Wednesday, February 11, 2015

Menanti Kelahiran Putra-Putri anda ? Berikut Nama-Nama Buddhist yang Bisa Menjadi Referensi


 Nama-nama Bayi Buddhist

Setiap perumah-tangga pastinya menjalani kehidupan dengan berbagai warna-warninya, salah satunya adalah melahirkan putra atau putri pertamanya, proses menanti kelahiran anak pertama tentunya menjadi pengalaman tersendiri yang dirasakan setiap orang, tidak hanya melahirkan seorang anak namun ia juga berubah status menjadi seorang ibu atau bapak. Banyak hal yang perlu dipersiapkan menjelang kelahiran putra/putri ini, salah satunya adalah memilih nama.

Nama adalah pemberian orang tua yang sangat penting bagi kehidupan anak tersebut, untuk itu orang tua sangat berpikir matang untuk memberikan nama bagi anaknya kelak. Terdapat berbagai pilihan nama yang sudah ada, masing-masing budaya, negara dan juga agama memiliki jenis-jenis atau kumpulan nama-namanya sendiri sendiri semua memiliki arti yang berbeda beda. Hal ini juga terdapat dalam agama Buddha, terdapat kumpulan nama-nama buddhist yang bisa dijadikan referensi untuk memberikan nama pada anak kita. Dari sosok-sosok yang terdapat dalam kisah hidup di zaman Sang Buddha, seperti Sang Pangeran sendiri yang diberi nama “Siddhartha Gautama”  (Sanskerta: Siddhattha Gotama; Pali: “keturunan Gotama yang tujuannya tercapai”). Banyak juga nama-nama yang bisa kita ambil dari tokoh lainnya seperti “Ananda”, “Yasodhara”, “Anathapindika” dan lainnya.

Berikut nama-nama buddhist yang bisa dapat anda jadikan referensi untuk pemberian nama untuk buah hati anda.

A
Abaddha/Abaddhana : bebas, tidak terikat
Abbha : langit
Abhaya : aman, bebas dari rasa takut
Abhimanggala : selamat, beruntung
Abhinava : baru, segar
Abhinnya : pengetahuan batin tinggi
Abhippasãda : kepercayaan
Abhirãdha : senang, riang, suka
Abhita/Abhiru/Abhiruka : berani
Abhivãda : penghormatan
Abyãpãda : tidak mempunyai kemauan jahat
Acala : tak tergoyahkan; bukit
Ãcariya : guru, pembimbing
Accana : penghormatan, pemujaan
Accha : terang, jernih, suci, murni
Accharã : peri, bidadari
Acchariya : ajaib, memukau, yang menyebabkan terpengaruh
Acci : lidah api, terik (matahari)
Accimã : benderang, menyala-nyala, cerdas
Accita : mulia, terhormat
Accuta : abadi, kepadaman total/abadi
Ãcinnadhamma : berperangai sesuai Dhamma
Ãdara : belas kasihan, sayang, peduli
Ãdãsa : cermin
Adda : basah, berair
Addha : kaya, mewah; setengah, separoh
Addhagu : pengembara
Addhika : pengembara
Addhi : gunung
Adhi : atas, lebih (unggul dsb)
Adhika : unggul, lebih tinggi
Adhipannya : kebijaksanaan yang lebih tinggi
Adhipati : tuan, pemimpin
Ãdi : pertama, awal
Ãdicca (Aditya) : matahari
Aga : gunung, pohon
Agada : sehat, baik; obat, jamu
Agãra : rumah
Agga : tertinggi, terhebat, puncak, unggul
Aggi (Agni) : api
Agha : langit, angkasa
Aha : hari
Ãhãra : makanan
Ahimsa : tanpa kekerasan
Ajãtasattu : nama seorang raja di jaman Sang Buddha, putra Raja Bimbisara
Ajimha : lurus, tulus hati
Ãjiva : penghidupan
Ajjhayaka : guru
Akalika : terbebas dari waktu
Ãkãsa : angkasa
Akka : matahari
Akkhadassa : hakim, wasit
Akkhaya : abadi, kekal
Akkhi/Aksi : mata
Akuppa : tabah, teguh, tak tergoncangkan
Akutila : jujur
Ãloka : cahaya
Amala : suci, murni, tak bernoda
Amara : keabadian, dewa
Amata : abadi
Amba : ibu
Ambu : air
Ãmisa : materi
Amita : tanpa batas, tak terukur
Amitã : nama saudara Raja Suddhodana yang merupakan ibu Yasodhara
Amitodana : saudara Raja Suddhodana yang merupakan ayah Ananda
Amma : ibu
Amoha : kebijaksanaan
Anala : api
Anãmaya : tidak berpenyakit, sehat
Ãnanda : 1. kegembiraan, periang ; 2. nama seorang siswa yang menjadi pembantu tetap Sang Buddha
Ãnandi : penggembira
Ananta : tanpa akhir/batas
Anãthapindika : nama seorang siswa awam yang menjadi penyokong utama Sang Buddha
Anavaya : sempurna, tidak kekurangan
Anda : telur
Aneja : bebas dari nafsu
Anela/Anelaka : tiada cacat, sempurna, murni
Angganã : perempuan
Anggira : seseorang/sesuatu yang cemerlang
Anjana : nama ayah Ratu Mahamaya
Angguli : jari
Anggulimãla : nama seorang siswa Sang Buddha yang sebelumnya merupakan orang jahat
Anigha : bebas dari kesukaran
Anila : angin
Anna : air
Annava : lautan
Anoma : penguasa, tertinggi
Anomadassi : orang yang mempunyai pengetahuan tinggi
Anta : akhir, pucuk
Antalikkha : angkasa
Anubala : bantuan
Anubhaddo : maju dengan baik
Anubhãva : kekuatan, anugerah, daya
Anubodha : turut mengetahui, turut sadar
Anuja : saudara
Anuruddha : nama seorang siswa Sang Buddha
Anusãsaka : penasihat
Anusãsana : nasihat
Anussati : perenungan
Anuttara : tak terbandingkan
Annya : memiliki pengetahuan yang sempurna
Apannaka : betul, benar
Ãpo : air
Appa : sedikit, kecil
Accharã : bidadari, peri
Ãrãdhanã : undangan, ajakan
Ãrãma : taman, hutan kecil
Arana : damai
Arannya : hutan
Aravinda : teratai
Araya : mulia, agung, utama
Ariya : suci, mulia
Arittha : nama murid Arahanta Mahinda yang memimpin Konsili di Anuradhapura, Srilanka
Ajjuna : 1. bersinar ; 2. nama seorang pangeran
Akka : sinar matahari, nyanyian, penyanyi
Arnasati : pemenang dari arus
Aroga : sehat
Asabha : pemberani
Ãsana : tempat duduk
Asani : halilintar, petir
Asi : pedang
Asita : 1. biru tua, tak menumpang, bebas ; 2. nama pertapa yang mengunjungi Bodhisatta Siddhattha ketika baru terlahir
Asma : batu
Asoka : 1. bebas dari kesedihan ; 2. nama seorang raja yang mengembangkan agama Buddha
Assaji : nama seorang dari lima siswa pertama Sang Buddha
Assattha : pohon Bodhi
Assava : penurut, mudah dinasihati
Atandi/Atandita : rajin
Ãtãpa : sinar matahari, panas, terik, usaha
Atavi : hutan belukar, hutan lebat
Ati/Aticaya : sangat
Atideva : dewa tinggi
Atimahanta : maha besar
Atimanãpa : sangat menarik, sangat memuaskan
Attã (Atma) : jiwa
Attadattha : 1 . manfaat bagi diri sendiri ; 2. nama seorang siswa Sang Buddha
Attaja : anak kandung
Attamana : gembira, puas
Attha (Artha) : kemakmuran, manfaat, tujuan, hasil
Attha : delapan
Atthi : tulang, benih
Atula : 1. tak terbandingkan, tak terperikan ; 2. nama seorang umat Buddha di jaman Sang Buddha
Avadãna : cerita, sejarah, dongeng, nasihat
Avadãta : putih, bersih
Avani : bumi, parit
Avatãra : penjelmaan
Avera : tanpa permusuhan, tanpa kedengkian, ramah, kebaikan
Avikkhepa : ketenangan/keseimbangan pikiran
Ayana : jalan, pintu
Ãyatana : tempat, kediaman, sumber, penyambung, bagian
Ãyu : umur
Ãyudha : senjata
Ayya : mulia, tuan

B
Bahula : tebal, padat, banyak
Bajra : 1. permata ; 2. senjata dewa Indra
Bala : kekuatan, tenaga, bala tentara, kekuasaan, kawanan
Bãlaka : bocah laki, kanak-kanak laki
Bãlika : bocah wanita, kanak-kanak wanita
Bali : 1. sajian, pajak, penghormatan ; 2. nama seorang yaksa
Bãna : anak panah
Bandhana : ikatan
Bandhu : sanak keluarga
Bãyu : angin
Bhadda (Bhadra) : agung, anggun, baik, cantik, menguntungkan
Bhaddãcãra : tingkah laku luhur
Bhaddakaccãna : nama lain Yasodhara (isteri Pangeran Siddhattha)
Bhaddiya : salah seorang dari lima siswa pertama
Bhadraka : yang agung, yang anggun, yang baik, yang cantik, yang menguntungkan
Bhagini : saudara wanita
Bhãgya : mujur, beruntung, bernasib baik
Bhallika : nama seorang siswa awam pertama Sang Buddha
Bhãnu : matahari, sinar
Bhãra : barang berat, muatan, beban
Bhãsura : terang, bercahaya
Bhata : karyawan, pekerja, pegawai; orang piaraan
Bhata : prajurit, tentara
Bhãtika/Bhãtu : saudara laki-laki
Bhatti : bakti
Bhãvanã : pemunculan, pengembangan, pengembangan batin
Bhoga : kekayaan, peralatan, penggunaan
Bhumi : alam kehidupan, tingkat, bumi
Bhuri : kebijaksanaan, bumi
Bimbã/Bimbãdewi/Bimbãsundari : nama lain Yasodhara (istri Pangeran Siddhattha)
Bimbisãra : nama raja di jaman Sang Buddha
Bindu : tanda
Bodha/Bodhana : penerangan, pengetahuan
Bodhi : pengetahuan tertinggi
Brahma : dewa tingkat tinggi
Brahmadatta : nama seorang siswa Sang Buddha
Buddha : yang telah bangun, yang bijaksana
Buddhi : bijaksana, pandai

C
Cãga : pelepasan, kerelaan, pemberian, pengorbanan
Cakka (Cakra) : roda
Cakkhu : penglihatan
Canda (Candra) : bulan
Candana : pohon cendana
Candika : sinar bulan
Candimã : bulan
Cara : tindakan, perjalanan, mata-mata
Caraka : pengembara
Carana : pelaksanaan, tingkah laku
Cãrika : perjalanan
Carita : pembawaan, sifat, watak kehidupan
Cariya : tingkah laku
Catu : empat
Catura : pandai, ahli, cerdas
Cetanã : kehendak
Chana : festival, hiburan, pagelaran
Channa : nama kusir Pangeran Siddhattha
Chanda : keinginan, hasrat
Chandaka : yang berkemauan, yang berketetapan hati
Citi : pengertian, kecerdasan
Citta : 1. pikiran, kesadaran, menawan, indah ; 2. nama bulan (Maret – April)
Civara : jubah bhikkhu
Culla : kecil
Cunda : nama orang yang memberikan persembahan makanan terakhir kepada Sang Buddha

 D
Dandadipikã : obor bertangkai
Dandaneti : jaksa
Dandapãni : 1. pemegang tongkat ; 2. nama saudara Ratu Mahamaya
Danta : gigi, gading; yang telah terlatih
Dãraka : anak laki-laki
Dãrikã : anak wanita
Dãru : kayu
Dasa : sepuluh
Dasaka : nama seorang siswa Sang Buddha
Dassana : pandangan, intuisi
Dassaniya : cantik, menarik, menawan
Datta : kekayaan, barang pemberian
Dãtu : pemberian, dermawan
Datti : hadiah, barang pemberian
Dãya : hutan, barang pemberian, hadiah
Dãyãda : warisan, ahli waris
Dãyaka : pemberi, penyokong
Dayãlu : yang penuh kasih sayang
Dayita : wanita; yang tercinta
Desanã : pengarahan, pembabaran, nasihat
Deva : dewa; raja; langit; hujan
Devadaha : nama leluhur Puteri Yasodhara
Devi : dewi, permaisuri
Dhaja : bendera, panji
Dhama/Dhamaka : pemain musik, peniup, penguncar
Dhamma (Dharma) : kebenaran; ajaran Sang Buddha; fenomena
Dhammadinnã : nama seorang bhikkhuni yang terkemuka dalam penyampaian Dhamma
Dhammãrãma : nama seorang siswa Sang Buddha
Dhammattha : berpijak pada kebenaran, teguh pada kebenaran
Dhammika : penyandang kebenaran
Dhana : kekayaan, harta, dana
Dhani : orang kaya
Dhananjaya : nama ayah Upasika Visakha
Dhanita : suara, bersuara
Dhannya : beruntung, nasib baik
Dhãra : pintu, lorong, aliran
Dharani : bumi, pertiwi
Dhãtu : unsur, zat, mineral, akar (kata), asal
Dhavala : putih, bersih
Dhira : bijaksana
Dhitã : anak wanita
Dhiti : energi, bersemangat, kebijaksanaan
Dhona : bijaksana
Dhotodana : nama saudara Raja Suddhodana
Dhuma : asap
Dhupa : dupa
Dhura : kewajiban
Dibba : kedewaan, surga
Dibya : sakti
Digha : panjang
Dija : brahmana; burung
Dina : hari
Dinakara : matahari
Dipa (Dwipa) : pulau; lampu, pelita
Dipankara : nama seorang Buddha yang meramalkan bahwa pertapa Sumedha akan menjadi Buddha (Gotama)
Dippana : bersinar
Disa : arah, jurusan
Ditthi : pandangan, pendapat
Ditti : kecemerlangan, sinar
Diva : surga, hari
Dona : nama brahmana yang membagi relik Sang Buddha
Doni/Donika : perahu
Duta : utusan
Dwi : dua

E
Eka : satu
Ekagga : menyatu
Ekãyana : jalan tunggal
Ekudana : nama seorang siswa Sang Buddha

G
Gagana : angkasa, langit
Gala : leher
Gãma : desa
Gana : kelompok, himpunan
Ganda : pipi
Gandha : bau, sedikit
Gandhi : memiliki wewangian
Gani : yang berpengikut, yang mempunyai siswa
Gantha/Ganthi : ikatan
Gabbha : kandungan
Guru : guru; mulia, berharga; berat
Gãthã : syair, puisi
Gati : tujuan, perjalanan
Gatta : tubuh, organ (tubuh)
Gãyaka : penyanyi
Gãyana : senandung
Ghana : hidung
Ghati : pot/jambangan air, jam
Gihi : perumah tangga
Gini : api
Girã : kata, pengucapan
Giri : gunung
Gita : lagu, nyanyian
Gitika : lagu
Giva : leher
Gopaka : pelindung
Gotama : nama suku Sang Buddha
Gotami : wanita dari suku Gotama
Govinda : julukan dari Krishna
Guna : kebijakan, kepandaian; lapis
Gutti : perlindungan, pengawal

J
Jãgara : siaga, jaga
Jala : air
Jalana : bersinar
Jalita : bernyala, bersinar, cerlang
Jana : orang, manusia
Janitta : tempat lahir, asal
Jannya : suci/murni, mulia, cantik, kelahiran baik
Jantu : mahluk hidup
Japã : mawar
Jarã : usia
Jãtaka : cerita kehidupan Bodhisatta pada kelahiran lampau
Jãti : kelahiran, keturunan; jenis
Jãtika : keturunan, milik suatu kelas, suku, bangsa
Jatila : pertapa bergelung, resi
Java : kecepatan, kekuatan
Jaya : kemenangan, jaya
Jayana : kemenangan
Jayasena : nama leluhur Pangeran Sidhattha
Jãyati : lahir, muncul
Jeta : nama pangeran yang tanahnya dibeli untuk dijadikan vihara
Jetu : pemenang
Jhãna (Dhyana) : konsentrasi pikiran, tingkatan meditasi
Jhãnika : orang yang mencapai konsentrasi pikiran
Jina : penakluk
Jita : lembut (suara), kemenangan
Jiva : kehidupan
Jivita : hidup, kehidupan
Jotana : bernyala
Joti : cahaya, pancaran sinar
Jotika : nama seorang siswa Sang Buddha

K
Kabba : puisi
Kakusandha : nama seorang Buddha sebelum Buddha Gotama
Kala : waktu
Kãlã : hitam
Kãlãma : nama suku pada masa kehidupan Sang Buddha
Kalãpa : ikatan, bungkusan, tumpukan, kelompok
Kalla : pandai, sehat
Kallita : sikap menyenangkan, keramahan
Kãludãyi : nama seorang siswa yang merupakan teman kecil Pangeran Siddhattha
Kalyãna : baik, indah, menyenangkan
Kalyãni : wanita cantik
Kãma : kesenangan
Kamala : bunga teratai
Kamalini : kolam teratai
Kãmaniya : menyenangkan, cantik
Kamma (Karma) : perbuatan
Kancana : emas
Kanaka : emas
Kanika : tanda kecil
Kaniskha : nama seorang raja
Kanittha/Kaniya : yang termuda
Kanitthi : saudara wanita termuda
Kanna : telinga
Kantã : menyenangkan, cantik; wanita
Kannya : gadis
Kapila : warna coklat; nama seorang pertapa
Kappa : masa dunia
Kara : tangan; cahaya
Karaka : pohon delima; kendi
Karakã : hujan es
Karaniya : yang patut dilakukan, kewajiban
Kariya : kewajiban
Karunã : belas asih
Kasina : alat untuk obyek meditasi
Kassapa : nama seorang Buddha sebelum Buddha Gotama
Kataka : gelang
Kathã : ucapan, wacana, cerita
Kathina : bingkai pengencang; upacara penyerahan jubah untuk bhikkhu yang telah bervassa
Kavi : penyair
Kãya : badan jasmani
Kesa : rambut
Kesava : nama dewa Wisnu
Ketu : bendera
Khaga : burung
Khandha : gugus, pangkal leher, batang, kelompok, tumpukan
Khanti : kesabaran
Khattiya : ksatria, raja, tuan
Khema : aman, tenang, penuh kedamaian
Khemã : nama seorang bhikkhuni siswa utama
Khemi : orang yang menikmati kedamaian
Khetta : ladang
Khira : susu
Khuddaka : kecil, sedikit, rendah, tak penting
Kicca : tugas
Kiki : sejenis burung berwarna biru
Kila : bermain, olahraga
Kirana : cahaya
Kiriya : perbuatan (dari seorang arahat)
Kisa : ramping, kurus
Kisãgotami : nama seorang bhikkhuni siswa Sang Buddha
Kitti : kemasyuran
Kokanada : teratai merah
Kolita : nama kecil Yang Ariya Moggallana
Koliya : nama suku yang berkerabat dengan suku Sakya
Komala : lembut, menarik
Komara : muda
Konãgamana : nama seorang Buddha sebelum Buddha Gotama
Kondannya : salah seorang dari lima siswa pertama Sang Buddha
Kosala : nama sebuah negeri di jaman Sang Buddha
Kosalla : kepandaian, kecerdasan
Koti : puncak
Kovida : cerdas, pandai
Kulla : rakit
Kumãra : anak laki-laki
Kumãri : anak wanita
Kumuda : bunga teratai putih
Kunda : sejenis bunga melati
Kundala : anting-anting
Kuntala : rambut
Kusala : kebaikan, cerdas, tangkas
Kusuma : bunga
Kuta : puncak
Kuvera : nama dewa yang memerintah di utara

L
Lãbha : sesuatu yang didapat, pendapatan
Laddha : telah didapat, telah dicapai
Lahu : cepat, ringan, nihil
Lakkhi : beruntung, makmur
Lakkha : tanda, target, tujuan, ratus ribu
Lakkhana : tanda, mutu, wajar
Lalita : cantik, anggun
Lãsika : penari
Lena: guna
Lila : luwes, anggun; tindak tanduk
Locana : mata
Loha : logam
Lohita/Lohitaka : merah
Loka : dunia, alam kehidupan
Lokapãla : penjaga alam
Lokiya : duniawi
Lumbini : tempat Pangeran Siddhattha dilahirkan

M
Maddava : kelembutan, keempukan
Madhu : madu
Magadha : nama sebuah kerajaan
Magga (Marga) : jalan
Mãgha : nama bulan (Januari – Februari)
Mahã : besar
Mahaddhana : kekayaan yang besar
Mahãkassapa : nama seorang siswa pemimpin Konsili Buddhis I
Mahãmãyã : nama ibu Pangeran Siddhattha
Mahãnãma : nama seorang dari lima siswa pertama Sang Buddha
Mahanta : besar
Mahattama : terbesar
Mahaviro : pemberani
Mahesi : guru besar, orang bijaksana
Mahesi : ratu, permaisuri
Mahilã : wanita
Mahinda : nama seorang siswa Sang Buddha (putra Raja Asoka) yang menyebarkan Dhamma ke Srilanka
Mahisa : kerbau
Mahita : dihormati
Mahodadhi : lautan luas
Majjha : tengah
Majjhima : bagian tengah, berada di tengah
Makaranda : sari bunga
Makuta : mahkota
Mãlã : rangkaian bunga
Mãlati : bunga melati
Mallika : bunga melati
Mãluta : angin
Mãlya : karangan bunga, untaian bunga
Mana : pikiran
Mandala : daerah, lingkaran
Mandana : perhiasan, penghiasan
Manggala : keberuntungan, berkah
Mani : mutiara, permata
Mãnita : dihormati, dipuja
Manju : cantik, molek, merdu
Manta : mantra, ungkapan
Mantã : kecendekiaan, pengetahuan
Manti : penasihat, menteri
Marakata : batu indah, giok
Mariyãda : tingkah laku
Matha : sekolah, akademi
Mattã : dimensi, ukuran; kecukupan
Mãtu : ibu
Mãyã : khayal
Mayãra : burung merak
Medhã : pemberian sesaji/korban, puja
Medha : kebijaksanaan
Medhãvi : orang bijaksana
Medini : bumi
Megha : awan, mega
Meghanãda : guntur
Meghiya : nama seorang siswa Sang Buddha
Mejjha : murni
Mettã (Maitri) : cinta kasih
Metteyya : nama seorang Bodhisatta
Mettiko : pemancar metta
Mihita : senyuman
Milinda : nama seorang raja
Mina : ikan
Minana : pengukuran, penghitungan, penimbangan
Mita : terukur, cukup, sedikit
Mitta (Mitra) : teman
Moda : senang, gembira
Modana : kegembiraan
Moggallãna : nama seorang siswa utama Sang Buddha yang memiliki kesaktian tinggi
Moggaliputta Tissa : nama seorang bhikkhu pemimpin Konsili Buddhis III
Mona : bijaksana, ketenangan
Mora : burung merak
Muda : kegembiraan
Muddhã : kepala, puncak
Muditã : gembira, puas, simpati
Muddã : cetakan, cap, cincin
Mudu : lembut, halus, muda
Mukhya : penting, besar
Mula : akar, umbi, awal, pangkal; modal
Muni : pertapa
Muninda : raja para bijaksana, Sang Buddha
Mutta : mutiara
Mutti : kebebasan

N
Nabhã : langit
Nãda : suara
Nadi : sungai
Nãga : naga; gajah; luhur
Nagara : kota
Nalina : bunga teratai
Nalini : danau teratai
Nama : batin
Namakãra : penghormatan
Nanda : 1. gembira; periang ; 2. nama seorang siswa Sang Buddha yang merupakan anak Pajapati Gotami
Nandana : 1. kegembiraan ; 2. nama kebun di kota Indra
Nandati : bergembira
Nandi : kesenangan, kegembiraan, kepuasan, keinginan
Nandiya : nama seorang umat yang mempersembahkan vihara kepada Sang Buddha
Nara : orang, laki-laki
Narapati : raja, pemimpin
Nãri : wanita
Nãsa : hidung
Nãtaka : penari
Nãtaputtaka : nama seorang siswa Sang Buddha
Nãtha : perlindungan
Nãtikã : penari wanita, aktris
Natta : malam
Nattu : cucu laki-laki
Nava : baru; sembilan
Navanita : mentega segar
Nãvika : anak kapal
Naya : pengajaran; rencana; ciri; cara; nasihat
Nãyaka : pemimpin
Nayana : mata
Neru : nama sebuah gunung tertinggi
Nibha : kilau, terang, seimbang
Nicca : tetap, pasti, abadi, berlangsung
Nidhi : harta karun
Nikanti : kepuasan, keinginan, nafsu, ambisi
Nikãya : kelompok, bagian
Nila : warna biru, warna hijau kebiruan
Nimi : nama seorang raja dalam cerita Jataka
Nimitta : tanda, gambaran, image
Nimmala (Nirmala) : bersih, murni
Nipãta : kumpulan, himpunan
Nipuna : pandai, ahli; berhasil
Niroga : sehat
Nirodha : padam, habis, hancur
Nisakara : bulan
Niyata : pasti, konstan, teguh, mantap
Niyoga : perintah, kepentingan
Nyãna : pengetahuan

O
Obhãsa : sinar, kilauan
Obhãsati : bersinar
Odhi : Batas
Oja : sari makanan, gizi, kelezatan, kilau; kekuatan
Oka : air, habitat
Okãsa : ruang, celah, tempat kosong; ijin; penampakan
Osadha : obat
Ottappa : rasa takut berbuat jahat
Ovada : nasihat, perintah

P
Pabala : berkuasa, kemampuan, berkekuatan besar
Pabba : bagian, buku, sendi
Pabbata : gunung
Pabhava : sumber, sebab
Pabhã : sinar
Pabhãva : kekuasaan, kekuatan, kebesaran
Pabhu : prabu, raja, penguasa, tuan
Paccaya : syarat, kondisi; sebab, penyokong
Padhãna : utama, perdana
Padipa : lentera, lampu
Paduma : bunga teratai
Paggaha : usaha, pujian, tunjang
Pahattha : penggembira, bersuka-ria; terpukul
Pajãpati : nama bibi Pangeran Siddhattha perawat Beliau
Pajja : syair, jalan
Pakattha : teragung, bagus
Pãla/Pãlaka : pelindung
Pãlana : perlindungan
Pailala : kolam kecil, danau kecil
Pamadã : wanita
Pamãna : penghitungan, ukuran, jumlah; batas; standar; jarak
Pãmitã : nama saudara Raja Suddhodana
Pãna (Prana) : kehidupan, mahluk hidup, nafas
Panãma : penghormatan
Panca : lima
Pandara : putih, putih kekuningan
Pandicca : kebijaksanaan, kecerdasan
Pandita : orang bijaksana, orang cerdas
Pandu : kekuningan
Pãni : tangan, telapak tangan; mahluk
Panita : nikmat; bagus, lembut, rapi
Paniya : pedagang
Pankaja : teratai
Pannya : kebijaksanaan; pengertian
Parãga : benang sari
Parama : yang tertinggi
Pãramitã : timbungan kebajikan, kesempurnaan kebajikan
Pari : menyeluruh
Parinnya : penuh pengertian
Parivãra : pengawal, pengikut
Pãsãda (Prasadha) : gedung, istana
Pãsãna : karang, batu
Pasenadi : nama seorang raja di jaman Sang Buddha
Pasiddha : berhasil; muncul; ahli
Passaddhi : ketenangan, kepadaman, keheningan
Passika : nama seorang siswa Sang Buddha
Patãcãrã : nama seorang bhikkhuni siswa Sang Buddha
Patãkã : bendera
Patapa : daya, kekuatan, kebesaran, kemahsyuran
Patha : jalan
Pathama (Pratama) : pertama, awal
Pathavi : bumi, tanah, pertiwi
Pathika : pengembara
Pati : pemilik, tuan, suami
Patihãriya : keajaiban
Patipadã : jalan pelaksanaan, metode
Patita : jatuh, roboh
Patita : sangat gembira
Patta : mangkuk; daun; mahkota bunga; mencapai, tercapai
Patthiva : raja
Pãtu : depan, tampak, terlihat
Pãvaka : api, terang, cerah, murni
Pavana : angin
Pavara : agung
Paveni : tradisi, adat; keturunan; gelung
Pavina : pandai, ahli
Pavitta : suci
Paya : susu, air
Payojana (Prayojana) : manfaat, tujuan
Pema : cinta
Phala : buah, hasil, akibat, pahala
Phussa : 1. sentuhan, perasaan; berbintik-bintik; cerah ; 2. nama bulan (Desember – Januari)
Pingala : warm coklat
Pita : kuning
Pitaka : keranjang
Piti (Priti) : kegiuran
Pitu : ayah
Piya (Priya) : menyenangkan, tercinta
Pokkhara : teratai
Pori : sopan
Posa : laki-laki
Pubba (Purwa) : permulaan, awal, dulu
Puggala : orang, manusia
Puja : penghormatan, puja
Pulina : pasir
Puma : laki-laki
Pundarika : teratai putih
Punnya : jasa, kebajikan, kebaikan
Punna (Purna) : sempurna
Puppha (Puspa) : bunga
Pura : kota
Purisa : laki-laki, orang
Purohita : penasihat kerohanian seorang raja
Putta : anak laki-laki, putra

R
Rãdha : nama seorang siswa Sang Buddha
Rahada : kolam dalam
Rãhu : gerhana, pemimpin kaum asura
Rãhula : 1. belenggu ; 2. nama anak Pangeran Siddhattha
Rãja : raja
Rajani : malam
Rajata : perak
Rakkhana : perlindungan
Rakkhita : terjaga, terlindungi, terobati
Ramana : kegembiraan, kesukariaan
Ramani : wanita
Ramaniya : menyenangkan, menggembirakan, nyaman
Ramati : bersenang, bergembira
Ramma/Ramya : (lih. Ramaniya)
Rasa : rasa, pengecapan, sopan santun, tugas, harta
Rasmi : pancaran sinar, tall
Ratha : kereta
Rati : kesenangan
Ratana : permata
Ratta : merah, darah, terwarnai
Ratti : malam
Rathapãla : nama seorang siswa Sang Buddha
Rava : suara, gumam
Ravi : matahari
Revata : nama seorang siswa Sang Buddha
Rohini : nama seorang bhikkhuni
Rohita : merah, darah
Rucira : senang, cantik, ramah
Rukkha : pohon
Rupa : bentuk, jasmani
Rupanandã : nama puteri clan Pajapati Gotami
Rupasãri : nama ibu Yang Ariya Sariputta
Rupasiri : cantik, anggun
Rupini : wanita cantik
Rupiya : perak

S
Sabha : semua, seluruh
Sabhã : tempat permusyawaratan, gedung rapat
Sacca (Satya) : kebenaran
Sadã : selamanya
Sãdara : patut disayang, penuh perhatian
Sadda : suara, kata
Saddhã : keyakinan
Saddhamma : kebenaran
Saddhana : kaya, makmur
Sãdu : menyenangkan, nikmat
Sãgara : laut
Sagga : surga
Sakka : nama raja dewa di surga Tavatimsa, dewa Indra, wangsa Sakya
Sakhã : sahabat
Sakhi : sahabat
Sukkodana : nama saudara Raja Suddhodana
Sakulã : nama seorang bhikkhuni
Sãkya : nama suku Pangeran Siddhattha
Sãlã : aula
Salila : air
Sãma : sama
Sama : hitam, gelap; kuning, keemasan, tenang
Samadhi : pemusatan pikiran, keteguhan pikiran
Samana : pertapa
Samantã : sekeliling, sekitar
Samatha : ketenangan
Sãmãvati : nama ratu isteri raja Udena
Samaya : waktu, saat, tempo; perhimpunan; ajaran
Samiddhi : sukses
Samijjhana : sukses
Sãmika : pemilik, majikan
Sãmini : majikan perempuan
Samirana : angin
Samita : tenang, menentramkan
Sammã : benar
Sammãna : penghormatan
Sammodaka : orang yang berbicara dengan ramah, pemberi rasa suka hati
Sammodana : kegembiraan, pembicaraan yang menyenangkan, pemberian rasa suka hati
Sampadã : kesempurnaan, kelengkapan
Sampasãda : simpati, cerah, senang
Sampatti : kekayaan, kesempurnaan, kesuksesan
Samudda : lautan, samudra
Sanda : tebal, padat
Sandhi : sambungan, penyatuan, penghubungan
Sandhya : waktu senja
Sangha : perhimpunan, perhimpunan para bhikkhu
Sanghamittã : nama bhikkhuni (puteri Raja Asoka) yang menyebarkan Dhamma ke Srilanka
Sãni : tabir, tirai, korden, layar
Santakãya : 1. berjasmani tenang ; 2. nama seorang siswa Sang Buddha
Santutthi : kepuasan terhadap yang dimiliki
Santusitã : nama seorang dewa yang sebelumnya merupakan ibu Pangeran Siddhattha
Sannya : pencerapan, pengenalan
Santa : tenang, damai
Santi : ketenangan, kedamaian
Santosa : kesenangan atas yang dimiliki
Santussati : bersenang atas yang dimiliki
Sãnu : nama seorang siswa Sang Buddha
Sappadasa : nama seorang siswa Sang Buddha
Sara : danau; anak panah; suara, vokal
Sarana : perlindungan, pengenangan, pergantungan
Saraniya : yang seharusnya diingat
Sãriputta : nama seorang siswa utama Sang Buddha yang merupakan murid terpandai
Sãririka : yang berkenaan dengan jasmani, tulang, relik
Saroja/Saroruha : bunga teratai
Sãsana : ajaran, aturan, pemerintahan, berita
Sasi : bulan
Sassata : kekal
Sassirika : semarak, cahaya kemilau, tenar
Sata : seratus, berperhatian
Sati : perhatian, pengenangan
Satta : mahluk hidup; tujuh
Satthu : guru, Sang Buddha
Satti (Sakti) : kemampuan, kekuatan, kehebatan
Sãvaka : siswa, pendengar
Savana : pendengaran, pengaliran
Sãvatthi : nama ibukota kerajaan Kosala
Seda : keringat
Senã : tentara
Seritã : tindakan sekehendak hati, bebas
Seta : putih
Settha : utama, baik sekali, luhur
Setthi : jutawan
Setu : jembatan
Seyya : lebih baik
Siddha : 1. berhasil ; 2. nama seorang dewa
Siddhattha : l . yang tercapai tujuannya ; 2. nama kecil Buddha Gotama
Siddhi : keberhasilan
Siha : singa
Sihahanu : nama ayah Raja Suddhodana
Sihãsana : tahta, singgasana
Sikkha : latihan
Sikha : lidah api, puncak, ujung
Sikhi : 1. burung merak ; 2. nama seorang Buddha sebelum Buddha Gotama
Sila : moralitas, susila, kewajaran, keajegan, senantiasa
Simã : batas
Sindhu : sungai Sindhu
Sira : kepala, topik
Siri : keagungan, keberuntungan
Sissa : pelajar, pendengar
Sita/Sitala : dingin
Sivali : nama seorang siswa Sang Buddha yang terkenal banyak timbunan jasanya
Sobhã : kecantikan
Sobhana : kecantikan
Sobhati : indah, memancarkan keindahan
Sogata : Buddhis
Sokhaya : kebahagiaan, kenyamanan
Soma: bulan
Somma : sopan, rapi, gemulai
Sonna : emas
Sopaka : nama seorang siswa Sang Buddha
Soracca : rendah hati
Sota : pendengaran
Sotthi : sejahtera, selamat, berkah
Su : baik, indah, mudah
Subha : cantik, menarik
Subhadda : berkembang biak, gagah perkasa
Subhata : mudah dipelihara, mudah dirawat
Sucarita : kebaikan
Suci : suci, bersih
Sudatta : nama kecil Anathapindika
Suddha : bersih, murni
Suddhodana : nama ayah Buddha Gotama
Sudhi : orang bijaksana
Sudina : terang, bercahaya, hari baik
Sudinna : terberikan dengan baik
Sugandha : harum
Sugata : telah pergi dengan baik, telah sampai dengan baik
Sugati : keadaan bahagia, alam menyenangkan
Suhada : teman, berhati baik
Suhita : puas, bermanfaat baik
Sujã : nama isteri dewa Sakka
Sujana : orang baik
Sujãtã : nama orang yang mempersembahkan makanan kepada pertapa Siddhattha
Sujjhati : menjadi bersih/suci
Sukha : kebahagiaan, kesenangan
Sukheti : membuat bahagia
Sukhita : gembira, bahagia
Sukkodana : nama saudara Raja Suddhodana
Sukhumãla : lembut
Suladdha : terterima dengan baik, terterima dengan mudah
Sumana : 1. suka hati, baik hati ; 2. nama seorang perangkai bunga di jaman kehidupan Sang Buddha
Somanassa : kegembiraan, kepuasan
Sumanggala : 1. berkah baik ; 2. nama seorang siswa Sang Buddha
Sumati : orang bijaksana, pengetahuan baik, pikiran baik
Sumedha : 1. bijaksana ; 2. nama bodhisatta yang kemudian menjadi Buddha Gotama
Sundara : tampan, baik, bagus
Sundari : cantik, baik, bagus
Sunita : nama seorang siswa Sang Buddha
Sunu : anak laki-laki
Supanna : nama sejenis burung surga; burung garuda
Supina : mimpi
Suppabuddha : nama ayah Puteri Yasodhara
Suppasanna : bersih, cemerlang
Sura : dewa, berani
Suriya (Surya) : matahari
Surupa/Surupi : tampan, cantik, rupawan/wati
Susila : bertingkah laku baik
Susu : pemuda
Susuddha : sangat bersih
Susukka : sangat putih
Suta : anak laki-laki; terdengar; telah belajar
Sutã : anak wanita
Sutta : benang, terlelap; salah satu bentuk sabda Sang Buddha
Suvanna : emas
Suvatthi : sejahtera, selamat
Suvitta : kaya
Suyama : nama dewa yang menyambut kelahiran Pangeran Siddhattha

T
Tãdi : orang yang tegar/tetap; sedemikian itu
Tamãla : nama sejenis pohon, pohon pinang
Tamba : coklat, merah; tembaga
Tãla : pohon palmyra
Tãna : perlindungan, pertahanan, pernaungan; Nibbana
Tanaya : anak laki; keturunan
Tanayã : anak wanita
Tanti : tali kecapi, garis, tradisi, kitab, pustaka, perdana
Tanu : kurus, ramping
Tapa : tapa, latihan diri, usaha membakar kilesa
Tapana : bercahaya, pembakaran
Tapussa : nama seorang siswa awam pertama Sang Buddha
Tãrã/Tãrakã : bintang
Tarani : kapal, perahu
Taru : pohon
Taruna : pemuda
Taruni : pemudi
Tasa : getar, goyang, gerak
Tathã : demikian, begitu
Tatiya : ketiga
Tatta : hakekat, kebenaran, keaslian; telah panas, berkilau
Teja : panas, sinar, kemuliaan, keagungan, kekuatan
Tevijja : mempunyai tiga pengetahuan (Vijja 3), arahanta
Thala : tanah
Thãma : kekuatan
Thanita : guruh, guntur; gelegar
Thera : tua, senior
Thira : teguh, kuat, abadi; gunung; pohon
Thuti : pujian
Ti : tiga
Tidasa : dewa, dewa surga Tavatimsa
Tika : bagian tiga, kelompok tiga; terdiri dari tiga
Tikkha : tajam, cerdas
Timi : nama ikan yang sangat besar
Tina : rumput
Tissa : nama seorang siswa Sang Buddha
Titti : kepuasan, kesukaan; penuh, kenyang; pinggir
Tomara : tombak
Tuhina : embun
Tusita : nama surga
Tuttha : gembira

U
Ubbiri : nama seorang bhikkhuni
Ucca : tinggi, mulia, agung
Uccakulina : kelahiran yang mulia/agung
Udadhi : lautan
Udagga : kegembiraan hati; berhati mulia
Udaka : air
Udara : perut
Udãna : nama salah satu kitab suci agama Buddha
Udarã : mulia, terbaik, tinggi
Udaya : timbul, tumbuh; pendapatan
Udayana : pertumbuhan, perkembangan
Udena : nama seorang raja pada jaman Sang Buddha
Udicca : mulia
Udita : muncul, terbit, naik; telah terucapkan
Ugga : besar, berkuasa
Uggasena : nama seorang siswa Sang Buddha
Ujjala : terang, bersinar
Uju : lurus, jujur
Ukkã : obor
Ulu : bintang
Ummi : gelombang
Upadi : semangat kehidupan
Upajivati : hidup, berpenghidupan, benaung, bergantung
Upakãra : bantuan, tunjangan
Upãli : nama seorang bhikkhu pengulang Vinaya pada Konsili Buddhis I
Upananda : nama seorang siswa Sang Buddha
Uparãja : raja muda
Upatissa : nama kecil Yang Ariya Sariputta
Upatthãna : tunjangan; pelayanan
Upãya : cara, jalan, upaya
Upekkhã : keseimbangan batin; keadaan batin tak condong
Uppala : teratai
Uppalavannã : nama seorang bhikkhuni siswa utama Sang Buddha
Usabha : nama seorang siswa Sang Buddha
Usmã : panas, uap hangat
Ussava : pertunjukan, pagelaran
Uttama : tertinggi, terbaik, utama, mulia
Uttara : lebih tinggi, lebih hebat; arah utara; jawaban; selimut; perahu; terseberang; berikut, atas
Utthãyaka : aktif, rajin
Utu : suhu, panas, musim cuaca, waktu; darah bulanan
Uyyãna : taman, kebun buah

V
Vãca/Vacana : perkataan, ucapan
Vãda : perkataan, ajaran
Vaddhana : bertambah, berkembang
Vadhã : gadis
Vãdita : musik
Vagga : bagian, bab, kelompok
Vãhana : kendaraan
Vajira : permata
Vakkali : nama seorang siswa Sang Buddha
Vakya : suara
Vana : hutan
Vandira : pohon beringin
Vandana : penghormatan
Vangsa : keluarga, bangsa
Vãni : kata, bahasa
Vanna : warna; paras kulit; jenis; kasta
Vappa : 1. nama bulan (Oktober – November) ; 2. nama seorang siswa pertama Sang Buddha
Vara : mulia, agung, berkah, permohonan
Varana : pencegahan; benteng
Vãri : air
Varuna : dewa laut
Vattani : jalan
Vasa : kuasa
Vasanta : musim semi, musim hujan
Vasi : penguasa, pemenang diri-sendiri
Vassikã : bunga rnelati besar
Vasu : kekayaan
Vasudhã : bumi
Vãta : angin
Vatthu : barang
Vãyãmã : usaha
Vayassa : teman
Vãyu : angin, udara
Vedanã : perasaan
Vejja : dokter
Velã : waktu
Veni : gelung rambut, kepang rambut
Venika : pemain kecapi
Verocana : makmur, benderang
Vesãkha : nama bulan (April – Mei)
Vessabhu : nama seorang Buddha sebelum Buddha Gotama
Vetarani : nama sebuah sungai
Vibhava : kekayaan, kemakmuran, ketakmenjadian
Vibhãvi : orang bijaksana; bersinar
Vicãkkhana : bijaksana, cermat
Vicara : pemeriksaan, perenungan, pertimbangan
Vici : gelombang
Vidhi : cara, pola, aturan; adat
Vidhu : bulan
Vihãra : tempat kediaman
Vihi : padi
Vija : benih, biji
Vijaya : kemenangan
Vijjita : memenangkan; wilayah kerajaan
Vijja (Vidya) : pengetahuan
Vijjadhara : pembawa pengetahuan
Vilãsa : anggun, cantik
Vilasini : wanita
Vilocana : mata
Vimala : bersih, tak ternoda
Vimãna : gedung, istana surga
Vimokkha : kebebasan
Vimuccana : pembebasan
Vimutti : kebebasan
Vinã : kecapi
Vinayaka : pemimpin besar, Sang Buddha
Vindana : penemuan, pencapaian
Vineyyajana : 1. orang yang bisa dilatih ; 2. siswa Sang Buddha
Vinoda : pemberantasan
Vinnyãna : kesadaran
Vipãka : akibat, hasil
Vipassi : nama seorang Buddha sebelum Buddha Gotama
Vipina : hutan
Vippa : brahmana
Vira : pemberani, pahlawan
Virãga : bebas dari nafsu
Viraja : tanpa noda
Virati : pantangan
Viriya : usaha, semangat
Visada : bersih, murni, nyata
Visãkhã : nama seorang upasika penyokong utama Sang Buddha
Visãla : luas, besar
Visesa : khusus, istimewa
Visoka : bebas dari kesedihan
Visuddha : bersih, murni
Visuddhi : kesucian, kemurnian
Vissuta : terkenal, tampak
Visvamitra : nama guru Pangeran Siddhattha
Vita : bebas dari, tanpa
Vitamala : tanpa noda, bersih
Vitta : kaya, makmur
Vitthara : rinci, luas
Vitti : kebahagiaan
Vivaha : perkawinan
Vivara : celah, cerobong, gua
Viveka : terbebas dari obyek perasaan/fisik
Viyatta : terpelajar, tercapai
Vodana : pembersihan
Vutthi : kehidupan

Y
Yakana : hati
Yama : nama dewa; nama surga tempat dewa itu
Yamala/Yamaka : kembar, pasangan
Yãna : kereta, kendaraan
Yanta : mesin
Yantika : ahli mesin
Yasa : 1. kemasyuran, kesuksesan; 2. nama seorang bhikkhu siswa Sang Buddha
Yasodhara : terkenal, termasyur
Yasodhara : nama isteri Pangeran Siddhattha
Yatana : usaha
Yati : bhikkhu, yang terkendali inderanya
Yatta : usaha; pengendalian
Yãtrã : perjalanan
Yobbana : kemudaan
Yodha : tentara
Yogga : cocok, kendaraan, yang terpasang
Yuddha : peperangan
Yuga : masa, jangka waktu; pasang
Yutti : keadilan, kebenaran
Yuva/Yuvaka : pemuda
Yuvati : pemudi


Sumber : Buku Nama-nama Buddhis
Penerbit: Yayasan Pancaran Dharma, Jakarta. Edisi Pertama – 2002.
Editor : Bhikkhu Sukhemo Mahathera, MA, Bhikkhu Dhammadiro
Penyusun : Dharma K. Widya, Ariya Chandra, Budhiarta, Buyung Wahab)


Sumber : http://www.daunbodhi.com/2015/02/10/menanti-kelahiran-putra-putri-anda-berikut-nama-nama-buddhist-yang-bisa-menjadi-referensi/

10 Tempat Wisata di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi di Jawa Timur


Provinsi Jawa Timur terletak di ujung timur Pulau Jawa dengan ibukota Surabaya. Provinsi ini mempunyai luas lahan lebih besar dari pada provinsi lain yang ada di Pulau Jawa.

Provinsi ini juga mempunyai tempat wisata yang tak kalah menarik denagn tempat wisata di Jawa Barat. Apa saja tempat wisata di Jawa Timur yang wajib dikunjungi? Simak penjelasan berikut.

1. Gunung Bromo

Gunung Bromo merupakan tempat wisata di Jawa Timur yang paling ramai dikunjungi dan juga paling terkenal. Yang mengunjungi bukan hanya dari daerah Jawa Timur saja, namun juga dari daerah lain yang cukup jauh, contohnya Jakarta dan sekitarnya.

Gunung Bromo
Gunung Bromo

Gunung Bromo berlokasi di 4 wilayah, yaitu Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang. Kegiatan yang paling diminati para pengunjung Gunung Bromo ini yaitu mendaki gunung, melihat matahari terbit, berkuda, dan berjalan melewati padang pasir Gunung Bromo.

2. Jawa Timur Park (Jatim Park)

Jatim Park yang berlokasi di Kota Baru, Jawa Timur adalah sebuah taman rekreasi maupun belajar yang sangat besar dan lengkap. Dan terletak sekitar 20 KM dari kota Malang.

Jawa Timur Park (Jatim Park)
Jawa Timur Park (Jatim Park)

Konon, lebih dari 36 wahana permainan yang ada di Jatim Park, bahkan telah menjadi ikon wisata Jawa Timur. Jatim Park juga mendapatkan penghargaan juara pertama wisata buatan nasional oleh menteri pariwisata sehingga tak diragukan lagi, Jatim Park merupakan salah satu tempat wisata di Jawa Timur yang wajib dikunjungi.

3. Pantai Balekambang

Pantai Balekambang hanya berlokasi sekitar 45 KM di selatan kota Malang, sehingga Pantai Balekambang sudah menjadi tempat wisata pilihan bagi masyarakat kota Malang dan sektiarnya. Berada di sisi selatan provinsi Jawa Timur, Pantai Balekambang merupakan salah satu tempat wisata di Jawa Timur yang terkenal karena keindahan pantai, dan pura yang berada di atas pulau karang yang ada di pinggir Pantai Balekambang.

Pantai Balekambang
Pantai Balekambang

Karakteristik pantai ini adalah ombak yang besar dan arus yang kuat. Jika anda pernah pergi berwisata ke Tanah Lot, Bali, Pantai Balekambang dapat mengingatkan anda pada tempat wisata di Bali tersebut karena suasananya sangat mirip. Namun, saat ini jalanan menuju Pantai Balekambang banyak yang rusak sehingga sedikit akan mengurangi kenyamanan anda saat menuju Pantai Balekambang.

4. Telaga Sarangan

Telaga Sarangan merupakan sebuah danau alami yang berlokasi di kaki Gunung Lawu, Jawa Timur. Danau ini berluas sekitar 30 hektar dan kedalaman sekitar 28 meter. Fasilitas di sekitar Telaga Sarangan sudah lengkap, seperti banyaknya penginapan, rumah makan, pasar wisata belanja, area bermain anak-anak, taman, tempat ibadah, dan lain-lain.

Telaga Sarangan
Telaga Sarangan

Danau ini berlokasi sekitar 16 KM dari kota Magetan. Kegiatan yang diminati para pengunjung di Telaga Sarangan ini adalah berkuda, bermain perahu air, dan memancing.

5. Pantai Pasir Putih Situbondo

Pantai Pasir Putih Situbondo berlokasi di Kabupaten Situbondo dan merupakan salah satu tempat wisata di Jawa Timur yang paling terkenal. Perjalanan menuju Pantai Pasir Putih Situbondo ini memerlukan waktu sekitar 4 jam dari kota Surabaya.

Pantai Pasir Putih Situbondo
Pantai Pasir Putih Situbondo

Pantai Pasir Putih Situbondo terkenal sesuai dengan namanya yaitu pasir putihnya yang indah, dan hamparan hutan yang berada di tepi pantai.

6. Pantai Kondang Iwak

Pantai Kondang Iwak merupakan sebuah pantai yang kurang begitu terkenal. Meskipun demikian, namun cukup menarik untuk dikunjungi. Pantai ini berlokasi di Desa Tulungrejo, sekitar 65 KM dari kota Malang.

Pantai Kondang Iwak
Pantai Kondang Iwak

Suasana pantainya yang tenang dan sepi, serta ombaknya yang cukup besar menjadi daya tarik utama Pantai Kondang Iwak. Di pantai ini juga dapat dijumpai aktivitas warga sekitar yang sedang memancing ikan.

7. Air Terjun Coban Rondo

Air Terjun Coban Rondo yang terletak di Kecamatan Pujon merupakan sebuah air terjun yang mempunyai ketinggian sektiar 84 meter dan berada 1135 meter di atas permukaan laut.
Air Terjun Coban Rondo
Air Terjun Coban Rondo

Dari kota Malang Air Terjun Coban Rondo ini hanyalah berjarak sekitar 25 KM saja sehingga tempat wisata ini merupakan salah satu tempat wisata alam yang paling populer bagi masyarakat Malang dan sekitanya. Jika ingin masuk ke tempat wisata ini cukup membayar 10,000 Rupiah saja per orang.

8. Pemandian Air Panas Cangar

Pemandian Air Panas Cangar berlokasi sekitar 20 KM dari kota Batu. Sebenarnya fasilitasnya tidaklah mewah, namun dapat memenuhi kebutuhan kita dalam menikmati air panas yang berasal dari bumi ini.

Pemandian Air Panas Cangar
Pemandian Air Panas Cangar

Pemandian Air Panas Cangar memiliki beberapa jenis kolam yang berbeda, yaitu kolam besar, kolam kecil, kolam tertutup khusus wanita, dan kolam dalam kamar. Bagi pecinta wisata kuliner, janganlah lupa mencicipi makanan khas daerah ini, yaitu tape beras ketan hitam.

9. Goa Maharani Lamongan

Goa Maharani Lamongan merupakan sebuah goa berukuran sekitar 2,500 meter persegi yang pertama kali ditemukan oleh penggali tanah. Dan goa ini berlokasi di Kecamatan Paciran.

Goa Maharani Lamongan
Goa Maharani Lamongan

Goa Maharani Lamongan menawarkan wisata keindahan bawah tanah yang dipenuhi oleh stalaktit dan stalakmit yang terbentuk dari tetesan air yang menempel di langit-langit gua yang indah dan batu-batuan yang unik.

10. Pantai Sendang Biru dan Pulau Sempu

Pantai Sendang Biru adalah sebuah pantai indah dengan ombak yang tidak terlalu besar dan arus yang lebih tenang dari pantai-pantai lain yang ada di pesisir selatan Pulau Jawa.

Pantai Sendang Biru dan Pulau Sempu
Pantai Sendang Biru dan Pulau Sempu

Pantai Sendang Biru berlokasi 30 KM di selatan kota Malang. Ombak dan arus yang tenang dan tidak besar ini dikarenakan terdapat sebuah pulau di dekat pantai ini, namanya adalah Pulau sempu. Jika ingin menjelajahi Pulau Sempu harus dengan cara menyeberang menggunakan perahu nelayan dari Pantai Sendang Biru.


Sumber : http://travelingyuk.com/tempat-wisata-di-jawa-timur/

Wow, Pantai di Jepang Pasirnya Berbentuk Bintang!


Jika biasanya pantai identik dengan pasir putihnya maka datanglah ke pantai yang ada di Jepang ini. Di Jepang ada satu pantai yang sangat unik dimana pasir pantainya berbentuk bintang. Pasir pantainya memiliki rupa beraneka ragam namun kebanyakan pasirnya menyerupai bintang. Bagaimana ini bisa terjadi?

Hoshizuna no Hama adalah sebuah pantai kecil yang terletak di Pulau Iriomote, di Okinawa, Jepang. Hoshizuna no Hama sendiri berarti pantai pasir bintang, dan dinamakan demikian karena butiran pasir yang ada di pantai ini berbentuk seperti bintang kecil.

Hoshizuna no Hama, Jepang (c) Wikimedia
Hoshizuna no Hama, Jepang (c) Wikimedia

Bintang-bintang ini sesungguhnya bukanlah pasir namun suatu organisme berkerangka luar kecil bersel satu yang ukurannya tidak lebih dari satu milimeter saja. Organisme ini disebut dengan Baclogypsina Sphaerulata yang biasa hidup di antara rumput laut.

Kerangka luar Baclogypsina Sphaerulata berbentuk seperti bintang dengan 5 atau 6 duri runcing di setiap sisi sudutnya yang sebenarnya berguna untuk membantu mereka bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain.

Hoshizuna no Hama sebuah pantai yang memiliki pasir berbentuk bintang (c) Wikipedia
Hoshizuna no Hama sebuah pantai yang memiliki pasir berbentuk bintang (c) Wikipedia

Kulit terluar mereka terbuat dari kalsium karbonat, dan ketika mereka mati, mereka meninggalkan bentuk bintang yang akhirnya terbawa arus dan terdampar di pinggir pantai dalam jumlah yang sangat banyak.

Waktu terbaik untuk menemukan makhluk ini dalam jumlah yang banyak adalah setelah terjadi topan di laut yang membawa mereka dari dasar laut menuju pinggir pantai. Pasir bintang ini dapat ditemui di hampir seluruh pantai di pulau Iriomote namun jumlah yang sangat besar hanya ditemukan di pantai Hoshizuna no Hama ini.

Bentuk bintang yang ada di pasir pantai Hoshizuna no Hama (c) psammophile.pagesperso-orange.f
Bentuk bintang yang ada di pasir pantai Hoshizuna no Hama (c) psammophile.pagesperso-orange.f

Akses untuk menuju ke pantai Hoshizuna no Hama ini dapat traveler tempuh dengan cara naik kapal feri dari Okinawa. Setelah tiba di pantai ini cobalah untuk mengambil segenggam pasir dan perhatikan betapa uniknya pasir pantai di sini. Namun ingat, jagalah kebersihan dan kelestarian pantai sebab di pantai ini sangat bersih dan terawat.


Sumber : http://log.viva.co.id/frame/read/aHR0cDovL3RyYXZlbGluZ3l1ay5jb20vcGFudGFpLXBhc2lyLWJpbnRhbmcv

Saturday, February 7, 2015

Studi: Sering Dihukum Saat Berbohong, Anak Justru Makin Tidak Jujur


Jakarta, Apa yang biasa orang tua lakukan ketika sang anak melakukan kesalahan? Ya, jawaban umum yang dilontarkan adalah menghukum si anak. Termasuk juga ketika anak berbohong. Padahal, terlalu sering menghukum anak justru membuat si kecil jadi anak yang tidak jujur lho.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa hukuman justru membuat anak tidak mau mengatakan kebenaran. Hal ini terjadi karena kekhawatiran anak justru ketika dia mengatakan hal yang sebenarnya, ayah atau ibu justru akan menghukum mereka.

Prof Victoria Talwar dari McGill's Dept. of Educational and Counseling Psychology dan koleganya melakukan studi terhadap 372 anak usia 4-8 tahun. Mereka dibiarkan sendiri di ruangan dengan kamera CCTV dan sebuah mainan di belakang meja.

Selama 1 menit, anak tak diperbolehkan memegang mainan tersebut. Kemudian, peneliti menanyakan ketika di ruangan itu, apakah si anak mengintip mainan tersebut. Hasilnya, 67,5% anak mengintip mainan itu. Anak yang berusia lebih tua lebih sedikit mengintip mainan.

Sebanyak 66,5% anak yang mengintip juga berbohong. Pada anak dengan usia lebih tua, mereka akan lebih baik menyembunyikan kebohongannya. Dikatakan Prof Talwar yang menarik adalah anak-anak takut mengatakan kebenaran karena tak ingin dihukum.

"Justru ketika mereka percaya memberi tahu kebenaran bisa dimaafkan oleh orang dewasa atau yakin yang dilakukan itu benar, anak-anak akan berbicara jujur," tutur Prof Talwar dalam laporannya di Journal of Experimental Child Psychology. dan dikutip pada Minggu (14/12/2014).

Anak berusia lebih muda juga lebih fokus mengatakan kebenaran untuk mendapatkan maaf dari orang dewasa. Sedangkan, anak yang lebih tua lebih suka mengatakan hal yang benar karena memang mereka yakin itu adalah yang tepat dilakukan. Oleh karena itu, Prof Talwar menegaskan bahwa mengancam anak dengan memberinya hukuman justru tidak akan membuat ia berkata jujur.

"Justru dengan tidak mengancam akan menghukum anak akan lebih terbuka dan jujur pada kita. Tapi bukan berarti juga anak dibiarkan melakukan hal yang tidak tepat. Ketika mereka berbuat salah, beri tahu apa yang dilakukan tidak tepat dan arahkan anak ke hal yang semestinya," terang Prof Talwar.


Sumber : http://health.detik.com/read/2014/12/14/100340/2776669/1301/studi-sering-dihukum-saat-berbohong-anak-justru-makin-tidak-jujur

Friday, February 6, 2015

Apa yang Terjadi pada Mi Instan di Perut Kita?


Metrotvnews.com, Jakarta: Mi instan terbilang makanan yang cukup populer di kalangan masyarakat terutama bagi mahasiswa. Meski banyak yang mengetahui jika mi instan bukan makanan yang sehat, tak sedikit orang yang tetap kerap melahapnya.

Namun, apakah Anda tahu seperti apa kondisi perut setelah makan mi instan? Dr Mercola dari Amerika Serikat telah melakukan uji coba yaitu dengan menggunakan kamera sebesar pil untuk melihat apa yang terjadi di dalam perut dan saluran pencernaan setelah makan mi instan. Hasilnya sangat mencengangkan.
Dalam video tersebut, sangat jelas terlihat jika mi instan ada di dalam perut. Kondisinya masih sangat utuh bahkan setelah 2 jam. Berbeda jika dibandingkan dengan mi ramen buatan sendiri. Namun hal ini menyangkut untuk sejumlah alasan.

Mi instan memberikan beban pada sistem pencernaan Anda yang dipaksa bekerja berjam-jam untuk memecahnya. Ironisnya, mi instan tidak mengandung serat sehingga akan sangat sulit dipecah.
Ketika mi instan berada dalam saluran pencernaan dalam waktu lama, ini akan berdampak pada penyerapan nutrisi, namun tak ada banyak nutrisi yang ada di dalam mi ramen. Sebaliknya, ada zat adiktif atau pengawet beracun tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ).

Zat adiktif ini mungkin akan tetap berada di perut bersama dengan mi yang Anda makan.

Perempuan yang makan mi instan lebih dari dua kali dalam seminggu berisiko 68 persen lebih memiliki sindrom metabolik, yakni sekelompok gejala seperti obesitas sentral, tekanan darah tinggi, peningkatan gula darah, dan rendahnya tingkat kolesterol HDL.

Memang benar, makan mi instan tidak akan membunuh Anda. Namun jika Anda membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan cepat saji, ini hanya masalah waktu sebelum gangguan kesehatan benar-benar berkembang.

Mi instan adalah contoh utama dari jenis makanan olahan yang harus Anda hindari sejauh mungkin. sebab makanan instan dijamin membuat Anda sakit jika Anda makan terlalu banyak. (Ningtriasih/Mercola.com)

 Yang terjadi pada mi instan di perut kita. Foto: DFW

Sumber : http://rona.metrotvnews.com/read/2015/02/05/354126/apa-yang-terjadi-pada-mi-instan-di-perut-kita 
 

Thursday, February 5, 2015


Lovely Message only for those who can understand the essence :-

Whether you have a Maruti or a BMW, the road remains the same.

Whether you travel economy class or business, your destination doesn't change.

Whether you have a Titan or a Rolex, the time is the same.

Whether u have Apple samsung or lava, people who call u remains the same.

There is nothing wrong in dreaming a luxurious life.

What needs to be taken care of is to not let the NEED become your GREED.

Because needs can always be met; but greed can never be fulfilled.

Short lines with a million dollar meaning :- The life that you are living now, is also a dream of millions.

~S.R~
 https://www.facebook.com/Reminisce.SR?ref=br_tf

Having a big heart is not easy. you feel everything so deeply, the good and the bad.
~S.R~

Source : https://www.facebook.com/Reminisce.SR?ref=br_tf


https://www.facebook.com/Reminisce.SR/photos/a.645854672146880.1073741851.504107672988248/822876444444701/?type=1



Don't be friends with people who make you feel bad for accomplishing things. Real friends build each other up.
~S.R~

Source : https://www.facebook.com/Reminisce.SR/photos/a.645854672146880.1073741851.504107672988248/823538001045212/?type=1



Don’t always judge a person by what they show you. Remember, what you’ve seen is oftentimes only what that person has chosen to show you.
~S.R~

Source :  Reminisce



 https://www.facebook.com/Reminisce.SR?ref=br_tf


SUPERB VALENTINE IDEA FOR UR GIRLFRIEND:
1. Ask what she wants.
2. Buy online.
3. Enter her address.
4. Select 'Cash On Delivery'.

~S.R~
 https://www.facebook.com/Reminisce.SR?ref=br_tf

Have you ever loved a lyric so much that when you hear it feels like your heart is trying to burst out of your body.
~S.R~


Source : https://www.facebook.com/Reminisce.SR?ref=br_tf



Mulai kristis yuk liat coretan2 di pagar ato tiang listrik, karena mengindikasikan suatu hal bagi rampok/maling untuk rumah/lokasi tsb. 

Salah satunya seperti pada gambar ini, simbol & kata strong artinya berpotensi utk digarap, juga tanda cross merah bahwa lokasi ada penjagaan untuk cross putih bahwa lokasi bebas penjagaan.
 

Segera hapus ato tiban dg cat hitam ya.. 

 


Sumber : 
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203902245978666&set=a.3903567949787.2145516.1296873264&type=1

Tuesday, February 3, 2015


Langit tidak selalu cerah
Kadang mendungpun kita rindukan

Udara tidak selalu bersahabat
Kadang kita membutuhkan kesejukan dan panas

Bumi tidak selalu subur
Bunga tidak selalu mekar
Berbuat baik tidaklah mudah

Kita banyak belajar dari lingkungan dimana kita berpijak

Dari semuanyalah kita mengerti bahwa kehidupan tidak ada yang kekal

Kita harus bisa menerima
Belajar dan menyikapi dengan positive

Semua bermakna,,,,, kejadian bahagia,,, sedih,,,, sakit,,,,, kecewa,,,,, marah,,,,,
Sikapilah semua dengan mengerti
Percaya,, dan yakin.

Lakukanlah kebaikan dengan tulus. Walau kadang kesedihan yang kita terima .



Sumber : https://www.facebook.com/KebajikanDe/photos/a.231048736958686.59709.152761311454096/851711598225727/?type=1
 

Pepatah Tiongkok Kuno

 

Jin zhu zhe chi, jin mo zhe hei.

Yang dekat tinta merah akan kena noda merah, yang dekat tinta hitam akan kena noda hitam. Orang dipengaruhi oleh sifat temannya.

 

Cang ying bu ding wu feng dan.

Lalat tak pernah hinggap pada telur yang tak retak. Seseorang yang tak baik cenderung mengundang teman-teman yang tak baik pula.

 

Cang long wo hu.

Naga tersembunyi, harimau mendekam. Jangan anggap enteng sesuatu yang tampak mudah dan tidak menantang.

 

Dang ju zhe mi.

Seorang penonton melihat lebih cermat daripada pemain di lapangan. Pihak ketiga biasanya punya perspektif lebih baik daripada orang yang terlibat karena melihat soal secara berjarak.

 

Fen lin er tian, jie ze er yu.

Membakar hutan untuk bertanam dan menguras kolam untuk mengail. Melakukan segala cara untuk mencapai tujuan tanpa memperdulikan akibatnya.

 

Feng jian ning ke yu sui, qi zheng bu qiu wa quan.

Saat melawan keburukan, lebih baik jadi permata yang hancur daripada jadi bata yang utuh. Lebih baik mati daripada menyerah ketika melawan kejahatan/keburukan.

 

Ni ren pa yu, huang yan pa li.

Patung lempung takut kena hujan, pembohong takut kebenaran. Kebenaran pasti lebih unggul.

 

Ren e ren pa tian bu pa, ren shan ren qi tian bu qi.

Orang jahat ditakuti manusia, tapi tidak oleh surga. Orang baik dikhianati manusia, tapi tidak oleh Tuhan.

 

Xue hao san nian, xue huai san tian.

Perlu waktu tiga tahun menjadi orang berintegritas, hanya perlu tiga hari untuk merusaknya. Jauh lebih mudah menjadi rusak daripada menjadi baik.



Sumber :  https://www.facebook.com/KebajikanDe/photos/a.231048736958686.59709.152761311454096/850697048327182/?type=1
 

Hidup akan menjadi pengalaman yang menyedihkan apabila saya menghabiskannya dengan memikirkan kritikan orang lain dan bukannya membiarkan cahaya dalam kepribadian bersinar tanpa rasa takut.
Membebaskan diri dari tekanan perasaan luar dan dalam adalah yang sesungguhnya kemerdekaan.


Sumber : Yoest
https://www.facebook.com/Yoestina
 

Kau kira dia adalah aku
Lalu kau mencintai dia
Hanya karena kau kira dia adalah aku??

Padahal bukan!

Lalu aku membeku dalam cemburu..





Sumber : Tania Luna
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=727770094009204&set=a.104721009647452.4954.100003286597577&type=1

Senja dan secangkir harapan adalah pelipur bagi jiwa yang merasa hancur. Minumlah dengan pelan, agar pahit dan manisnya lebih kentara.

Seperti itulah adanya kenyataan, bahwa pahit dan manis sering kali berada pada satu wadah yang sama. Mereka seakan tak terpisahkan, mereka menyatu dan bercampur baur.

Dan untuk tahu apakah akan memabukkan atau tidak, sering kali kita harus memberanikan diri untuk meneguknya. Benar, terkadang tak cukup hanya dengan mencium aromanya saja.



Sumber : Yoest
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=782341595146750&set=a.185009071546675.40662.100001127496316&type=1

Seperti ilalang,
yang datang dan pergi,
tak perlu ditahan..

biarkan alam menyeleksi semua yang datang dan pergi
Meninggalkan hanya yang terbaik untukmu..

yang terbaik untuk dicintai
atau yang terbaik untuk dibenci..



Sumber :
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=728226813963532&set=a.233535086766043.49744.100003286597577&type=1
 

Mencintai langit
Mencintai bumi
Memuja langit
Memeluk bumi

Dan aku..
Berpijak di bumi
menggapai ke langit

Lalu kau bertanya:
Dibuat dari apakah hatiku?

Hatiku terbuat dari debu bintang,
Tak penting untuk dikenang..



Sumber : 
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=728741757245371&set=a.233535086766043.49744.100003286597577&type=1
 

Monday, February 2, 2015


Aku ingin kau mencintai aku.
Maka kubuka topengku di hadapanmu.
Walau akhirnya aku tau,
Kau tak akan mampu mencintai aku yang hadir tanpa topeng
Karena kau dan aku
Adalah dua manusia sombong
Yang merasa menjadi tuhan.



Sumber : 
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=727772297342317&set=a.104721009647452.4954.100003286597577&type=1
 

Malam dan rindu yang tenggelam dalam sunyi
Ada suara lirih mengerang
Mengapa kau begitu kerasnya pada dirimu sendiri?
Bahagiakah kau??

Aku menatap langit yang menghitam dan tetes hujan yang turun gerimis
Beberapa hal harus kulakukan bukan agar aku bahagia,
Tapi agar orang lain bisa tetap bahagia..



Sumber :
 https://www.facebook.com/photo.php?fbid=727862230666657&set=a.104721009647452.4954.100003286597577&type=1

Saturday, January 31, 2015

Perempuan Yang Lebih Kaya Dari Donald Trump Berbagi Tips Suksesnya



Zhang Xin, perempuan pemilik perusahaan properti SOHO ternyata memiliki jalan berliku dalam mencapai kesuksesannya. Dia tidak dilahirkan dari keluarga kaya. Bahkan, Xin dan ibunya sempat bekerja sebagai buruh di perusahaan permen di Beijing semasa remaja.

Apa yang dia lakukan untuk mengubah nasib? Nilai apa saja yang bisa kita ambil dari perjalanan perempuan yang sudah mengumpulkan kekayaan melebihi Donald Trump dan Oprah Winfrey ini? Yuk, coba kita lihat bersama.


Lahir dan Besar Di Tengah Revolusi Budaya Cina


Zhang Xin yang kini berusia 47 tahun lahir dan besar dalam masa revolusi kebudayaan Mao Zedong. Dalam dekade tersebut, Mao ingin membentuk kembali Cina sesuai gayanya. Ia menyingkirkan kalangan terpelajar dan mereka yang dianggap kapitalis. Orang tua Zhang Xin memiliki gelar universitas sehingga dianggap berbahaya bagi negara. Mereka dianggap “musuh negara” serta wajib mengikuti pendidikan ulang di camp yang dibentuk oleh pemerintah.

Zhang Xin dan keluarga akhirnya kembali ke Beijing saat Xin berumur 8 tahun. Ibu Zhang Xin bekerja sebagai penerjemah. Walau memiliki pekerjaan, ia digaji dengan sangat kecil. Xin semasa kanak-kanak hidup dalam kemiskinan. Dia tidur di atas meja kerja ibunya. Mereka tidak mampu menyewa rumah, hingga terpaksa tidur di kantor dan memanfaatkan buku sebagai bantal.


Merantau Jadi Pintu Gerbang Perubahan Nasib


Di usianya yang baru menginjak 14 tahun, Xin pindah ke Hongkong bersama sang ibu. Tujuan mereka pindah memang untuk mengumpulkan uang agar Xin bisa bersekolah.
Keadaan di Hongkong ternyata tidak lebih baik dari Beijing. Dua orang wanita ini terpaksa bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan manufaktur. Tugas Xin adalah merangkai mainan dan berbagai alat rumah tangga sederhana.

Setelah cukup mengumpulkan uang, Zhang Xin membeli tiket sekali jalan ke London. Ia nekat pergi demi bisa mendapatkan kesempatan yang lebih baik. Tanpa bisa berbahasa Inggris sama sekali, Xin mencoba mendapatkan pekerjaan. Ia akhirnya diterima di sebuah kedai fish and chips. Sembari bekerja, Xin mendaftarkan diri di sebuah kursus Bahasa Inggris.


Mendapat Beasiswa dan Memutuskan Kembali Ke Cina


Kursus Bahasa Inggris tersebut membukakan jalan bagi Xin untuk mendapatkan beasiswa di University of Sussex, Inggris. Tidak cukup hanya sampai gelar sarjana, Xin juga mendapatkan beasiswa untuk program Master di Cambridge University. Setelah mendapatkan gelar S2 di Ilmu Ekonomi, Xin mendapatkan pekerjaan impian di Goldman Sachs.

Namun panggilan hatinya mengatakan bahwa pekerjaan itu tidak cocok untuknya. Ia memutuskan untuk kembali ke Cina dengan idealisme ingin membuat perekonomian Cina menjadi lebih terbuka. Sebelum kembali ke Cina takdir membawa Xin bertemu dengan Pan Shiyi yang kemudian menjadi suaminya.

Pan memiliki idealisme yang sama dengan Xin. Ia ingin mengembangkan perekonomian Cina lewat jalan membangun real estate. Diawal hubungan mereka, Pan mengajak Xin melihat sebuah konstruksi real estate dan mengatakan bahwa ia akan mengubah Beijing menjadi Manhattan. Xing hanya menertawakan perkataan Pan itu.


Menjadi Salah Satu Wanita Perubah Cina Lewat SOHO


Zhang Xin dan Pan Shiyi mendirikan perusahaan pengembang real estate SOHO pada 1995. Hingga saat ini mereka sudah mengembangkan lebih dari 56 miliar meter² tanah di Cina dan menyulapnya menjadi bangunan real estate.

Pada tahun 2013 Zhang masuk sebagai salah satu dari 24 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Dari majalah yang sama, ia juga menjadi salah satu dari 10 wanita wirausaha paling berpengaruh yang memulai usahanya dari 0. Walau sekarang kekayaannya sudah melebihi Oprah, Donald Trump dan bahkan ratu Inggris sekalipun Zhang Xin tetap bertahan pada gaya hidupnya yang sederhana.


Quote:Tips Sukses yang Bisa Kamu Ambil Dari Perjalanan Zhang Xin
Quote:1. Kalau kamu punya niat, peraturan apapun tidak bisa menghalangimu



Zhang Xin membuktikan bahwa dia yang lahir di negara seketat Cina pun mampu mendobrak semua batasan agar bisa mencapai kesuksesan. Saat keluarganya disingkirkan, ia memilih pindah ke Hongkong. Ketika Hongkong tidak memberikan harapan, ia memutuskan untuk hijrah ke London. Semua bisa dihadapi asal punya niat yang kuat.

Jadi kamu yang baru merintis start up company dan udah ngeluh mati-matian karena peraturan blokir internet Indonesia yang gak masuk akal, boleh minta sedikit malunya?


Quote:2. Pergilah dan Tantang Dirimu


Pergilah, merantaulah. Keluar dari tempat dimana kamu selama ini tumbuh dengan nyaman. Sepanjang hidupnya, berpindah tempat tinggal jadi hal yang sangat akrab bagi Zhang Xin. Ia bahkan nekat pergi ke London tanpa punya kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.

Keluar dari zona nyaman akan memunculkan rasa ingin berjuang yang selama ini bisa jadi belum keluar darimu. Kalau kamu gak pernah pergi dan mendobrak rasa takut itu, ya kapan dirimu mau maju?


Quote:3. Punya Idealisme Itu Penting


Walau mendapatkan pekerjaan impian di Goldman Sachs, Zhang Xin tidak begitu saja terlena pada jabatan dan besarnya gaji yang bisa didapat. Ia justru ingin kembali mengejar idealismenya untuk membuat perekonomian Cina lebih terbuka.

Kalau kata Tan Malaka,
“Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda”


Pada akhirnya yang membedakan orang sukses yang cuma mengejar kekayaan dan mereka yang sukses karena mengikuti panggilan hati adalah hal mendasar ini. Bagaimana kamu bisa mewujudkan idealisme dalam perilaku dan keputusan hidupmu.



Quote:4. Tetap Sederhana


Walau sudah jadi salah satu wanita paling kaya di dunia, Xin tetap berpenampilan sederhana. Dalam wawancara dengan Daily Telegraph dipaparkan bagaimana tetap rendah hatinya wanita ini.
Ia tidak memiliki tas Prada seperti kebanyakan sosialita, tidak heboh menggunakan pemulas wajah, dan aksesoris termahalnya adalah gelang emas di lengan. Ia bahkan menolak untuk terbang di penerbangan kelas satu.

“Ini bukan tentang mampu atau tidak. Tapi lebih ke pilihan. Saat aku melihat berapa penghasilan pengasuh anakku, aku berpikir yah terbang dengan kelas bisnis saja sudah cukup.”

Zhang Xin juga tetap mengajarkan pada kedua anaknya pentingnya kesederhanaan. Ia ingin putra-putranya tumbuh normal. Dia tidak keberatan mendorong mereka untuk kerja paruh waktu di gerai fast food agar punya pengalaman kerja seperti remaja kebanyakan.



Quote:5. Tetap Milikilah Kehidupan Di Luar Pekerjaan


Zhang Xin membuktikan bahwa kesuksesan bisa sejalan dengan kehidupan personal yang tertata. Walau super sibuk, Xin selalu menyempatkan untuk sarapan, makan malam dan menghabiskan akhir pekan bersama putra dan suaminya.

“Selama aku tidak bepergian, aku selalu memberikan waktuku untuk keluarga. Kami pergi ke pertandingan sepak bola, aku membantu mereka mengerjakan PR. Aku sangat suka melakukan hal itu. Ini juga membuatku sadar kalau kehidupan lebih besar dari sekedar kerja, kerja, dan kerja.”


Quote:SUMBER:
http://smart-entrepreneur.blogspot.com/2014/11/perempuan-yang-lebih-kaya-dari-donald.html  (smart-entrepreneur.blogspot.com)





Sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/54664403529a451e768b456f/perempuan-yang-lebih-kaya-dari-donald-trump-berbagi-tips-suksesnya

Friday, January 30, 2015

Ini Daftar Gaji PNS DKI yang Nilainya Tinggi


JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menerapkan tunjangan kinerja daerah (TKD) dinamis kepada seluruh pegawainya. Siapa pun yang memiliki kinerja baik akan mendapat penghasilan yang optimal. Tak tanggung-tanggung. Untuk jabatan lurah saja, mereka sudah bisa membawa pulang gaji sebesar Rp 33 juta.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerapkan kebijakan ini untuk menghindari adanya permainan proyek di dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dan memberantas penarikan pungutan liar maupun komisi. Seluruh pegawai pun berfungsi sebagai pejabat fungsional bukan lagi pejabat struktural, atau yang lebih mengedepankan pelayanan kepada warganya.

Adapun besaran gaji PNS DKI yang jumlahnya fantastis itu sudah termasuk gaji pokok, tunjangan jabatan, TKD statis (kehadiran pegawai), TKD dinamis (tunjangan kinerja), dan tunjangan transportasi bagi para pejabat struktural seperti lurah atau kepala dinas.

Sedangkan pejabat fungsional di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), hanya mendapatkan gaji pokok, tunjangan jabatan, TKD statis, dan TKD dinamis tanpa tunjangan transportasi.
Untuk besaran take home pay, pejabat struktural tahun ini seperti lurah yakni Rp 33.730.000, naik sekitar Rp 20 juta dari tahun lalu yang hanya Rp 13 juta. Dengan rincian gaji pokok Rp 2.082.000, tunjangan jabatan Rp 1.480.000, TKD Statis Rp 13.085.000, TKD Dinamis Rp 13.085.000, dan tunjangan transportasi Rp 4.000.000.

Kemudian, Camat Rp 44.284.000 juga naik sekitar Rp 20 juta dari tahun 2014. Dengan rincian gaji pokok Rp 3.064.000, tunjangan jabatan Rp 1.260.000, TKD Statis Rp 19.008.000, TKD Dinamis Rp 19.008.000, dan tunjangan transportasi Rp 6.500.000.

Sementara wali kota gaji pokok nya Rp 3.542.000, tunjangan jabatan Rp 3.250.000, TKD Statis Rp 29.925.000, TKD Dinamis Rp 29.925.000, dan tunjangan transportasi sebesar Rp 9.000.000. Sehingga total take home pay yang diterima Rp 75.642.000.

Sedangkan Kepala Biro Rp 70.367.000 dengan gaji pokok sebesar Rp 3.542.000, tunjangan jabatan Rp 2.025.000, TKD Statis Rp 27.900.000, TKD Dinamis Rp 27.900.000 dan tunjangan transportasi sebesar Rp 9.000.000.

Untuk Kepala Dinas Rp 75.642.000 dengan rincian gaji pokok Rp 3.542.000, tunjangan jabatan Rp 3.250.000, TKD Statis Rp 29.925.000, TKD Dinamis Rp 29.925.000 dan tunjangan transportasi sebesar Rp 9.000.000.

Sementara Kepala Badan mendapat Rp 78.702.000. Dengan rincian gaji pokok sebesar Rp 3.542.000, tunjangan jabatan Rp 3.250.000, TKD Statis Rp 31.455.000, TKD Dinamis Rp 31.455.000 dan tunjangan transportasi sebesar Rp 9.000.000.

Besaran take home pay yang diterima oleh Kepala Biro, Kepala Dinas, dan Kepala Badan jumlahnya meningkat Rp 30-40 juta dari tahun lalu.

Untuk jabatan pelayanan, besaran take home pay maksimal Rp 9.592.000 atau meningkat Rp 5 juta dari tahun sebelumnya. Jabatan operasional Rp 13.606.000 meningkat sekitar Rp 8 juta. Jabatan administrasi Rp 17.797.000 meningkat Rp 10 juta, dan jabatan teknis Rp 22.625.000 atau meningkat Rp 15 juta dari take home pay yang diterima pada tahun 2014.

Hapus honorarium

Basuki menjelaskan, tingginya TKD yang diterima PNS DKI harus sebanding dengan kinerja yang dilakukan. Lebih lanjut, ia mengatakan, tingginya nilai TKD dinamis ini karena disesuaikan dengan kebijakannya mencoret anggaran honorarium senilai Rp 2,3 triliun.

"Sebenarnya gaji PNS itu bukan naik, tapi karena saya potong uang honorarium dan uang pengawasan teknis. Jadi, kami bagi jadi gaji TKD dinamis," kata Ahok, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Ahok mengatakan, para PNS DKI, mulai dari staf hingga pejabat eselon wajib mengisi kerja harian di website bkd.jakarta.go.id. Basuki bakal menilai kinerja serta pemberian TKD dari aktivitas yang dilakukan sehari-hari.

Apabila PNS enggan menuruti saran Basuki itu, maka ia tak segan menjadikan staf para pejabat DKI. Ia memiliki prinsip, untuk tidak pernah takut menjadikan staf para pejabat DKI daripada memberi kesempatan kepada orang yang salah untuk duduk di posisi tertentu.

Menurutnya, masih banyak pejabat DKI yang menganggap gaji ini kecil. Sebab, apabila pejabat itu "bermain" dengan anggaran maupun proyek, maka komisi yang didapat jauh lebih besar dibanding gaji yang diterima.

"Mungkin (pejabat) senior yang biasa curi anggaran enggak puas dengan gaji ini. Tapi (PNS) junior yang bawah merasakan gaji seperti ini akan senang asal kerjanya bagus dan berani melaporkan pimpinannya kalau enggak benar. Makanya kami sengaja mau kasih gaji ini ke orang yang merasa gaji segitu cukup," kata Ahok.

Ahok menjelaskan, bagi pejabat yang tidak bisa mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik akan diturunkan menjadi seorang staf. Apabila saat menjadi staf, dia masih dilaporkan kerap bermain dengan anggaran maupun berkinerja buruk, ia akan ditempatkan di analisis kebijakan (anjak) pendidikan latihan (Diklat) DKI. Tugasnya hanya membaca berita Pemprov DKI dan menganalisisnya.

Menurut dia, staf ini saja bisa membawa pulang gaji sebesar Rp 9 juta. Staf yang mampu bekerja dengan baik dan rajin bisa membawa pulang gaji Rp 13 juta.

"PNS yang bekerja di bidang teknis seperti Dinas Pelayanan Pajak dan pengadaan barang paling rendah mendapat gaji Rp 25 juta," kata Basuki.

TKD

Kepala Bidang Kesra dan Pensiun Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Etty Agustijani menjelaskan, semakin rajin PNS maka semakin besar pula TKD dinamisnya. Selain dilihat dari banyaknya pekerjaan yang dikerjakan setiap hari, PNS juga dinilai dari kehadirannya yang disebut TKD statis.

TKD Statis, menurut dia, dikoreksi berdasarkan kehadiran. PNS DKI yang terlambat datang ke kantor, cepat pulang, alfa, izin, dan sakit, TKD nya akan dipotong. Besarannya, alpa 5 persen, izin 3 persen, sakit 2,5 persen, datang terlambat dan cepat pulang kumulatif perhitungannya sekitar 3 persen.

"Kalau TKD dinamis itu dibayarkan berdasarkan pekerjaan. Berapa persen dia dapat menyelesaikan pekerjaannya. Nilai honorarium dialihkan ke TKD dinamis," kata Etty. Pemberian TKD ini telah diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 207 Tahun 2014 yang ditandatangani Basuki pada 29 Desember 2014 dan berlaku mulai Januari 2015.


Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/30/0650001/Ini.Daftar.Gaji.PNS.DKI.yang.Nilainya.Tinggi?utm_campaign=popread&utm_medium=bp&utm_source=news

Berkat facebook, sudah kukatakan yang tak sanggup terkatakan dengan cara apapun juga.

Tiada hatiku kan risau bila kau tidak mau mendengarkan karena aku tahu kau telah mendengarnya.

Yang harus kupentingkan dalam hidup dimulai dari pedalamanku sendiri. Yang perlu kutegakkan lebih dulu adalah kejujuranku pada sendiri. Yang niscaya kusetiai selalu adalah apa adanya perasaan-perasaan yang tak terpungkiri.

Sedangkan dirimu, siapapun, dan segala sesuatu yang di luar diriku bukan kuasaku dan tak akan pernah kubiarkan mengusikku, apalagi menghantuiku.

Aku hanya perlu mengatakan yang ingin dan harus kukatakan kepadamu dari dalam hatiku dengan cara apapun juga. Tidak penting lagi bagiku apakah kau mau mendengarkan atau tidak karena aku tahu kau telah mendengarnya.

Telah kukatakan di sini semua yang tak sanggup terkatakan dengan cara apapun juga.

Namaste.

*di bawah langit malam tak berbintang*



Sumber : 
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10153085686779540&set=a.10151103664444540.488827.538519539&type=1
 

Pertemuan langit dan bumi sebetulnya biasalah saja, kitalah yang mendramatisir menjadi sebuah cakrawala dengan segala yang ada dalam pikiran kita.

Pertemuan laut dan darat sebetulnya juga biasalah saja, kitalah yang mengharu biru dengan angin, pasir dan gelombangnya.

Tidak bisakah kita bertemu, mengisi bangku kosong itu, lalu langit dan bumi, angin, pasir dan lautan menyaksikan moment itu sebagai hal yang luar biasa?

~pertemuan~



Sumber : 
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=928405397184133&set=a.209436475747699.61132.100000440433322&type=1
 

Ong seorang saudagar.. berniat menceraikan istrinya, saat mereka menghadapi sidang pengadilan perceraian...

Hakim: "Jadi Saudara tetap bersikeras ingin menceraikan istri Saudara?"
Ong: "Benar Pak, Serius!"

Hakim: "Anda tidak menyesal?"
Ong: "Bagaimana mungkin saya menyesal Pak, buat apa saya punya istri yang saban malam kerjaannya keluyuran di Cafe, Bar, dan Diskotik?!"

Hakim: "Apakah istri saudara suka mabuk-mabukan?"
Ong: "Hmmm... Tidak, tidak, pak Hakim."

Hakim: "Istri saudara senang berdansa dan dugem?"
Ong: "Tidak juga, pak..."

Hakim: "Jadi apa yang dilakukan istri saudara setiap malam di cafe, bar, dan diskotik?"
Ong: "Dia kerjaannya mencari-cari saya di sana, pak... Saya jadi sebel..!!
ƋƋƋƋƋ ╋╋Ƌ ╋╋ƋƋ ╋╋ƋƋ

Wednesday, January 28, 2015


Banyak orang yang begitu takut hidup sendiri hingga rela menjalin hubungan tanpa cinta atau mempertahankan hubungan yang menyedihkan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Padahal sesungguhnya sendiri berarti : unik, tidak ada bandingnya dan berani.
Setidaknya berani mengatakan kepada diri sendiri dan beberapa pasang mata di luar sana bahwa : Saya tidak mencari belahan jiwa karena saya sendiri sudah utuh.


Sumber : Yoest
 https://www.facebook.com/Yoestina


Hidup di dunia pendek hanya beberapa puluhan tahun, jangan menyakiti siapa pun, terutama bagi orang-orang yang baik dan mencintai kita. Harus bersyukur dan menghargai. (活在世上短短的几十年,不要伤害任何人,特别是对你好和爱你的人.要感恩,珍惜 !)

Selalu baik pada siapa saja,tidak dapat baik juga jangan pernah jahat pada siapa saja. Terutama pada orang yang baik,sayang atau mencintai kita jangan pernah menyakiti mereka, walau kita tidak sanggup membalas kebaikan atau cinta mereka. Karena tidak selalu ada kesempatan untuk baik pada orang yang baik pada kita. Kesempatan baik pada orang juga adalah berkah,kesempatan terlewati tidak akan kembali lagi.

Perjalanan hidup kita seperti naik diatas bis orang yang naik dan turun berbeda ,juga orang yang kita ketemu berbeda ,cerita juga berbeda. Tapi kesempatan kita baik pada siapapun tidak seperti naik bis, kalau ketinggalan bis kita bisa menunggu bis selanjutnya. Jika kesempatan baik pada seseorang terlewatkan mungkin seumur hidup kita tidak akan dapat lagi.

- Master Cheng Yen - "Manfaatkan waktu dengan baik dan hargai kesempatan yang ada. Kita semua hendaknya bersikap saling bersyukur, menghargai, dan mengasihi antar sesama". "把握时间,珍惜空间,人与人之间要感恩,尊重,爱"。



Sumber : https://www.facebook.com/KebajikanDe/photos/a.542624065801150.1073741827.152761311454096/848892898507597/?type=1
 

Tuesday, January 27, 2015


REALITA HIDUP
⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊⌣̊

“Jadi orang baik sulit bagaikan mendaki gunung, tapi jadi orang jahat mudah bagaikan meluncur dari puncaknya."

Membangun sebuah gedung,
dibutuhkan waktu bertahun-tahun.
Untuk merobohkannya, cukup 1 hari saja.

Jari tangan terpotong dalam sekejap mata namun untuk penyembuhannya,
butuh waktu berbulan-bulan.

Belajar hemat bs beberapa tahun,
menggesek kartu utk boros cukup 1 menit.

Belajar integritas perlu waktu yg lama
Utk korupsi perlu waktu yg singkat

Belajar judi 1 jam, mau tobat butuh waktu 10 tahun.

Belajar jujur bertahun-tahun,
tapi belajar bohong tidak perlu semenit.

Pernikahan di bangun bs bertahun tahun. Tapi bs di rusak dalam waktu sekejap.

Menjadi baik puluhan tahun,
tapi jahat cukup 1 detik.

Nah sobat,
Itulah realita hidup...
Di sekitar kita lebih bnyak hal yg tidak baik ketimbang yg baik..

Kejahatan mudah dipelajari, tapi susah diperbaiki.

Kebaikan sulit dibina, tapi mudah ternoda.

Berubah itu niat diri sendiri
Bukan paksaan..

So, jadikanlah dirimu berarti untuk sesama.. Sebab kebahagiaan kita nikmati saat hidup kita memberi makna yg positif buat orang lain, terutama bagi orang2 yg kita kasihi.
~~~~~~~~~~
SeMOGa BerManfaat.

SALAM KEBAJIKAN..

¸.•´. ¸.•*¨) ¸.•*¨)
(¸¸.•´(¸.• Happy Nice Day
And Success For YoU.

∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇L∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇I∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇L∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇Y∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙

https://www.facebook.com/KebajikanDe/photos/a.231048736958686.59709.152761311454096/848777855185768/?type=1
 

Selamat malam. Selamat tinggal. Kau tak pernah tau, bagaimana caranya mencintai rembulan.
Dan kukira,
Jika kau pun tak tau,
Maka..
Tak akan ada lagi yang tau :))
Nite.
Akhir dongeng: sang putri kembali ke bulan, dan tak seorang pun, pernah melihatnya lagi setelah itu..


Sumber : Tania Luna
 https://www.facebook.com/tania.limanto2

CURUG SAWER, SITUGUNUNG – Kesegaran Air di Kaki Gede-Pangrango





Jika mau cari waktu untuk menikmati kesendirian di alam terbuka, saya sangat menyarankan untuk pergi saat hari kerja. Seperti yang saya lakukan saat itu, karena kebetulan sedang cuti dan berada di Sukabumi, saya pengen jalan-jalan buat foto landscape aja di senin pagi. Lokasinya gak jauh, hanya ke Curug Sawer yang berada di area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, atau enaknya disebut di area Situgunung, Sukabumi .

Dari Sukabumi saya berangkat sendiri sekitar jam 8 pagi, mengendarai motor matic dengan tas kamera dan tripod terselempang di bahu kanan. Kemacetan jalan dari kota Sukabumi ke Cisaat cukup menyita waktu, lumayan bete jadinya karena walau naek motor pun susah buat nyelap-nyelip nya. Meskipun begitu, semangat saya tetap membara dan saya pun akhirnya tiba di pintu masuk area Situgunung sekitar pukul setengah sembilan (pagi lho ya….)

Ini nih keuntungan lain kalau datang ke tempat wisata saat hari kerja (walau sebenernya gak bagus) yaitu karena sepi orang yang datang, petugas jaga loket nya gak ada, jadinya ya….saya masuk aja tanpa ditarik biaya tiket. Ya mau gimana lagi, mau bayar gak ada petugasnya, bikin ngirit lagi, ya saya gak nolak. Saya parkir motor di area samping loket masuk, di situ sudah ada dua orang tukang ojek yang stanby. Kalau sendiri, untuk ke curug Sawer menurut saya enakan naek ojek, cuma memakan waktu kira-kira 15 menit sampai. Kalau jalan kaki bisa memakan waktu 45 menit sampai satu jam, kalau ada temen sih enak, bisa sekalian hiking santai sambil menikmati pemandangan.

Biaya ojek?
Waktu itu tukang ojek nya buka harga 25 ribu sekali jalan, atau 50 ribu untuk PP. Saya tawar 30 ribu PP, dia pun mau.

Untuk jalurnya, para tukang Ojek lebih memilih melalui Cinumpang karena medannya sedikit lebih friendly buat motor. Jadi dari pintu masuk area Situgunung, kita keluar lagi untuk masuk melalui jalur Cinumpang, yang gak gitu jauh juga dari area Situgunung. Nah… lagi-lagi saya melewatkan beberapa loket tiket masuk lagi. *hammer

Jalur Cinumpang ini cukup menarik juga, kita melewati jembatan sempit yang menyeberangi bendungan dan melintasi jalan tanah yang sempit disamping jurang. Brrrrr…..ngeri nih kalo naik motor sendiri, untung sang ojek sudah familiar dan pengalaman dengan medan ini, yang akan lebih ngeri saat musim hujan. Saat melintasi jalur ini, sang tukang ojek seringkali membunyikan klakson karena di jalur sempit ini  beberapa tikungan tidak terlihat area depan karena terhalang dinding tanah di sisi lainnya, untuk antisipasi jika ada pengendara atau orang berjalan dari arah depan.

Ojek pun berhenti di suatu area datar yang ada pondokan, yang berfungsi jadi warung saat weekend. Dari situ saya harus berjalan lagi sekitar 100 meter untuk ke area wisata, untung jalanannya menurun. Asik banget nih suasananya di sini, segar banget. Selepas melewati turunan jalan setapak, kita akan melewati jembatan bambu yang membelah sungai Cigunung. Suasananya adem banget…seger….aroma daun pepohonan, tanah basah berpadu dengan suara gemericik aliran sungai memecah bebatuan. Mantappppp ini…….

Area pinggir sungai ini cukup luas, cocok untuk kegiatan camping yang kebetulan saat itu juga saya jumpai beberapa anak muda yang sedang camping. Di sisi lain area camping ini ada deretan warung-warung, yang saat itu cuma ada 2 warung saja yang buka. Sang tukang ojek yang nganter saya pun saya suruh nunggu di warung saja, ngopi atau ngemil-ngemil nanti saya yang bayar. Saya pun melangkah masuk area air terjun, melalui pos masuk yang lagi-lagi gak ada penjaganya. *hammer lagi

 


Memasuki pintu masuk area itu, suasana terasa sunyi dengan dominasi suara gemuruh air terjun yang jatuh dari ketinggian sekitar 20-30 meter (coba cek google, yang bener brapa tingginya). Di area sekitar air terjun itu hanya terdapat seorang ibu dengan anaknya (yang tampaknya penjual warung) serta seorang bapak yang sedang memancing di atas satu batu besar di samping jatuhnya air.


Saya duduk sejenak di salah satu bangku yang dibuat sederhana dari kayu, menikmati dan mempelajari suasana untuk menentukan spot foto.



Sekitar 10 menit saya duduk melamun. Enak banget nih suasananya…duh gimana lagi yak gambarin suasananya melalui tulisan. Coba deh ntar kesini, duduk di bangku ini dan ngelamun yak.

Setelah cukup ngelamunnya, saya menghampiri bapak yang sedang memancing pas disaat dia mengangkat seekor ikan kecil yang tersangkut di ujung mata kailnya. Saya pun berbasa-basi sejenak dengan bapak itu sebelum mulai menancapkan tripod tidak jauh dari posisi bapak itu berdiri.

Kalau sudah menancapkan tripod begini pasti akan terlihat sangat membosankan, khususnya bagi mereka yang berjiwa traveling. Yang saya lakukan hanya pasang tripod, atur posisi kamera, pencet kabel/shutter release, dan kamera akan diam selama minimal 30 detik untuk mendapatkan satu foto. Di satu spot tripod menancap bisa memakan waktu 10-15 menit. Setelah puas, saya angkat tripod, pindah di spot lain, dan melanjutkan tahapan seperti tadi.

 

 

 

 



Secara teknis, saya mengeluhkan FL lensa saya yang kurang wide, jadi ya nambah bikin pusing aja untuk atur-atur komposisi dan cari posisi buat nancepin tripodnya. Saya hanya pake lensa kit 18-55mm dengan tambahan filter ND400, yang gak terlalu big stopper. Tapi kata senior-senior saya di foto, kita gak boleh mengeluhkan hal tersebut. Kita harus mengenali karakter senjata kita dan memaksimalkan penggunaannya, karena yang terpenting adalah “the man behind the canon”, katanya….*hikk ngiklan

Dari foto-foto saya di atas, saya masih belum menemukan posisi agar air terjunnya tidak terhalang semak pepohonan, tetapi saya tetap dapat slow motion aliran air sungainya. Saya coba mundur lagi ke belakang, cari spot yang siapa tahu bisa mengakomodir keinginan saya.

Tancep tripod lagiiiiii…..Nah, di saat ini saya baru menyadari kalau saya benar-benar sendirian. Si bapak pemancing dan Ibu-anak dah gak ada lagi. Saya ngelihat lagi keadaan sekeliling…..shiirrrrr……shiirrrrr…..shiirrrrr…hiiiiiiiiii


Dah cukup OK gak foto di atas? kurang enak yak komposisinya? maklum aja ya…..

Dan berikut beberapa foto Curug tersebut dari jarak lebih dekat. Maaf ya karena gak ada orang lain, jadi gak ada object orang sebagai pembanding tinggi curug.

 

 

 



Setelah saya rasa cukup, saya pun kembali duduk di bangku sederhana yang terbuat dari kayu tadi. Sambil merapikan kamera, saya lihat ke jam tangan saya yang ternyata gak terasa sudah sekitar 1 jam saya berada di sini. Saya masih sempat sejenak menikmati keheningan yang tercipta, diiringi deburan gemuruh air.



Sumber : http://jelajahsukabumi.com/2012/10/24/curug-sawer/