Jacky Chan
Jackie Chan, S.B.S., M.B.E. (bahasa Tionghoa: 成龍;
pinyin: Chéng Lóng; lahir dengan nama 陳港生; pinyin: Chén Gǎngshēng; lahir
di Victoria Park, Hong Kong, 7 April 1954; umur 56 tahun) adalah
seorang aktor, sutradara, stuntman, produser, aktor bela diri, aktor
komedi, penulis naskah layar lebar dan penyanyi dari Hong Kong. Ia
adalah salah satu tokoh yang terkenal dalam seni bela diri (kung fu)
dari Cina dan aktor layar lebar dunia yang terkenal dengan aksi
pertarungan akrobatiknya, ahli penggunaan berbagai macam alat yang
ditemui di sekitarnya sebagai senjata dan aktor laga yang memiliki
banyak inovasi. Ia telah mendalami seni peran sejak tahun 1970-an, dan
sudah tampil tak kurang dalam 100 film serta pernah menerima penghargaan
di Hong Kong Avenue of Stars dan di Hollywood Walk of Fame.
Sebagai
seorang ikon kebudayaan, ia telah direferensikan dalam berbagai
lagu-lagu pop, kartun dan permainan video. Selain berakting, dia adalah
seorang bintang Cantopop dan Mandopop, dan sudah menerbitkan tidak
kurang dari 20 album sejak tahun 1984 dan menyanyikan banyak musik tema
dari film-film yang diperaninya. Di tahun 2008, dia, bersama-sama dengan
Andy Lau, Liu Huan dan Emil Chau, menyanyikan lagu perpisahan "Hard to
Say Goodbye" pada upacara penutupan Olimpiade musim panas tahun 2008 di
Beijing, Cina.
Kehidupan awal
Dia dilahirkan pada
tahun 1954 di Danyung,Victoria Peak, Hong Kong, dengan nama Chan Kong
Sang (yang artinya "dilahirkan di Hong Kong") anak dari Charles dan
Lee-Lee Chan, pengungsi dari masa Perang Saudara Cina. Nama julukannya
adalah Pao Pao (bahasa Tionghoa: 炮炮, yang secara literal berarti "peluru
meriam") karena dia selalu berguling-guling ketika masih bayi.Orang
tuanya bekerja pada Kedutaan Perancis untuk Hong Kong, sehingga otomatis
ia menghabiskan masa kecilnya di lingkungan kediaman kedutaan di daerah
distrik Victoria Peak
Chan bersekolah di Nah-Hwa Primary
School di daratan Hong Kong, namun sayang, dia tidak lulus sehingga
orang tuanya mengeluarkannya dari sekolah. Pada tahun 1960, ayahnya
beremigrasi ke Canberra, Australia dan bekerja sebagai kepala juru masak
untuk kedutaan Amerika, dan Chan disekolahkan ke Chinese Drama Academy,
sebuah Sekolah Opera Peking yang dimiliki dan dijalankan oleh Master Yu
Jim Yuen. Selama bersekolah disana, ia banyak mendapatkan pelajaran
berharga dan memiliki keahlian di bidang seni bela diri kung fu dan
akrobatik.
Beberapa kali dia pernah ikut dalam kelompok
Seven Little Fortunes, sebuah kelompok penampil yang diambil dari
murid-murid terbaik dari sekolah tersebut, dan mendapatkan nama panggung
Yuen Lo atas pencapainnya yang tertinggi. Dalam waktu itulah dia
berteman dekat dengan Sammo Hung dan Yuen Biao, dimana tiga serangkai
ini kemudian terkenal dengan nama julukan Tiga Bersaudara atau Tiga
Naga.
Ketika masih berumur 8 tahun, dia pernah tampil
dengan kelompoknya dari "Little Fortunes", dalam film Big and Little
Wong Tin Bar (1962), dengan Li Li Hua berakting sebagai ibunya. Ia
muncul lagi dengan Li pada tahun berikutnya, dalam kisah The Love Eterne
(1963) dan mendapatkan peran kecil di film King Hu' 1966, Come Drink
with Me. Di tahun 1971, sesudah tampil lagi dalam film layar lebar dari
King Hu yang berjudul, A Touch of Zen, dia mulai berkarier sebagai orang
dewasa di dunia industri perfilman, dengan menandatangani kontrak
dengan perusahaan Chu Mu's Great Earth Film.
Di umurnya
yang menginjak 17 tahun, ia bekerja sebagai peran pengganti dalam
film-film Bruce Lee berjudul Fist of Fury dan Enter the Dragon dengan
nama panggung Chen Yuen Long. Ia mendapatkan peran utamanya di tahun
yang sama dalam sebuah film berjudul Little Tiger of Canton, yang hanya
diedarkan secara terbatas di Hong Kong pada tahun 1973. Karena menemui
beberapa kali kegagalan dalam petualangan di industri perfilman dalam
awal-awal kariernya dan kesulitan mendapatkan peran pengganti, dia
akhirnya turut beremigrasi ke Canberra, Australia di tahun 1976, dimana
ia pernah menimba ilmu di Dickson College dan bekerja sebagai pekerja
bangunan. Teman pekerja bangunannya yang bernama Jack menjadi
pengawasnya, sehingga lambat laun ia mendapatkan nama julukan sebagai
"Little Jack" (si Jack kecil) yang nantinya dipendekkan menjadi
"Jackie", yang pada akhirnya nama "Jackie Chan" melekat padanya sejak
itu. Selain itu, ia merubah nama Cinanya menjadi Fong Si Lung, karena
nama keluarganya adalah Fong.
Karier film
Film yang dibuat pada tahun 1978, Drunken Master yang membawa ketenaran baginya.
Awal-awal tahun: 1976–1980
Pada
tahun 1976, Jackie Chan menerima sebuah telegram dari Willie Chan,
seorang produser film di dunia industri perfilman Hong Kong yang amat
terkesan dengan aksi-aksi stuntnya. Willie Chan menawarkan sebuah peran
dalam sebuah film arahan Lo Wei. Lo pernah melihat aksi-aksinya dalam
film arahan John Woo Hand of Death (1976) dan sudah merencanakannya
untuk menjadi penerus Bruce Lee dengan film New Fist of Fury.
Nama
panggungnya diganti menjadi Sing Lung (Chinese: 成龍, secara literal
berarti "menjadi naga") untuk menonjolkan kemiripannya dengan Bruce Lee,
yang memiliki nama panggung Lie Siau Lung (Chinese: 李小龍, yang berarti
"Naga Kecil"). Namun sayangnya film tersebut tidak mendulang
keberhasilan karena Chan memiliki gaya yang sedikit berbeda dengan seni
bela diri kung fu Bruce Lee. Walaupun mengalami kegagalan, Lo Wei tetap
membuat film dengan tema-tema yang hampir mirip, namun hanya
mengangkatnya sedikit dalam urutan film-film terlaris.
Debut
Chan yang membuatnya terkenal adalah sebuah film buatan tahun 1978,
Snake in the Eagle's Shadow. Di bawah arahan Yuen Woo Ping, Chan
mendapatkan kebebasan untuk melakukan berbagai aksi seni bela diri
sesukanya. Film tersebut dikategorikan sebagai film kung fu komedi, dan
terbukti menjadi karya terbaik untuk para penonton dari Hong Kong. Chan
kemudian beraksi dalam peran berikutnya dalam film Drunken Master, yang
membawanya ke puncak ketenaran. Ketika Chan kembali ke studio milik Lo
Wei, Lo mencoba meniru ulang pendekatan komedi dari film terdahulunya,
Drunken Master, sehingga menghasilkan film dengan judul Half a Loaf of
Kung Fu dan Spiritual Kung Fu. Dia juga memberikan kesempatan pada Chan
untuk membantu penyutradaraan dari Fearless Hyena dengan Kenneth Tsang.
Ketika
Willie Chan keluar dari perusahaan, ia menyarankan Jackie untuk
memutuskan sendiri untuk tetap bersama Lo Wei atau tidak. Selama kurun
waktu pengambilan gambar Fearless Hyena Part II, Chan memutuskan
kontraknya di tengah jalan dan memilih untuk bergabung dengan Golden
Harvest, yang mengakibatkan Lo memeras Chan mempergunakan jasa triad,
dan menyalahkan Willie karena bintang utamanya telah meninggalkan
mereka. Perselisihan di antara mereka berakhir dengan bantuan dari rekan
aktor dan sutradara, Jimmy Wang Yu, yang memperbolehkan Chan untuk
tetap bersama dengan Golden Harvest.
Dalam tipe film komedi : 1980–1987
Film Police Story, atau yang julukannya "Glass Story" atas karya stunt-nya, dibuat dalam masamasa modern.
Willie
Chan akhirnya menjadi "personal manager" dari Jackie dan menjadikannya
sebagai teman sejatinya selama tidak kurang dari 30 tahun. Ia telah
berjasa mengorbitkan Chan dalam karier internasionalnya, dengan terjun
langsung kedalam dunia industri perfilman Amerika pada tahun 1980an.
Film
Hollywood pertamanya adalah Battle Creek Brawl yang diedarkan pada
tahun 1980. Chan kemudian mendapatkan peran kecil dalam sebuah film
produksi tahun 1981, The Cannonball Run, yang menghasilkan pendapatan
kotor sebesar US$100 juta secara keseluruhan di seluruh penjuru dunia.
Walaupun tidak begitu diperhitungkan oleh khalayak ramai atas pemasangan
aktor Amerika seperti Burt Reynolds, Chan terkenal dengan tampilan
closing credit titlenya, yang memberinya inspirasi untuk melakukan hal
yang sama dalam film-film berikutnya. Sesudah kegagalan secara komersil
atas filmnya, The Protector di tahun 1985, Chan beristirahat untuk
sementara waktu dalam usahanya menembus pasar Amerika, dan mengembalikan
fokusnya pada film Hong Kong. Kembali ke Hong Kong, film Chan mulai
mendapatkan pengakuan dari khalayak ramai, khususnya kawasan Asia
Tenggara, dengan sukses pembuka di pasar Jepang termasuk The Young
Master (1980) dan Dragon Lord (1982). Chan membuat beberapa film komedi
dengan teman main operanya Sammo Hung dan Yuen Biao. Untuk pertama
kalinya mereka bermain bersama dalam sebuah film buatan tahun 1983,
Project A, dan mendapat penghargaan Best Action Design Award pada Hong
Kong Film Awards dalam acara tahunannya yang ketiga.
Selama
lebih dari dua tahun, "Tiga Bersaudara" tampil beberapa kali dalam
film-film Wheels on Meals dan film trilogi Lucky Stars. Di tahun 1985,
Chan membuat film pertama dari Police Story, sebuah film aksi komedi
yang dipengaruhi oleh Amerika, dimana Chan memainkan sendiri peran-peran
stuntnya. Film ini mendapatkan gelar sebagai "Best Movie" dalam Hong
Kong Film Awards di tahun 1986. Kemudian di tahun 1987, Chan bermain
sebagai "Asian Hawk", sebuah karakter yang mirip dengan karakter dari
Indiana Jones, dalam film Armour of God. Film ini adalah film yang
memberikan pemasukan dalam negeri terbesar dari Chan selama ini, dengan
pendapatan kotor sekitar HK $ (Hong Kong Dollar) 35 juta.
Film lanjutan dan penetrasinya ke Hollywood: 1988–1998
Chan dalam filmnya yang mampu menembus dominasi film-film Amerika melalui film Rumble in the Bronx.
Di
tahun 1988 Chan mendapatkan peran bersama dengan Hung dan Yuen, dalam
film Dragons Forever. Hung menjadi sutradara bersama-sama dengan Corey
Yuen, dan yang mendapatkan peran sebagai penjahat adalah Yuen Wah,
dimana mereka sama-sama lulusan dari China Drama Academy.
Di
akhir tahun 1980an dan awal-awal tahun 1990an, Chan mendapatkan peran
yang cukup berhasil mulai dari Police Story 2, yang memenangkan
penghargaan untuk Best Action Choreography di tahun 1989 dalam acara
Hong Kong Film Awards. Yang kemudian diikuti dengan kesuksesan Armour of
God II: Operation Condor, dan Police Story 3, dimana Chan memenangkan
penghargaan sebagai Best Actor Award di tahun 1993 dalam acara Golden
Horse Film Festival. Tahun 1994, Chan mengulang kembali perannya sebagai
Wong Fei Hung dalam Drunken Master II, yang terdaftar dalam Time
Magazine's sebagai 100 film yang diingat sepanjang masa. Film
kelanjutannya, Police Story 4: First Strike, memberikannya banyak
penghargaan dan menyumbangkan keberhasilan di domestik untuk Chan,
tetapi tidak untuk pasar internasionalnya[ Jackie Chan memulai lagi
usahanya untuk memenuhi ambisinya untuk menaklukkan dunia industri
perfilman di Hollywood pada tahun 1990-an, tetapi dia tidak mau menerima
peran sebagai penjahat dalam film-film Hollywood untuk menghindari
mendapatkan peran yang sama di masa-masa yang akan datang.
Sebagai
contoh, Sylvester Stallone menawarkan kepadanya peran sebagai Simon
Phoenix, seorang penjahat kambuhan dalam film bertema kejahatan
futuristik, Demolition Man, hingga akhirnya peran tersebut jatuh ke
tangan Wesley Snipes.
Chan akhirnya berhasil menapakkan kakinya di
pasar Amerika Utara pada tahun 1995 dengan diedarkannya film untuk
kalangan internasional berjudul Rumble in the Bronx, yang selanjutnya
membuka jalannya untuk masuk dan menguasai pasar Amerika Serikat, dimana
hal ini sangat jarang didapatkan oleh sineas-sineas dari Hong Kong.
Kesuksesan Rumble in the Bronx mendorong diedarkannya film lainnya di
tahun 1996, Police Story 3 di Amerika Serikat, dengan judul Supercop,
yang menghasilkan pendapatan kotor tidak kurang dari US $
16,270,600Jackie berbagi peran utama bersama dengan Chris Tucker dalam
film laga komedi terbitan tahun 1998, Rush Hour, dan mengalirkan
pendapatan tak kurang dar US$130 juta hanya di Amerika Serikat saja.
Dramatisasi: 1998 – sekarang
Jackie
Chan berperan sebagai penjahat untuk pertama kalinya dalam film
berjudul Rob-B-Hood:Seorang pencuri yang memiliki masalah dengan
perjudian.
Pada tahun 1998, Chan mengedarkan film terakhirnya
dibawah bendera Golden Harvest, Who Am I?. Setelah tidak bekerjasama
lagi dengan Golden Harvest di tahun 1999, ia menyutradari Gorgeous,
sebuah film komedi romantik yang berkonsetrasi pada hubungan personal.
Chan kemudian membantu dalam pembuatan sebuah permainan anak-anak
PlayStation di tahun 2000 yang dinamakan Jackie Chan Stuntmaster, dimana
ia menampilkan suara dan aksi-aksi seni bela dirinya kedalam permainan
tersebut. Sejak tahun itu pula, Chan juga tampil dalam serial film
kartun animasi, Jackie Chan Adventures, yang berjalan hingga tahun 2005.
Walaupun beberapa filmnya mendapatkan kesuksesan seperti Shanghai Noon
di tahun 2000, Rush Hour 2 di tahun 2001 dan Shanghai Knights pada tahun
2003, Chan menjadi frustasi dengan Hollywood atas kesulitannya dalam
mengontrol pembuatan atas film-filmnya. ebagai tindak lanjut atas
pengunduran diri Golden Harvest dari dunia industri perfilman di tahun
2003, Chan mulai mendirikan perusahaan perfilmannya sendiri, JCE Movies
Limited (Jackie Chan Emperor Movies Limited) yang berasosiasi dengan
Emperor Multimedia Group (EMG). Sejak saat itu film-filmnya memunculkan
banyak aspek-aspek dramatis namun tetap menduduki kesuksesan sebagai
film-film terlaris, seperti New Police Story (2004), The Myth (2005) dan
Rob-B-Hood (2006).
Film berikut dari Chan adalah Rush
Hour 3 yang diedarkan pada bulan Agustus, 2007. Film tersebut memasukkan
pendapatan kotor sekitar US$ 140 juta - US$ 100 juta lebih sedikit
dibandingkan film keduanya, namun hampir sama dengan pemasukan yang
diterima dari film pertamanya.Namun sayangnya film tersebut memberikan
pemasukan yang cukup jelek di tanah airnya , Hong Kong, dimana film
tersebut hanya memberikan pemasukan kotor sebesar HK$ 3.5 juta saja
dalam pemutarannya di penghujung minggu.
Dalam pembuatan
film The Forbidden Kingdom, untuk pertama kalinya Chan berkolaborasi
dengan teman aktornya Chinese, Jet Li, yang berhasil diselesaikan pada
24 Agustus 2007 dan diedarkan pada bulan April 2008.
Chan mengisi
suara dari tokoh Master Monkey dalam film buatan DreamWorks Animation,
Kung Fu Panda, yang diedarkan pada bulan June 2008, dimana dalam film
tersebut juga menampilkan beberapa bintang terkenal lainnya seperti Jack
Black, Dustin Hoffman dan Angelina Jolie. Selain itu, ia juga sudah
menandatangani kontrak untuk membantu Anthony Szeto dalam kapasitasnya
sebagai penasihat untuk penulis naskah dari film yang akan datang
berjudul Wushu, yang saat ini masih dalam taraf pre-production. Film
tersebut akan menampilkan aktor terkenal Sammo Hung dan Wang Wenjie
sebagai ayah dan anak. Pada bulan November 2007, Chan mulai melakukan
pengambilan gambar untuk pembuatan film Shinjuku Incident dengan
sutradara Derek Yee, di mana Chan akan berperan sebagai imigran Tionghoa
di Jepang Sekarang pengambilan gambarnya telah selesai dan memasuki
tahap pasca-produksi. Film ini diedarkan di bioskop-bioskop Hong Kong
pada 25 September 2008 Dari data yang ada di blog miliknya , Chan
berkeinginan untuk menyutradarai film lainnya setelah menyelesaikan
Shinjuku Incident, sesuatu yang sudah lama tidak dilakukannya dalam
beberapa tahun belakangan ini. Film diharapkan kelanjutan ketiga dari
serial the Armour of God, dan dinamakan Armour of God III: Chinese
Zodiac. Chan menyatakan bahwa ia ingin mulai melakukan pengambilan
gambar sejak 1 April 2008, namun target tersebut sudah terlampaui.
Jikalau
the Screen Actors Guild tidak mengalami pemogokan, seharusnya Chan
sudah mulai melakukan pengambilan gambar untuk film The Spy Next Door
pada pertengahan Oktober, dan membuat status dari Armour of God III:
Chinese Zodiac mengambang. Dalam film The Spy Next Door, Chan berperan
sebagai agen rahasia yang sedang melakukan penyamaran namun terbongkar
ketika ia merawat anak-anak tetangganya.
Stunt
New Police Story.
Jackie
Chan hampir selalu melakukan sendiri peran-peran berbahaya di semua
film-filmnya tanpa adanya peran pengganti, dimana aksi-aksi tersebut
dirancang oleh timnya, Jackie Chan Stunt Team. Karena tim ini sudah
dibentuk sejak tahun 1983, Chan selalu mempergunakan mereka dalam semua
film-filmnya sehingga memudahkan dalam pengaturan koreografinya, karena
dia sudah mengenal dengan baik kemampuan dari masing-masing anggota
timnya. Chan dan timnyalah yang menjadi peran pengganti dari tokoh-tokoh
lainnya, dimana pengambilan gambarnya dibuat sedemikian rupa sehingga
tidak langsung mengambil gambar bagian muka. Bahaya atas pilihan Chan
untuk melakukan semua adegan berbahaya dalam film-filmnya menjadikan
sulit untuk mendapatkan asuransi untuk dirinya, khususnya di Amerika
Serikat, dimana secara kontrak, aksinya akan dibatasi. Chan juga menjadi
salah satu pemegang Guinness World Record untuk "Most Stunts By A
Living Actor", yang artinya "tidak ada perusahaan asuransi akan
mendukung produksi film Chan, karena ia melakukan sendiri aksi-aksi
berbahaya itu".Selain itu, ia juga memegang rekor untuk pengambilan
gambar terbanyak dalam sebuah adegan, dimana pernah dilakukan
pengambilan gambar kembali sebanyak 2900 kali untuk suatu adegan yang
cukup rumit dalam sebuah pertandingan badminton di film Dragon Lord.
Chan telah mengalami luka berkali-kali dalam melakukan pengambilan
adegan berbahaya itu; dimana potongan-potongan adegan itu ditampilkan
dalam adegan penutup dari semua film-filmnya.
Ia hampir
saja menemui ajalnya dalam pengambilan gambar dari film Armour of God,
ketika ia jatuh dari sebuah pohon dan mematahkan tulang-tulangnya, dan
mengakibatkan lubang tetap di kepalanya. Selama bertahun-tahun pula,
Chan pernah mengalami memar pada pelvisnya dan mematahkan jemari
tangannya, kaki, hidung, kedua tulang belakangnya, pinggang, sternum,
leher dan ribs dalam beberapa kejadian.
Filmografi
Jackie
Chan menciptakan karakternya di film sebagai perwujudan dari tokoh
Bruce Lee, dan beberapa tiruannya yang tampil sebelum dan sesudah
wafatnya Lee. Berlawanan dengan karakter Lee, yang seringkali stern,
tokoh pahlawan, Chan menampilkan tokoh yang lebih manusiawi, terkadang
ceroboh (dan seringkali berlindung dibalik kebaikan teman-temannya,
teman wanita ataupun keluarganya). Walaupun film serial Rush Hour
mencapai kesuksesan, namun Chan tidak begitu menyukainya karena dia
tidak begitu suka dengan aksi-aksi laganya maupun memahami humor khas
Amerika. Dalam tahun-tahun terakhir, Chan yang mulai berumur, mulai
lelah berperan sebagai pahlawan dan lebih menampilkan sisi emosionalnya
sebagai manusia yang terlihat dalam film-film terakhirnya Di filmnya
yang terbaru New Police Story, ia memainkan peran sebagai seseorang yang
berhasil terlepas dari ketergantungannya pada minuman beralkohol dan
penyesalannya atas kematian rekan kerjanya Untuk lebih memudarkan
perannya sebagai tokoh pahlawan, Mr. Nice Guy, Chan bermain sebagai
tokoh jahat untuk pertama kalinya dalam film Rob-B-Hood sebagai Thongs,
seorang penjudi yang memiliki permasalahan dengan perjudian.
Status keartisannya
Jackie
Chan mendapatkan banyak penghargaan internasional untuk seni perannya,
juga memenangkan beberapa penghargaan termasuk sebagai Innovator Award
dari American Choreography Awards dan sebuah penghargaan atas
pencapaiannya seumur hidup dari Taurus World Stunt Awards.[56] Selain
itu namanya juga tertoreh dalam Hollywood Walk of Fame dan Hong Kong
Avenue of Stars.[57] Walaupun banyak menuai kesuksesan sebagai film-film
box office di Hollywood, film-film Amerika dari Chan juga mendapatkan
kritikan atas aksi koreografinya. Para penilai dari Rush Hour 2, The
Tuxedo, dan Shanghai Knights mengkritik atas sedikit aksi laganya
dibandingkan dengan film-filmnya terdahulu. Berbagai aksi komedinya
banyak dipertanyakan, bahkan beberapa kritikus menyebutnya sebagai agak
kekanak-kanakan. Chan adalah ikon kebudayaan, disebut-sebut dalam lagu
Ash "Kung Fu" dan juga sebagai "Jackie Chan" oleh Frank Chickens, dan
acara-acara televisi Celebrity Deathmatch dan Family Guy. Ia juga
menjadi inspirasi untuk manga seperti Dragon Ball (termasuk seorang
tokoh dengan nama samaran "Jackie Chun"),koh Lei Wulong dalam Tekken dan
gaya-gaya pertarungan dari Pokémon Hitmonchan Selain itu, Jackie Chan
juga menjadi rekan dari Mitsubishi Motors. Sebagai imbalannya,
mobil-mobil lansiran Mitsubishi hampir pasti dapat ditemukan dalam
beberapa film terakhirnya. Sebagai penghargaan dari pihak Mitsubishi,
mereka memberikannya sebuah seri terbaru yang dinamakan Evolution,
sebuah mobil edisi khusus yang dapat diatur asesorisnya sesuai kehendak
masing-masing pembeli. Beberapa permainan video menampilkan Jackie Chan.
Sebelum ada permainan video Stuntmaster, Chan sudah memiliki bentuk
permainan miliknya sendiri, Jackie Chan's Action Kung Fu, yang diedarkan
pada tahun 1990 untuk PC dan NES. Di tahun 1995, Chan tampil dalam
suatu permainan pertarungan arkade, Jackie Chan The Kung-Fu Master.
Selain
itu juga pernah diedarkan berbagai bentuk permainan Jackie Chan dari
Jepang yang diedarkan di MSX oleh Pony, yang didasarkan pada
film-filmnya seperti (Project A, Project A 2, Police Story, The
Protector dan Wheels On Meals). Jackie Chan juga seorang penyanyi yang
sukses, khususnya di Hong Kong dan Asia, dan mulai memiliki beberapa
album lagu yang direkam secara profesional di tahun 1980-an. Ia juga
seringkali menyanyikan sendiri lagu tema dari film-filmnya, serta
memainkannya pada akhir film. Tahun 2004, Chan meluncurkan merk
pakaiannya sendiri, dengan logo seekor naga dan kata-kata dalam Bahasa
Inggris, "Jackie".Chan juga selalu ingin menjadi suatu panutan untuk
anak-anak, dan tetap dikenal mereka karena aktingnya yang sangat alami.
Selian itu karena dia selalu menolak untuk berperan sebagai penjahat dan
tidak pernah mempergunakan kata fuck dalam semua film-filmnya. Yang
amat disesali sepanjang hidupnya adalah tidak mendapatkan kesempatan
untuk mendapatkan pendidikan yang baik, menginspirasinya untuk mendanai
institusi-institusi pendidikan di seluruh dunia. Ia juga mendanai
pembangunan Jackie Chan Science Centre di Australian National University
dan penyediaan sekolah untuk kalangan tidak berpunya di Cina.
Chan dengan tokoh-tokoh Disney terkenal, dalam upacara pembukaan situs Hong Kong Disneyland
Chan
adalah juru bicara dari Pemerintah Hong Kong, dan sering tampil dalam
pengumuman pelayanan publik. Dalam sebuah iklan bertema Clean Hong Kong,
ia mendorong penduduk Hong Kong untuk tidak lagi menyampah, suatu
masalah yang sudah menjadi masalah semua penduduk bumi selama
berabad-abad. Selain itu dalam suatu iklan yang mengkampanyekan
nasionalisme, ia menjelaskan secara singkat apa yang arti dari March of
the Volunteers, lagu kebangsaan People's Republic of China. Ketika Hong
Kong Disneyland dibuka pada tahun 2005, Chan turut berpartisipasi dalam
upacara pembukaannya. Di Amerika Serikat, Chan tampil bersama-sama
dengan Arnold Schwarzenegger dalam iklan yang menentang pembajakan serta
membuat pengumuman untuk khalayak umum bekerja sama dengan Los Angeles
County Sheriff Lee Baca untuk berbondong-bondong, khususnya warga Asia,
untuk bergabung dengan Los Angeles County Sheriff's Department. Juli
2008, serial televisi China BTV yang berjudul The Disciple (Hanzi
tradisional: 龍的傳人; bahasa Tionghoa: 龙的传人) berakhir. Serial tersebut
dibuat oleh , dan menampilkan Jackie Chan. Tujuannya adalah mencari
calon bintang baru, memiliki keahlian dalam dunia seni bela diri, yang
nantinya akan menjadi generasi penerus dari Chan serta menjadi muridnya
dalam pembuatan suatu film. Para peserta lomba sudah dilatih terlebih
dahulu oleh Jackie Chan Stunt Team members Alan Wu dan He Jun serta
memiliki keahlian dalam berbagai bidang lainnya, termasuk didalamnya
pemutaran adegan ledakan, berjalan di kawat tinggi, tembak-tembakan,
stunt mobil, menyelam, dan menghindari beberapa rintangan.
Salah
satu juri tetapnya adalah He Ping, Wu Yue dan Cheng Pei Pei. Sedangkan
juri tamunya termasuk Stanley Tong, Sammo Hung dand Yuen Biao. Bagian
"Final" dimulai pada 5 April 2008, dengan 16 peserta tersisa, dan
berakhir pada 26 Juni 2008. Acara ini dihadiri oleh antara lain Tsui
Hark, John Woo, Ng See Yuen dan Yu Rong Guang.
Pemenangnya
adalah Jacky Tu (Tu Sheng Cheng), dan juara keduanya adalah Yang Zheng
dan Jerry Liau. Tu sekarang sedang dipersiapkan untuk berperan dalam
tiga film laga Cina masa kini, dimana salah satu naskahnya ditulisnya
sendiri, dan mereka akan disutradarai oleh Chan dan perusahaannya, JCE
Movies Limited. Film tersebut akan diberi judul Speedpost 206, Won't
Tell You dan Tropical Toranado yang akan disutradarai oleh Xie Dong,
Jiang Tao dan Cai Rong Hui. Ke-enam belas peserta yang berhasil mencapai
tangga sebagai finalis akan diberikan kesempatan untuk tampil, atau
bergabung dengan Jackie Chan Stunt Team. Pengambilan gambar filmnya yang
pertama direncakan pada September 2008. Mereka juga akan mendapatkan
peran dalam acara televisi BTV action series. [81][82][83] Saat ini
pembangunan museum untuk Jackie Chan sedang dikerjakan di Shanghai.
Pekerjaan beratnya sudah mulai dikerjakan sejak Jul 2008 dan
direncanakan selesai pada Oktober 2009.
Filantropi
Chan
adalah seorang filantropis yang sangat ramah dan seorang duta dari
UNICEF Goodwill Ambassador, telah bekerja tanpa mengenal lelah untuk
mengkampanyekan pekerjaan-pekerjaan sosial. Ia juga sudah
mengkampanyekan etika konservasi, melawan penganiayaan binatang dan
menggalang dana untuk para korban banjir di Cina Daratan dan dalam gempa
bumi Samudra Hindia 2004. Menginjak bulan Juni 2006, dia mengumumkan
bahwa hampir 50 persen aset perusahaannya akan disumbangkan ke yayasan
sosial ketika dia meninggal, yang dipicu atas kekagumannya akan
tokoh-tokoh Warren Buffett dan Bill Gates untuk membantu mereka yang
membutuhkannya. Tanggal 10 Maret 2008, Chan menjadi tokoh tamu dalam
suatu peluncuran yang dipimpin oleh Perdana Mentri Australia, Kevin
Rudd, atas sebuah Jackie Chan Science Centre di John Curtin School of
Medical Research, Universitas Nasional Australia di Canberra. Jackie
Chan juga mendukung usaha-usaha untuk pelestarian Selamatkan Harimau
Cina yang bertujuan mencegah pemusnahan Harimau Cina yang teramat jarang
ditemui, Harimau Cina Selatan, melalui pendidikan yang mengajarkannya
untuk memunculkan jiwa binatangnya dan melepaskannya kembali ke alam
bebas. Ia juga pernah menjadi duta besar untuk proyek konvesional ini.
Sesudah terjadinya gempa bumi Sichuan 2008, Chan menyumbangkan ¥10 juta
untuk membantu mereka-mereka yang membutuhkan. Selain itu ia juga
merencanakan untuk membuat film tentang gempa bumi China untuk menjaring
sumbangan bagi mereka yang selamat.
Chan mengalami
kecanggungan dalam kunjungan pertamanya ke Taipei, Taiwan pada 18 Juni
2008 karena dia dituduh oleh president Taiwan dalam pemilihan umum di
tahun 2004. "I didn't know what to say, I didn't know what clothes to
wear. So in the end, I just decided to be natural." Banyak warga Taiwan
menyambutnya dengan ejekan: "Kami tidak menerimamu!" dan "Get Out!" di
Taoyuan International Airport. Walaupun begitu Chan tidak pernah meminta
maaf. Ia akan menghadiri acara pengumpulan dana amal untuk anak-anak,
"Baby is Our Hope" yang diadakan oleh salah satu saluran TV kabel TVBS.
Wakil dari pemerintah, Vanessa Shih meminta warga Taiwan untuk tetap
tenang. Ada beberapa selebritis di indonesia yang berkiblat ke jackie
chan dari mulai Willy dozan, ,marcelino lefrand,darius sinatria,ringgo
agus rahman dan Ryan bachtiar.
Kehidupan pribadi
Tahun
1982, Jackie Chan menikahi Lin Feng-Jiao seorang mantan Actrees Drama
terkenal , seorang aktris Taiwan. Dalam tahun yang sama mereka
mendapatkan seorang anak laki-laki, penyanyi dan aktor, Jaycee Chan.
"Dalam sebuah skandal di tahun 1999, ia mengakui memiliki seorang anak
perempuan dengan pemenang Miss Asia Pageant 1990, Elaine Ng," walaupun
paparazzi juga sering menghubung-hubungkannya dengan "semua orang dari
para penyanyi wanita Taiwan Teresa Teng sampai aktris terkenal Anita
Mui."
Note :
Semoga Kita bisa belajar banyak dari riwayat sang Bintang Jacky Chan ini
Diambil dari berbagai sumber dengan penyesuaian seperlunya .
Sumber :
TiongHoa Indonesia
https://www.facebook.com/notes/10150090252620238/