpisahkan. Namun, para pelancong harusnya menyiapkan segala bentuk uang kecil dalam mata uang setempat sebelum memulai perjalanan. Jangan bikin para petugas pelayanan dalam posisi yang canggung dengan merogoh dompetnya demi memberikan kembalian atas tip Anda.

Dapatkah Anda membantu saya? Saya tersesat, dan tinggal di …
Apakah Anda pernah menyaksikan film “Taken”? Film itu bercerita mengenai seorang gadis yang diculik di Paris setelah penjahat penyelundup manusia mengetahui tempat tinggalnya. Ya sih, itu film Hollywood. Tapi dalam beberapa hal, seni mengadaptasi realita.

Banyak penjahat mengincar pelancong yang lugu — khususnya di tempat tujuan favorit para turis — dan bukan ide yang bagus untuk mengatakan kepada orang asing bahwa Anda berasal dari luar kota atau memberi tahu tempat Anda menginap. Anda mungkin tidak akan dijual sebagai budak seks, tapi Anda bisa saja dirampok. Apalagi jika hotel tempat Anda menginap minim penjagaan.

Saya tidak mau pergi ke sana, tidak ada ulasan mengenai tempat itu!
Meski kita menghargai kekuatan dan kepraktisan akan ulasan yang diberikan para turis, namun mereka tetap memiliki keterbatasan. Wilayah baru, toko lokal, penginapan yang kecil, dan daerah wisata yang jarang dikunjungi sering kali tidak dibahas dalam ulasan turis. Mengembangkan ketergantungan terhadap ulasan akan mencegah Anda untuk menemukan berbagai hal baru.

Seorang turis mengatakan kepada salah satu situs kami, IndependentTraveler.com, “Beberapa memori luar biasa yang saya miliki berasal dari menjelajahi Swiss dengan kereta api. Saya singgah di beberapa kota tanpa mengetahui apa pun mengenai tempat itu atau di mana saya akan menginap. Itu membuat diri saya menjadi berani dan menemukan berbagai hal baru.”

Ya ampun, aku kan tidak bawa bom
Keamanan bandara kadang memang tampak seperti lelucon — khususnya apabila anak kecil ikut diperiksa atau bila petugas mencuri dari penumpang. Tapi itu tidak berarti bahwa Anda harus jadi komedian saat melintasi alat detektor logam. Banyak pelancong ditangkap karena bercanda soal terorisme di bandara.

Menurut Transportation Security Administration (TSA), “Tingkah agresif, candaan yang tidak layak, dan berbagai ancaman lainnya tidak dapat ditoleransi. Candaan dan atau komentar mengenai ancaman terhadap para penumpang di dalam pesawat akan ditanggapi secara serius dan dapat berujung pada hukuman atas tindak kriminal atau hukuman sipil bagi para pelakunya.” Jadi berlakulah secara wajar dan simpan candaan Anda untuk dilakukan di luar bandara.


Sumber : http://id.berita.yahoo.com/lima-hal-yang-tidak-boleh-diucapkan-oleh-pelancong.html
 

Monday, October 8, 2012

Menjadi Seorang Umat Buddha

"Menjadi Seorang Umat Buddha"

Oleh: Yang Mulia Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera


 

Bagaimana menjadi seorang umat Buddha yang baik? Apakah yang pertama yang harus diperhatikan dan dilakukan? Ini merupakan pertanyaan yang sederhana dan sering ditanyakan oleh seseorang yang tertarik kepada agama Buddha.

Menjadi umat Buddha, syarat pertama, bukan harus bisa membaca paritta dalam bahasa Pali yang mungkin sukar untuk dibaca pertama kali. Bukan pula harus mempunyai altar dengan patung Buddha yang indah di rumah. Meskipun sudah tentu, membaca paritta dan mempunyai altar itu adalah suatu hal yang amat membantu dan sangat baik. Menjadi seorang umat Buddha, pertama kali yang harus dilakukan adalah siap dan berani mengubah cara berpikir.

Seorang umat Buddha akan ditandai oleh cara berpikir yang Buddhistis. Cara berpikir Buddhis, cara berpikir Dhamma adalah kita dihadapkan kepada kenyataan yang “telanjang”, yang terus terang, dan kenyataan itu sering tidak cocok dengan selera kita. Namun menghadapi kenyataan dengan apa adanya ini akan membuat kita menjadi dewasa dan bijaksana.

Satu contoh, kalau kita mengidap penyakit, dan kalau kita menjadi seorang umat Buddha harus mau mengakui bahwa diri kita sakit. Dan itu sesuatu yang tidak gampang. Dhamma meminta kita untuk melihat kenyataan hidup dengan apa adanya, dengan terus terang, dengan tanpa tabir. Selera kita adalah ingin sehat, ingin makan seenak kita, misalnya bir, sate kambing, ayam goreng, dan lain-lain, tapi kenyataan menghadapkan kepada kita bahwa kita sakit.

Oleh karena itu, meskipun berat dan pahit, kalau kita mau melihat kenyataan dan siap menerima kenyataan, maka kita akan berpikir secara dewasa, dan sikap kita akan menjadi sikap yang bijaksana. Lain misalnya kalau kita sakit, kemudian kita ingin menutupi kenyataan itu, pura-pura tidak sakit, “jerih” atau takut melihat kenyataan, serta menganggap diri kita tidak sakit, padahal sesungguhnya sedang sakit. Menutupi penyakit adalah sikap kekanak-kanakan; karena itu sikapnya, tindakan atau perbuatannya kemudian tidak akan menjadi bijaksana. Kita menjauhi obat, tidak menjaga diri. Perbuatan dilakukan bila sesuai dengan selera, sehingga perbuatan itu akan menghancurkan diri sendiri.

Inilah manfaat beragama, terutama menjadi umat Buddha yang mengenal Dhamma. Kita ditantang, diminta kesanggupan kita bukan hanya kesanggupan untuk menyumbang kepada vihara. Bukan! Bukan pula kesanggupan menghapal paritta yang mungkin sulit dibaca. Tetapi kesanggupan mengubah cara berpikir dan kesanggupan untuk berani melihat dengan mata terbuka terhadap kenyataan sebagai mana adanya; sehingga sikap, tindakan, dan perilaku kita menjadi sikap/tindakan/perilaku yang dewasa dan bijaksana.

Saya ingin memberikan sebuah contoh lain. Bila kita sakit demam maka kita tidak boleh makan gorengan dan minum es. Orang tahu akan hal itu. Seandainya orang tua sakit, dia akan mengerti. Karena dia sayang kepada anak-anaknya, dia harus menjaga kesehatannya, orang tua mempunyai tanggung jawab, dan bisa menahan diri, karena dia dewasa. Tetapi kalau anak-anak, mungkin sulit untuk tidak makan gorengan atau minum es. Apa sebab? Sebab dia masih anak-anak, tidak bisa berpikir panjang. Demikan juga dengan kita. Kalau cara berpikir kita masih seperti itu, meskipun usia kita sudah lanjut, maka cara berpikir kita tetap seperti anak-anak.

Pada suatu perayaan, saya menjelaskan tentang materi, tentang uang, tentang hasil dari pekerjaan kita. Agama Buddha tidak menganggap uang , materi, kendaraan, tanah atau rumah itu sebagai jelek, sebagai kotor, sebagai dosa. Tidak sama sekali! karena materi atau uang itu adalah netral. Sama seperti pisau, pisau itu bukan baik, tetapi juga bukan jahat. Listrik itu bukan sesuatu yang penuh cinta kasih, tetapi juga bukan sesuatu yang kejam. Listrik itu bisa membakar rumah, bisa membunuh manusia, tetapi bisa pula menerangi rumah kita, membangkitkan mesin-mesin yang besar. Listrik bukan penuh cinta kasih karena banyak menolong kita, tetapi juga bukan kejam karena menimbulkan bencana. Listrik, uang, materi, kendaraan, tanah, rumah, semua itu netral; bukan baik tetapi juga bukan jelek.

Agama Buddha tidak anti materi, tidak menginginkan Saudara hidup melarat, cukup pakai cawat kulit kayu, makan nasi dengan garam campur air, selesai. Tidak pernah ada ajaran agama Buddha yang demikian. Tetapi yang diminta oleh agama Buddha adalah bagaimana pandangan Saudara dalam memandang uang dan materi itu. Kalau pandangan Saudara dalam memandang uang dan materi itu sama dengan sebelum Saudara menjadi umat Buddha, maka sesungguhnya Saudara bukan umat Buddha.

Karena umat Buddha itu ditandai cara berpikir yang sesuai dengan Dhamma. Umat Buddha tidak ditandai dengan memakai emblim atau simbol atau medalion, tetapi menjadi umat Buddha adalah orang yang siap mengubah cara berpikirnya dalam memandang segala sesuatu. Kalau saudara memandang uang, materi, tanah, mobil, rumah, dan sebaginya itu bukan sebagai kekayaan tetapi sebagai sarana untuk menyejahterakan keluarga, alat untuk melakukan kebaikan yang lebih banyak dalam kehidupan ini, maka itulah cara berpikir umat Buddha.

Semua orang senang akan kesenangan, kebahagiaan, termasuk saya. Siapakah yang tidak senang akan kesenangan, akan kebahagiaan? Tetapi merupakan selera/keinginan manusia untuk kemudian mengukuhi, menggenggam kesenangan dan kebahagiaan ini menjadi miliknya untuk selama-lamanya. Dan menurut kenyataan, hal itu adalah sesuatu yang sangat tidak mungkin. Beranikah Saudara menghadapi kenyataan seperti itu?

Kalau Saudara sudah siap mengubah cara berpikir Saudara, bahwa memang segala sesuatu di dunia ini adalah tidak kekal, kebahagiaan maupun kepuasan adalah tidak kekal, demikian juga dengan problem, kesulitan, kesedihan, adalah tidak kekal, maka Saudara sudah siap menghadapi dunia ini dengan segala perubahannya. Mereka yang menganggap segala sesuatu di dunia ini kekal abadi adalah orang yang paling kecewa di dunia ini. Mereka yang mengukuhi segala sesuatu yang menyenangkan, adalah orang yang paling tidak bahagia di dunia ini, karena sesungguhnya segala sesuatu itu adalah perubahan.

Mengubah cara berpikir seperti ini amat membantu. Sikap memandang dunia ini atau menanggapi segala sesuatu itu dengan jelas, dengan benar dan sesuai dengan kenyataan adalah sesuatu yang amat membantu. Ini lebih berharga daripada Saudara mempunyai bermacam-macam benda pusaka. Pusaka yang bisa dimasukkan ke dalam pikiran itulah yang paling berharga. Pusaka pengertian yang sesuai dengan kenyataan. Dan untuk itu Saudara yang semula, yang mungkin tidak sesuai dengan kenyataan.

Sekali lagi, memang belajar melihat kenyataan dengan terus terang adalah berat. Pahit! karena tidak sesuai dengan selera atau kehendak kita. Selera kita menginginkan kenikmatan, kesenangan, kebahagiaan yang senantiasa, yang terus-menerus. Sehat terus-menerus, anak-anak baik terus-menerus, istri-suami setia terus-menerus, keuntungan terus-menerus, mungkin hidup pun ingin terus-menerus! Itulah selera kita. Siapakah yang senang mati? Siapakah yang senang sengsara, kecewa, menderita, tertekan?

Selera kita adalah agar kenikmatan, kesenangan, kebahagiaan, kesehatan, kesuksesan, keuntungan itu terus-menerus kita miliki. Tetapi itu adalah tidak mungkin. Amat berat mengalami kenyataan kalau suatu saat semua itu sudah berubah. Tetapi itulah kenyataan. Kalau Saudara berani menghadapi kenyataan, itu luar biasa!

Bagaimana agar menjadi berani? Tidak lain adalah harus siap mengubah cara berpikir sesuai dengan kenyataan. Sekarang jangan lagi menganggap segala sesuatu itu abadi, kekal, termasuk penderitaan, kesulitan, problem, karena semuanya tidak kekal.

Mengapa harus putus asa? mengapa harus patah semangat? Sekarang jangan lagi menganggap bahwa uang atau materi itu hartaku, milikku. Sekarang jangan lagi menganggap bahwa hidup ini adalah untung-untungan, pemberian atau hadiah. Tetapi mulai sekarang harus menganggap hidup ini adalah perjuangan. Hidup ini adalah tidak kekal. Kita harus melihat kenyataan itu, sehingga kita tidak berputar-putar di dalam perubahan yang tidak kita kehendaki. Kita harus menjadi dewasa sehingga kita menjadi bijaksana.

Pada umumnya orang mencari kesenangan, kenikmatan, atau kepuasan dari sekitarnya, dari pekerjaannya, dari teman-temannya, dari lingkungan, dari istri/suaminya, dari anak-anaknya. Apakah semua itu bisa memberikan kenikmatan dan kesenangan untuk selamanya bagi Saudara? Suatu saat usaha Saudara turun, suatu saat Saudara dikhianati oleh teman baik Saudara, suami atau istri Saudara kabur, anak-anak Saudara menjadi nakal. Itu mungkin terjadi! Saya tidak perlu membicarakan keluarga yang sukses karena sudah “no problem”.

Justru yang menjadi tantangan bagi kita adalah bagaimana kalau kita menghadapi persoalan/problem. Karena lingkungan kita, kolega kita, pekerjaan kita, suami-istri, anak-anak kita tidak akan selamanya cocok dengan selera atau kemauan kita. Suatu saat kalau lingkungan tempat kita bergantung ini sudah tidak menyenangkan kita lagi, maka habislah kita. Saudara merasa kebahagiaan Saudara dirampok. “Dia dulu baik, kalau dulu saya sakit dia sering menengok. Saya sudah menganggapnya seperti saudara, kenapa dia sekarang mengkhianati saya?” Hal itu sering terjadi. Mungkin juga suatu saat bisa menimpa Saudara. Anak sendiri, darah dagingnya sendiri menodongnya, bisa terjadi! Suami-istri yang sudah 20 atau 25 tahun menikah, bisa berpisah.

Meskipun Saudara tidak menghadapi problem seperti ini, suatu saat Saudara akan menghadapi problem yang tidak menyenangkan Saudara. Kalau masih satu atau dua problem dan Saudara masih mempunyai kenikmatan di bidang lain, maka tidak ada persoalan. Tetapi kalau problem itu datang bertubi-tubi dan bersamaan, semua tempat Saudara bergantung tidak dapat memuaskan Saudara, habislah kebahagiaan Saudara. Seperti digarong habis-habisan. Mampukah Saudara bertahan? Kalau Saudara mempunyai simpanan di dalam batin, Saudara akan bisa bertahan. “Andaikata lingkungan sudah tidak bisa lagi sesuai dengan selera saya, saya masih mempunyai kesenangan dan kebahagiaan batin”.

Dengan demikian Saudara akan bertahan. Dari manakah kita bisa mendapatkan kebahagiaan batin? Yakni dari pengetahuan mengenai hakikat kehidupan ini sebagaimana adanya, dan melakukan kebaikan. Inilah gunanya melakukan kebaikan. Saya tidak berbicara kalau berbuat baik, akibat kammanya begini-begitu, tetapi kebajikan itu akan menjadi simpanan batin. Tidak terasa seperti Saudara menabung di bank. Mungkin Saudara berkata: “Apa gunanya sih menabung, mengurangi jatah?” Tetapi nanti kalau Saudara tiba pada keadaan yang sangat menyulitkan, Saudara baru dapat merasakannya. Inilah keuntungan orang menabung: berbuat baik.

Maka anjuran saya, permintaan saya, cobalah Saudara menabung. Menabung di dalam batin Saudara. Untuk suatu saat kalau Saudara ditinggal oleh kolega Saudara, dikhianati oleh teman-teman Saudara, ditinggalkan oleh teman-teman saudara, ditinggalkan oleh yang lain, jatuh dalam kesulitan, Saudara mampu tetap bertahan, punya daya tahan yang Saudara bangun sendiri. Tidak ada orang yang bisa menghadiahkan daya tahan, kesabaran, kekuatan, dan lain-lain. Semua itu harus dilatih, ditumbuhkan, dan dikembangkan di dalam diri oleh diri sendiri, sebagai kekayaan pribadi di dalam.

Inilah ajaran agama Buddha. Memang tidak simpel/mudah. Ajaran agama Buddha itu tidak menawarkan dua alternatif: Percaya atau tidak! Kalau itu gampang sekali. “Kalau tidak percaya, Saudara boleh memilih yang lain; kalau percaya OK!” Agama Buddha tidak se-simple itu. Tetapi Saudara dituntun seperti orang buta, lalu diobati, dibimbing pelan-pelan, bagaimana untuk menghadapi kehidupan ini, supaya bisa berdiri di atas kaki sendiri. Sulit memang! Hasil-hasil besar yang ada di dunia ini bukanlah suatu kebetulan. Orang-orang besar yang bisa menemukan penemuan besar spritual atau material di dunia ilmu, itu tidak ada yang kebetulan. Semua itu adalah perjuangan.

Kalau saya ditanya, “Bhante, menjadi umat Buddha bangganya apa?” Apakah karena viharanya yang besar? Karena kebaktiannya yang rapi? Bukan! Saya bangga menjadi umat Buddha karena saya mempunyai wawasan yang luas. Saya tidak sekedar disodorkan: “Ya atau tidak. Percaya atau tidak”. Sama sekali tidak. Tetapi saya disodorkan pengertian. Kalau saya mengerti, saya akan percaya. Bukan dibalik: “Kalau anda percaya, anda akan mengerti”. Tidak demikian. Tetapi kalau anda mengerti, tidak usah diminta, anda akan percaya.

Mempunyai cara berpikir yang benar, sikap memandang kehidupan ini dengan benar, adalah syarat yang pertama menjadi seorang umat Buddha. Memang berat! Tetapi itulah dunia ini sebagaimana adanya.

Sebagai penutup, saya akan mengutip kata-kata dalam kitab suci Dhammapada:

“Attana hi sudantena, natham labhati dullabham”.

Yang artinya:

“Setelah dapat mengendalikan diri sendiri dengan baik, seseorang akan memperoleh perlindungan yang amat sukar dicari”.

Kalau Saudara mau mendidik diri sendiri, Saudara akan mendapat keuntungan yang sukar dicari, dan keuntunngan itu adalah pelindung. Siapa yang bisa melindungi Saudara, yang paling setia, yang tidak berkhianat, yang aman? Yaitu pikiran saudara sendiri yang sudah dilatih. Karena yang mencelakakan Saudara, yang menghancurkan Saudara, juga adalah pikiran Saudara sendiri. Karena itu dengan melatih diri sendiri, akan mendapat keuntungan yang sukar dicari, yaitu pelindung yang setia.

Marilah kita siap menghadapi kenyataan, punyailah modal di dalam batin yang lebih kuat, tegar menghadapi apapun. Karena apapun yang ada atau yang terjadi, adalah tidak kekal.

 

Dikutip dari Buku Pengabdian Tiada Henti, 20 th Abdi Dhamma Sangha Theravada Indonesia

Silahkan dishare dan semoga bermanfaat. Sadhu Sadhu Sadhu
 

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=121637491320566&set=a.121637487987233.25782.100004229473747&type=1&ref=nf
The hardest moment is not when tears flow from your eyes, it’s when you have to hide the tears in your eyes with a smile. 

BUT please remember this : 
No matter how hard it is, never ever learn how to give up ! 
Keep on going, keep on moving and do let the positive spirit covering your heart and soul ! 
Nothing won't last forever so do the pain. 

The worst feeling in the world is knowing you've done everything you can to show someone you love him, and yet he still choose someone else over you. :/

The best part of LOVE.... is when others try to steal your partner and yet your partner still he always CHOOSE to stay with you.

4 (four) positive thoughts on life :

Look back and get experience !
Look forward and see hope !
Look around and find reality !
Look within and find yourself !

Friday, October 5, 2012

Teratai Salju

Teratai Salju

by Tan Iwan on Wednesday, September 19, 2012 at 7:27pm ·


A. Sekilas tentang Teratai Salju



Sanso Snow Lotus Flower (Saussurea involucrate/teratai salju memiliki sekitar 300 jenis spesies tanaman berbunga dalam keluarga Asteraceae, tumbuh didaerah puncak pegunungan dengan suhu sangat dingin di kutub Asia, Eropa dan Amerika Utara, keragaman habitat terbesarnya berada dipuncak pegunungan Himalaya. Teratai salju berfungsi menyembuhkan berbagai penyakit dan memperkuat kesehatan tubuh. Ini adalah ramuan herbal abadi serta termasuk tanaman yang sudah langka serta paling hebat karena mampu hidup dalam situasi iklim yang sangat keras pada ketinggian 3500 s/d 5000 meter, dengan suhu yang sangat dingin selama 8 s/d 10 bulan dipuncak pegunungan, tetapi tetap mampu bertahan hidup pada tanah yang sangat kaya humus kerikil pada puncak gunung tersebut

B.  Sejarah dan perkembangan ramuan berkhasiat Teratai Salju



Bunga Teratai Salju atau dikenal juga dengan sebutan Bunga 'Tian Shan Xue Lian' (saussurea involucrate) terdapat dibagian utara-selatan pegunungan Tian Shan tempat ditemukannya bunga langka ini. Bunga ini sudah sangat terkenal sejak zaman Dinasti Qing.
Bunga teratai salju ini di kembangkan oleh bhikkhu Tibet untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gangguan darah lainnya, serta berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan kehamilan dan menstruasi.
Ramuan Teratai salju ini dikenal juga dengan sebutan xue lian 西藏 雪莲 酵素 atau kefir (天山 雪莲)

****
 Kisah penyebaran Ramuan Teratai Salju ini diimulai dengan kisah seorang profesor medis asal Polandia yang mengidap penyakit kanker liver. Sewaktu berada di Tibet, beliau memminumi ramuan Teratai Salju ini yang diberikan oleh biksu Tibet selama 18 bulan dan akhirnya berhasil disembuhkan.

****
Malaysia
Cerita ini mengatakan bahwa ada seorang pria yang menderita sakit parah karena mengidap kanker. Dokter telah mendiagnosa dirinya hanya dapat bertahan hidup beberapa bulan.
Dengan perasaan tidak mau menyerah dengan penyakit yang dideritanya, dia pun memutuskan untuk pergi ke Tibet guna mencari obat ajaib.
Di Tibet dia menemukan sebuah vihara dan dia pun menjalani perawatan di sana.
Setelah beberapa lama ia dirawat di vihara tersebut, secara mengejutkan ia telah sembuh dari penyakitnya.

Karena merasa bersyukur atas kesembuhan penyakitnya ia pun meminta izin untuk membawa ramuan Teratai Salju ke Malaysia guna untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Para biksu di vihara tersebut mengizinkannya untuk membawa pulang Teratai Salju itu tetapi dengan syarat jika dia bisa mematuhi satu syarat yaitu ia tidak boleh meminta imbalan apapun ataupun penghargaan dalam bentuk apapun. Dia hanya diperbolehkan untuk berbagi kepada orang lain tanpa pamrih dan kemudian pria itu pun setuju dengan persyaratan dari biksu Tibet.

****
Sebuah artikel dari China Press menceritakan bahwa ada seorang wanita di Penang yang telah membuat enzim Teratai Salju dalam barel dan mendistribusikannya ke rumah orang tua dan membantu orang-orang miskin yang tidak mampu membayar perawatan medis



C. Enzim Teratai Salju

Enzim adalah molekul protein yang bertanggung jawab untuk semua aktivitas biologis dalam sel manusia. Enzim merupakan katalis organik yang meningkatkan proses di mana makanan dipecah dan diserap oleh tubuh dan membantu berbagai fungsi berlangsungnya metabolisme dalam tubuh.
 Tubuh kita akan sangat terganggu tanpa adanya enzim. Tubuh manusia tidak akan mampu mencerna, menyerap dan memanfaatkan nutrisi. Enzim sangat spesifik dibandingkan dengan katalis anorganik seperti asam, basa, logam dan oksida logam. Enzim dapat memecah senyawa tertentu.

Enzim yang terdapat di dalam Teratai Salju merupakan senyawa yang halus seperti zat yang terdapat di dalam sel hidup baik hewani maupun nabati.

Enzim Teratai Salju berenergi molekul protein yang diperlukan bagi kehidupan. Enzim ini mengkatalisasi dan mengatur hampir semua reaksi biokimia yang terjadi dalam tubuh manusia. Jika kekurangan enzim dapat menyebabkan gangguan fungsi organ, tidak bisa mendukung metabolisme tubuh kita, sehingga tubuh kita menjadi tidak sehat / berpenyakit, ataupun mati. Pada kenyataannya, anda telah cukup mengkonsumsi vitamin, air mineral, dan protein. Namun, tanpa enzim yang cukup nutrisi mereka tidak akan dapat berfungsi dengan baik. Akibatnya akan dapat menganggu kesehatan kita.



D. Manfaat Teratai Salju:

- mengatur fungsi tubuh anti dumping.
- Berfungsi untuk menyembuhkan sakit jantung serta menurunkan kolesterol.
- Menyembuhkan asam lambung, asam urat dan ambeyen.
- Menurunkan kadar kencing manis/sakit gula.
- Secara teratur berperan membantu memperbaiki pada limpa, hati dan pancreas.
- Berfungsi menyembuhkan penyakit batu kandung empedu dan memiliki peran menghancurkan batu kandung empedu.
- Dapat mereproduksi antitoksin, pengobatan infeksi beberapa organ tubuh yang terinfeksi dan dapat menetralisir tekanan darah.
- Memiliki perawatan dan stimulasi fungsi memperkuat ginjal dan kantong kemih.
- Membantu memperbaiki struktur tubuh, bermanfaat mengurangi kelelahan, pengaruh stress.
- Bisa membantu pencernaan (bagi yang kesulitan membuang air besar).
- Mengatur fungsi mensterilisasi dan menghentikan pendarahan.
- Mencegah/menyembuhkan penyakit arthrtis sexual, impotensi dan lemah syahwat.
- Mengobati penyakit pinggang, reumatik.
- Meningkatkan dan memelihara kesehatan saluran rongga usus dan sekitarnya.
- Untuk mencegah efek samping yang disebabkan oleh konsumsi antibiotik.
- Meringankan dari kondisi memburuk dan penyebab infeksi Gastroenteritis yang akut (infeksi lambung usus).
- Memperbaiki gejala alergi anak-anak.
- Mencegah penyakit yang disebabkan virus menular dan mencegah penyebaran kanker.
- Bisa menghilangkan Flek hitam/tua di tubuh dan wajah.
- Membantu menghilangkan kelelahan / capek
- Anti penuaan
- Menormalkan tekanan darah
- Dapat membantu tidur bagi penderita insomia
- Air bilasan bs jg digunakan utk penyembuhan bagian dalam tubuh (diminum) bagi pengidap alergi/yg ga tahan terhadap alkohol. (TS hasil fermentasi jd mengandung alkohol), salah satu efek alergi alkohol adalah biduran/gatal"
- Mempercepat metabolisme sel
- Memperlambat pembentukan lemak di organ tubuh dan jaringan


Ramuan Kuntum Teratai Salju tidak mengandung bahan kimiawi, melainkan terdapat berbagai kandungan gizi yang dibutuhkan oleh organ tubuh manusia. Fermentasi Kuntum Teratai Salju ini menjadi enzim laktat dan bakteri asam laktat aktif untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, membentuk dan memperkuat daya tahan tubuh serta bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

E. Cara Pembuatan

Bahan:
1 mangkok teratai salju,
750 cc air matang dengan suhu ruang
250 gram. gula aren (HARUS aren jangan gula kelapa)
Semua peralatan jagAn ada yg mengandung unsur ALUMINIUM ATAU STAINLESS/ALAT DARI LOGAM

Cara pembuatan:
1. 250 gram gula aren dicairkan dengan 750 cc air matang
2. Saring air gula aren yang telah dicairkan tadi dan masukkan ke dalam toples
 3. Masukkan bibit teratai salju ke dalam toples yang telah berisi air gula aren hasil saringan
4.  Tutup toples tetapi jangan terlalu kencang / rapat
5. Catat tanggal dan jam pembuatan teratai salju ini
6. Taruh toples yang berisi teratai salju dan gula aren ini di tempat yang kering dan jauhkan dari sinar matahari
7. Pada hari ketiga buka tutup toples ( contoh di buat hari minggu di panen pada hari rabu Jam yg sama)
8. Saring air pertama hasil fermentasi teratai salju ini kemudian masukan ke dalam botol kaca =>air ini digunakan untuk diminum
9. Bilas bibit Teratai Salju sampai tiga kali bilasan akan tetapi jangan diaduk dengan menggunakan tangan =>air bilasan dapat digunakan untuk penyemuhan bagian luar tubuh
10. Apabila tidak ingin melakukan proses fermentasi bibit TS yang telah dibilas tadi dapat di simpan di dalam wadah plastik kedap udara dan simpan di kulkas (bagian rak sayur jangan di freezer)

Video Tutorial :
http://www.youtube.com/watch?v=pk-fv72fCUU&feature=player_embedded
http://www.youtube.com/watch?v=UKItcIRkDyg&feature=player_embedded

F.  Dosis dan Anjuran Konsumsi
- Untuk yang sakit / yang memiliki alergi biduran minum 1/3 atau 1/2 seloki terlebih dahulu baru kalau sudah cocok dapat minum 1 seloki
- Untuk yang sudah cocok dapat diminum sebanyak 1 sloki
- Diminum sebelum tidur
- Untuk penderita sakit maag / lambungminum sesudah makan
- Minum selama 20 hari lalu berhenti selama 5-10 hari kemudian ulangi lagi
- Untuk penyembuhan bagian luar tubuh (misalnya jerawat) gunakan kapas dan rendam kapas dengan air bilasan TS lalu kompress di bagian yang ingin disembuhkan selama 15 menit.
-  Tidak cocok untuk wanita hamil akan tetapi dapat di minum setelah 3 bulan persalinan
-  Dapat diminum 4 jam kemudian setelah mengkonsumsi umbi-umbian (seperti kentang)
- Konsumen yang memiliki penyakit koroner dan pasien Asma harus mengencerkan enzim dengan air sebelum diminum.                                                                  - Minuman ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan, lebih dari sekali s
-  Minuman ini berkesan "panas" Karena itu minumlah banyak air. Air kelapa dapat membantu juga.                                                                                    

G. Testimonial Yang Telah Konsumsi Teratai Salju

Sumber : ”http://www.ayahuasca-wasi.com/2010/water-kefir/

Dr. Gabriel Cousens, a leading expert in the raw food community, writes in his book “Rainbow Green Live Food Cuisine“: “Kefir grains produce right-rotating L(+) lactic acid, which is an important constituent of the human body. It is particularly important in the prevention of cancer and has been used experimentally with success in the treatment of cancer. In addition, right-rotating lactic acid may help maintaining healthy functioning of the heart. According to some researchers, the cells of the heart muscle obtain their energy primarily from right-rotating lactic acid.


Sumber :
http://absolutginger.wordpress.com/2010/11/10/snow-lotus-enzyme-benefits/

Testimonial #1
My aunt sometimes, has problem sleeping at night. So, she would pop 1/3 of a valium pill whenever insomnia strikes. After taking this enzyme, she no longer requires to take valium. I guess enzyme is definitely better than taking sleeping pills in the long run!

Testimonial #2
I didn’t really notice this till a friend shared with me that, she gave a bottle of the enzymes to one of her friends who has problem getting out of bed. He’s a man in his 40s. In the morning, before getting out of the bed, he had to wait a little while because his joints were stiff. Then, he had to grab whatever he could to help him to get up. After taking this enzyme for a month, he has no problem getting out of bed now. In fact, he told my friend, he could just practically jump out of bed in the morning with joy! Haha! Speaking of which, I also had the same problem sometime back – stiff joints. These days, getting out of bed is no longer a chore!

Testimonial #3
My cleaner shared with me this story. Her friend is a cab driver. He couldn’t drive the whole day because of back pain. He would only go out in the morning and had to retire after lunch as his back will be sore. After taking this enzyme for a month, he is now able to be more productive! He has been driving cab the whole day and the pain behind his back is gone!

Testimonial #4
A colleague brought back the solution from conserved water from rinsed snow lotus yeasts during harvesting for her daughter. Her daughter has a back full of pimples. During bathing, she rinsed her back with the solution. After two weeks, there is a marked improvement! No more new pimples sprouting and the scars are healing beautifully.

Testimonial #5
A colleague is suffering from severe period pains for some time. So, she went to the doctor in June this year and discovered that she had 6 fibroids. One of them is as big as 4 cm. The doctor advised her to immediately undergo surgery to remove them. She hesitated and, upon hearing this, my other colleague – the very nice lady who shared this enzyme with me, gave her a bottle of enzymes to try. She consumed enzymes for two weeks and went to the doctor again last week. Surprisingly, the fibroids had reduced to only 4 and their sizes are shrinking! It’s a miracle! Even her doctor was puzzled! She was really happy that my colleague shared this with her! Apparently, a few ladies had also share the same testimonial on period pains. After consuming the enzyme, they feel that less pain or totally painless when they have their monthlies.

Testimonial #6
Another cleaner from my office shared that she has been having problems sleeping for many years. She would go to bed at 11 pm, hoping to get a shut eye but she could not sleep, even if she’s very tired. She had to toss and turn in bed, sometimes till 3 am before falling asleep and woke up at 7 am for work, groggily. After consuming the enzyme, she has been able to sleep well and feeling fresh the next morning, so she’s very happy.

Testimonial #7
I got this from a comment in my first post on snow lotus yeast enzymes. Here goes: -
elise Says:November 4, 2010 at 10:44 amMy colleague mother who has diabetic, who needs injects insulin 3 times a day with rating point:13, after taken the enzyme, her rate drop to point:5, so she is very convinced.

Testimonial #8
Since a friend was away from holiday the whole week, she came back and found that the vegetables in the fridge were no longer fresh. In order not to waste, she decided to cook them anyway. So, she soaked the vegetables with a spoon of enzyme in water. Surprisingly, the vegetables turned out to be crunchy!

*******

Terima kasih buat sahabat-sahabat dari members Buddha School untuk segala macam informasi dan penyebaran Teratao Salju ini semoga ramuan Teratai Salju ini dapat bermanfaat bagi semua orang yang membutuhkannya, mengingat semakin mahalnya harga obat-obatan saat ini.

Informasi lebih lengkap tentang teratai salju ini dapat dilihat di thread di bawah ini :
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=498259343535380&set=o.176343255742754&type=1&theater


Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

********
Nara Sumber rangkuman artikel :
- Status dan informasi dari Ai Mhel Latie, Ai Chuei Chuei Ajah, Ai Lie Po Hian, Ko Sin Chan, Ko Danny Chen ( xie2 ^^ )
- https://www.facebook.com/ramuankuntum.terataisalju
http://wlst-ourfirstjourney.blogspot.com/2009/12/snow-lotus-yeast-enzyme.html
- http://en.wikipedia.org/wiki/Saussurea
http://absolutginger.wordpress.com/2010/11/10/snow-lotus-enzyme-benefits/
http://naturalcancer.blogspot.com/2011/07/tibet-xue-lian-cured-cancer-and-more.html
- https://www.facebook.com/groups/www.buddhaschool/437177656325978/?notif_t=group_comment_reply

Sumber : https://www.facebook.com/notes/tan-iwan/teratai-salju/10151240258389560
 

Thursday, October 4, 2012

Takjub Dengan Luasnya Summer Palace Beijing

Ada ungkapan, “Bergurulah sampai ke Cina”. Awalnya, saya tidak mengerti apa maksudnya. Tetapi, akhirnya saya mengerti setelah berkunjung ke “TKP” langsung. Terutama, Beijing. Sejak menit saya menginjakkan kaki di bandara internasional Capital, mulut saya tidak henti-hentinya menganga. Terkadang, saya berkali-kali memegang tangan teman perjalanan saya untuk membuktikan saya memang berada di kota yang super luas dan menakjubkan.

Summer Palace dari kejauhan. (Syanne Susita)

Ada beberapa tempat yang membuat saya begitu mengagumi Beijing. Salah satunya adalah Summer Palace yang terletak di daerah Haidian, sebelah barat laut kota Beijing. Agak jauh memang. Sekitar 40 menit dengan taksi, termasuk macet. Namun, setelah melihat pemandangan di tempat itu, perjalanan jauh itu pun seperti terbayar. Biaya taksi sekitar 100 yuan (Rp 150 ribu) memang agak mahal tapi menghemat waktu. Sebenarnya banyak pilihan bus dan naik kereta bawah tanah yang jelas jauh lebih murah.

Summer Palace. (Syanne Susita)

Begitu memasuki pintu masuk, Danau Kunming yang luas sukses membuat perut mulas. Di sebelah kiri, terdapat jembatan panjang dengan 17 lekukan (Shiqi Kong Qiao) yang menjadi penyambung dari pulau buatan yang diberi nama Nanhu Dao. Di pulau seluas 2,2 kilometer persegi ini terdapat Hall of Embracing Universe.

Danau Kunming. (Syanne Susita)

Namun, perhatian saya lebih tertuju ke sebelah kanan danau, yakni Wangshou Shan/Longevity Hill. Dari jauh terlihat menara Tower of Buddha’s Fragrance. Untuk mencapai menara ini dari pintu gerbang depan cukup jauh, sekitar satu kilometer sendiri. Untung, pemandangan saat menyusuri pinggir danau sangat menakjubkan.

Wangshou Shan. (Syanne Susita)

Berhubung saya ke sana di akhir musim dingin, danau Kunming pun membeku. Terus terang, melihat danau beku merupakan pengalaman pertama sehingga saya pun takjub berat. Di tengah-tengah danau, terlihat ada beberapa cowok yang asyik berseluncur es — walau di pinggir danau jelas-jelas ada larangan tidak boleh menginjak es.

Summer Palace dulunya merupakan tempat tinggal raja selama musim panas. Istana ini sebenarnya istana musim panas keduanya. Yang lama, masih di distrik yang sama, sudah tinggal reruntuhan. Sebagai tempat menikmati musim panas, tidak heran jika hampir semua paviliun yang diciptakan di sekitar danau sangat menarik.

Salah satunya adalah paviliun Zhichun Ting (Heralding Spring Pavilion). Dengan jembatan dan pilar-pilar warna merah, pavilion dengan atap kerucut bertingkat khas Cina, tempat ini memang enak sekali buat tempat “ngadem” alias berteduh, menikmati semilir angin sejuk menjelang musim dingin. Di sebelah paviliun, terdapat menara Wenchang yang pintu gerbangnya lagi-lagi membuat saya takjub. Dengan tanah yang luas, Cina memang kalau membuat sesuatu selalu dalam skala besar dan luas. Apalagi, tempat ini dibuat sebagai tempat peristirahatan sang raja.

Zhichun Ting. (Syanne Susita)

Berhubung waktu yang agak terbatas, saya tidak masuk ke menara Wenchang. Tujuan utama saya adalah menara 36 meter Foxiang Ge yang berada ditengah bukit. Saat mendekati bukit, kebesaran budaya negara yang sering disebut Tiongkok semakin terasa. Tidak hanya dari pintu gerbang, aula, kuil, arca/patung, koridor sampai penataan taman.

Jejeran cemara di koridor panjang menuju menara menambah keindahaan. Ukiran di langit-langit di setiap aula yang saya dilewati juga menakjubkan. Bagaimana mereka bisa menempelkan ukiran begitu detail dan bisa bertahan begitu lama juga membuat decak kagum saya tidak berhenti. Begitu tiba di atas menara, melihat danau yang begitu luas dan beku dengan pohon di pinggir danau yang beranting kering juga menjadi satu pemandangan yang hanya bisa dinikmati di Summer Palace.

Jejeran cemara menuju menara. (Syanne Susita)

Bangunan menarik lainnya adalah satunya adalah perahu marmer Qingyang Fan (Clear and Peaceful Boat). Bagaimana perahu marmer sepanjang 36 meter itu bisa dibawa di pinggir danau juga membuat saya mengerti mengapa UNESCO memasukkan tempat ini dalam daftar warisan dunia. Istana musim panas ini bisa dibilang merupakan perpaduan dari kecerdasan manusia dalam berkreasi namun tetap berharmoni dengan alam.

Perahu marmer Qingyang Fan. (Syanne Susita)

Soal harmoni alam di istana ini bisa dilihat dari tata taman luas yang ada di sekitar istana. Sukses membuat saya sangat betah berlama-lama saking indahnya. Saya lupa kalau saya sedang berada di luar ruangan dengan suhu di bawah 20 derajat, suhu yang jelas bukan suhu yang badan saya biasa alami.


Sumber :  http://id.berita.yahoo.com/takjub-dengan-luasnya-summer-palace-beijing.html

Wednesday, October 3, 2012

Seorang Om, BBM-an PDKT dengan ABG.

Om : lagi apa sayang?
ABG : l461 54nt41 4j4 n1h... Om l491 4p4...?
 
Om : rusak BB'nya sayang.....?
ABG : 94k 0m... k3n4p4 3m4n6...?
 
Om : kamu BBM'an dengan saya pake Blackberry atau kalkulator??
 
..(`'•.¸(` '•. ¸* ¸.•'´)¸.•'´)..
Ẅªªĸªªĸªª=D=))ẅªªĸªªĸªª
..(¸. •'´(¸.•'´ * `'•.¸)`'•.¸ )..

Sunday, September 30, 2012


They say love is more important than money.
Whoooa... have you ever tried paying your bills with a hug !? ^,^

Merendahkan Agama sendiri


Kadang ketika kita melecehkan keyakinan , sekte, atau agama lain, itu juga tanda iri hati. Saya selalu ingat akan ucapan raja Buddhis bernama Ashoka yang dipahat di batu karang dan masih ada hingga sekarang di sebuah museum di India.

Raja Ashoka mendorong kerukunan antar – agama , dan 2.200 tahun yang lalu ia menulis sebuah pesan yang masih sama pentingnya sampai zaman sekarang. Bahkan mungkin lebih bermakna pada masa kini , “siapa pun yang merendahkan agama orang lain , ia merendahkan agamanya sendiri”.

Merendahkan agama lain hanya membuat agama sendiri lebih buruk. Ucapan ini berasal dari seorang raja agung, orang yang sangat bijak. Jadi mengapa kita merendahkan keyakinan atau agama orang lain dengan ucapan negative seperti , ”keyakinan seperti itu tidak baik. Sekte itu tidak baik. Kitalah yang terbaik” itu adalah kecemburuan yang mengerikan . dan kecemburuan seperti itu menjadi lebih parah jika orang pergi berperang, meledakkan orang banyka , gara-gara kecemburuan seperti itu.

Ketika saya pertama kali di undang ke Christ grammar school, sebuah sekolah kristiani, untuk memberikan ceramah disebuah pertemuan guru dan murid, saya diundang oleh pastornya, seorang sahabat yang sangat baik, yang memperkenalkan saya kepada kepala sekolahnya. Kepala sekolah ini memberitahu saya urutan acara itu.

“ di pertemuan ,” jelasnya, “semua anak pertama-tama akan masuk terlebih dahulu dan para guru akan menenangkan mereka. Terakhir sekali, kita bertiga akan berjalan masuk bersama : kepala sekolah, pastor , dan tamu yang diundang . ketika berjalan masuk, kita membungkuk hormat kepada altar Yesus di sana” ini mirip seperti misa kristiani. Kemudian kepala sekolah itu berpaling kepada saya dan berkata ,”tapi karena Anda seorang Bhiksu , Anda tak perlu membungkuk,” tambahnya.

Mendengar itu, saya langsung memprotes dan menuntut hak saya, “tapi saya ingin menghormat. Saya berhak membungkuk dan menghormat.” “bagaimana mungkin Anda membungkuk ? Anda kan Buddhist !” saya bilang , “Ada sesuatu dalam Altar itu, dalam figure itu, yang saya bisa hormati. Itulah yang saya hormati dan hargai. Saya tidak membungkuk pada semua aspek yang ada di sana, sebab ada beberapa hal yang tidak saya setujui, namun ada cukup banyak hal di sana yang saya hargai , dan saya akan membungkuk pada apa yang saya hargai .”

Mereka sangat terkesan dengan sikap itu , yang alih-alih mencari kesalahan dan mendeskriminasi, kita menjunjung kesamaan kita, kemudian kita berfokus pada kesamaan itu. Ini sangat indah dan menakjubkan, mana ada kecemburuan dalam hal ini ? karena hal yang paling penting adalah kedamaian dan kebebasan , kebahagiaan dan keselarasan.





Sumber dari Si cacing dan kotoran kesayangannya 2
By Ajahn Brahm
Memories are what warm you up from the inside. But they're also what tear you apart.



 


Saturday, September 29, 2012


Sebongkah es beku memiliki kekerasan yang cukup untuk menyakiti bila terlempar mengenai kepala kita. Bongkahan es itu disebut juga es batu bukan hanya karena bentuk tetapi juga kekerasannya. Bila kita menggenggamnya erat-erat maka tangan kita tak akan merasa nyaman melainkan justru kedinginan menusuk kita rasakan. Saat kita masukkan bongkahan es batu itu ke dalam gelas berisi air, maka es batu itu tidak saja mencair tetapi juga mampu mendinginkan air didalam gelas itu.

Kita pun memiliki es batu berupa "kepala batu", begitu tinggi harga diri seakan merasa paling unggul dan mulia dibanding yang lain tanpa menyadari kepala batu dapat menyakiti sekitar kita. Semakin kita mempertahankan "kepala batu" sebenarnya hanya membuat semakin berat dan besar beban yang harus dipikul akibat kita sendiri.Seandainya "kepala batu" itu dapat kita cairkan seperti es batu yang perlahan tapi pasti mencair di dalam gelas air, maka kita akan memperoleh suasana yang sejuk dan memberi manfaat bagi banyak orang di sekitar kita.

Es batu itu adalah "konsep diri" kita yang seringkali memupuk ego bukannya kerendahan hati. Menumpuk gengsi demi harga diri yang seolah-olah sejati padahal semu. Menempatkan martabat setinggi-tingginya dengan pengertian itulah tujuan hidup mulia walau sesungguhnya justru itulah penyebab kehancuran.


Air di gelas adalah kerendahan hati yang mampu mencairkan kebekuan, meluruhkan kesombongan, menyejukkan bara angkara. Dan pada akhirnya menumbuhkan kebijaksanaan. Namun tetaplah mawas, karena air yang membeku akan menjadi es batu .....


Belajar dari yang berlalu, Bermawas pada saat ini, & Berkesadaran menyongsong esok




Relationships these days are harder now because... 

conversations become texting, 

arguments become phone calls, and 

feelings become status updates.



WORDS and HEARTS should be handled with care because when words are spoken and hearts are broken, they are the the HARDEST things to repair...

In life you will meet two kinds of people. 
Ones who build you up, and ones who tear you down. 
But in the end, you will thank them both.

We all have complete control over the things that we say but we have no control over how it effects others...choose your words wisely...

Just because I don't talk about my problems doesn't mean they don't exist.