Sebenarnya untuk apa kita ke vihara.....?
ada sebagian umat Buddha enggan ke vihara dengan berbagai alasan :
~ Saya belum pantas ke vihara karna saya masih ingin bersenang-senang.
~ saya saya masih belum bisa menjalankan Sila.. jadi klo saya ke vihara nanti kalau berbuat salah karma buruknya dua kali lipat.
~ saya masih muda nanti aja klo uda tua baru ke vihara
~ vihara kan tempat orang baek2 sementara saya orang jahat
~ saya mau ke vihara tapi takut ditertawakan teman2
~ klo ke vihara nanti saya jadi Bhikkhu
~ saya sembayangnya di rumah aja
~ saya sibuk gak ada waktu ke vihara
~ dulu saya suka ke vihara tapi sekarang gak lagi karena saya gak suka dgn pengurus viharanya
~ dll.
Darimanakah asal mula Kebaktian atau puja bakti itu...?
apa agama
Buddha ikut2an dgn agama lain...?
marilah kembali ke jaman sang Buddha [
lbh dari 2500 tahun yg lalu ]. sewaktu sang Buddha masih hidup para
murid sang Buddha pada hari Uposattha [ tgl 1,8,15,23 menurut
penanggalan lunar/imlek ] mereka datang menemui sang Buddha di vihara
dan bersujud di hadapan kaki sang Buddha, sang Buddha kemudian membabarkan
Dharma kepada mereka. inilah asal mula adanya tradisi kebaktian dalam
agama Buddha. dan umat Buddha bkn lah bersembahyang ke vihara melakukan
puja bakti, istilah sembahyang berarti menyembah HYANG atau Dewa. kita
Bukannya menyembah Dewa atau meminta2 kepada Dewa atau buddha [ itu
namanya menyembah berhala ] rupang Buddha atau Bodhisatta di vihara
adalah hanya untuk objek penungan keluhuran sang Buddha dan para
Bodhisatta serta sebagai objek konsentrasi di saat bermeditasi.
Istilah PUJA BAKTI memiliki arti memuja atau memuji , menghormati dan
berbakti dgn menjalankan ajaran sang Buddha. pada jaman sang Buddha
umat Buddha datang ke vihara membawa penerangan [ karna dulu belum ada
listrik dan lampu petromak dan sejenisnya ] lilin, bunga dan dupa kalau
sekarang lilin, bunga uda dipersiapkan oleh pengurus vihara, kita
tinggal memasang dupa saja.
Kemudian istilah Puja/puji atau penghormatan, ketika awal2 kita
membaca paritta adalah puji2an dan penghormatan terhadap TIRATANA dan
seterusnya mengulang kotbah2 sang Buddha. Berbakti artinya merenungkan
isi ajaran Buddha dan membawanya pulang ke rumah untuk dilaksanakan di
kehidupan sehari2.
Kebaktian di vihara sekarang disepakati hari minggu karna hari
Uposattha bknlah hari libur, umat sibuk bekerja dan menjalankan aktifitas
sehari2 jadi digantilah menjadi hari minggu.
Selain membaca paritta di waktu kebaktian kita juga berkesempatan
mendengarkan Dharma dari para Bhante, pandita, upassaka/upassika dan
Romo/Ramani yang begitu berguna utk kita serta kita juga melakukan
Meditasi.
MANFAAT KE VIHARA
Dalam 1 bulan ada 4 minggu berarti kita memiliki 4 kali kesempatan
dlm sebulan datang ke vihara, didlm kehidupan sehari2 kita bergumul dgn
kerasnya kehidupan, bertemu dgn berbagai jenis manusia dan berbagai
sifat, kadang2 kita terbawa arus kekerasan itu, persaingan bisnis, saling
finah,dendam, penuh kebencian iri hati, amarah dan banyak lagi persoalan2
kehidupan. Dengan ke vihara membaca paritta membuat kita selalu teringat
keluhuran sang Buddha, mendengarkan Dharma [ dhamma ] membuat kita
mengerti akan tujuan hidup ini dan cara2 mengatasi persoalan hidup,
bermeditasi membuat kita lbh konsentrasi di dlm segala hal terutama didalam pekerjaan dan belajar serta menambah kecerdasan, memiliki
kesadaran yg tinggi agar kita bisa bijaksana dlm membuat keputusan
penting, menumbuhkan cinta kasih yg universal.
Vihara adalah tempat orang berusaha menjadi lbh baek, jadi siapa aja
gak ada pengecualian, siapa aja boleh ke vihara, kita semua lagi belajar
memperbaiki diri, dengan ke vihara setidaknya kita mampu mengurangi
berbuat jahat dan berusaha berbuat kebajikan.
Apakah setelah ke vihara klo berbuat salah karmanya 2 kali
lipat....?...saya ibaratkan besi panas...si A tau besi itu panas
sedangkan si B gak tau klo besi itu panas klo si A dan si B sama2
memegang besi tersebut apa yang terjadi....? apakah si A melepuh lbh
parah dari si B....? jawabnya engga kan....! ya sama2
melepuh...tergantung siapa yg lbh lama memegangnya, Tau tidak tau karma
Buruknya sama, cuma klo yang tau dia berusaha menghindar dan lebih
waspada.
waktu kita yang atur, apa dlm sebulan kita sibuk terus.....? memang
kita harus bijaksana dalam hal ini, setiap hari ke vihara gak mau tau yg
laen jg kurang bijaksana...di rumah ada orang tua, istri dan anak2 yang
harus dinafkahi mereka jg butuh perhatian dari kita....kita aturlah
yang baik agar seimbang , gak mustikan Tiap minggu ke vihara klo kita
benar2 sibuk dan bkn sibuk yg dibuat2, kita bagilah ...ada kalanya
kita absen ke vihara karna mau ajak keluarga Rekreasi, kita harus bisa
membedakan mana yg penting dan mana yg kurang penting....berilah
pengertian dan ajaklah seluruh keluarga ke vihara agar keluarga kita
bisa memahami Dharma, tetangga kita, teman kita semua kita ajak jadi buat
apa malu ke vihara...? klo ada teman yg mengejek kita seharusnya kita
kasih mereka pengertian hakekat ke vihara....!
Anak2, dewasa dan orang tua semuanya sama, kenapa harus menunggu tua
baru mau ke vihara...? apakah kita yakin kita bisa tua....? [ maksudnya
sebelum tua uda meninggal...]....ke vihara juga berbuat kebajikan....
jadi jangan ditunda2 lagi. kita ke vihara juga adalah melakukan
kebajikan dengan pikiran, ucapan dan perbuatan serta berusaha menjadi
lebih baek dari sebelumnya jangan ada rasa risih dan gak enak
hati...dengan adanya sebagian orang yg gak menyenangkan malah membuat
kita bisa menilai apa kita uda ada kemajuan apa belum, jadikanlah guru
kesabaran kita,
Apakah ke vihara mesti jadi bhikkhu ....? hidup ini
kan pilihan tergantung kita kan mau gimana....dan gak mudah jadi seorang
Bhikkhu....
SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATTA.... SADHU..SADHU..SADHU
( Dhamma
Sukha gotama )