Monday, May 7, 2012

In life some words are better left unsaid,
Some things are better left undone,
Some questions are better left not to ask
Some emotions are better left unexpressed..

Sunday, May 6, 2012

As we grow up, we learn that even the one person that wasn't supposed to ever let us down, probably will. 
You'll have your heart broken and you'll break others' hearts. 
You'll fight with your best friend or maybe even fall in love with them, and you'll cry because time is flying by. 
So take too many pictures, laugh too much, forgive freely, and love like you've never been hurt. 
Life comes with no guarantees, no time outs, no second chances. you just have to live life to the fullest, tell someone what they mean to you and tell someone off, speak out, dance in the pouring rain, hold someone's hand, comfort a friend, fall asleep watching the sun come up, stay up late, be a flirt, and smile until your face hurts. 
Don't be afraid to take chances or fall in love and most of all, live in the moment because every second you spend angry or upset is a second of happiness you can never get back.

honesty, trust, and respect. Break one, you break all three.
 
Don't depend too much on anyone in this world, because even your shadow leaves you when you're in darkness.
Love and Death are two uninvited guests, when they will come, nobody knows but both do the same work, one takes heart and the other takes its beats..
Don't Put The Key To Your Happiness In Someone Else's Pocket.
Just Keep It In Your Own..
People will always try to be negative, all you can do is continue smiling and stay positive. Don't look back on anything with regret, just treat it as an important life experience. - ItsLifeNotes

TAKE MY HAND


I cannot ease your aching heart,
Nor take your pain away,
But let me stay and take your hand
And walk with you today.

I'll listen when you need to talk,
I'll wipe away your tears,
I'll share your worries when they come,
I'll help you face your fears.

I'm here and I will stand by you,
Each hill you have to climb.
So take my hand, let's face the world,
Live one day at a time.

You're not alone, for I'm still here...
I'll go that extra mile.
And when your grief is easier,
I'll help you learn to smile!
LET GO OF YOUR TEARS, AND YOU WILL SEE THE LIGHT.

LET GO OF YOUR WORRIES, FOR TOMORROW IS ALRIGHT.

LET GO OF YOUR TROUBLES, OR YOU MIGHT LOSE YOUR PEACE.

LET GO OF YOUR FEARS, AND YOU WILL FIND YOUR DREAMS !

YOU WILL FIND YOUR LIFE IS MORE MEANINGFUL TO LIVE.
YOU WILL FIND YOUR BURDEN, GETTING LIGHTER LIKE YOUR SOUL.
YOU WILL FIND HAPPINESS, ALWAYS WAITING ON YOUR WAY.
YOU WILL FIND HEAVEN, GETTING NEARER EACH DAY !
people cry not because love ends,
but because it still continues, even if it's over :'(
Pakaian paling indah di dunia adalah
˚⌣˚SENYUM˚⌣˚

Kebiasaan paling merusak adalah
˚⌣˚KUATIR˚⌣˚

Sukacita terbesar adalah
˚⌣˚MEMBERI˚⌣˚

Kepribadian terburuk adalah
˚⌣˚EGOIS.˚⌣˚

Manusia paling berbahaya adalah
˚⌣˚TUKANG GOSIP˚⌣˚

Komputer paling hebat didunia adalah
˚⌣˚PIKIRAN MANUSIA˚⌣˚
.
Senjata paling berbahaya adalah
˚⌣˚LIDAH˚⌣˚

Kekayaan terbesar adalah
˚⌣˚KEBIJAKSANAAN˚⌣˚

Harta terbaik adalah
˚⌣˚KEJUJURAN˚⌣˚

Senjata terkuat adalah
˚⌣˚KESABARAN˚⌣˚

Dua kata paling penuh kekuatan adalah
˚⌣˚SAYA BISA˚⌣˚

Aset terbesar adalah
˚⌣˚IMAN˚⌣˚

Alat komunikasi paling hebat adalah
˚⌣˚DOA˚⌣˚

Pelajaran Buddha


Anda tidak perlu menjadi seorang Buddhis untuk menghargai logika dan keindahan kutipan cerita dibawah ini......

** Buddha menjelaskan bagaimana untuk menangani hinaan dan mempertahankan Cinta Kasih......

 
Suatu hari Buddha berjalan melintasi sebuah desa. Seorang pemuda kasar yang sangat marah muncul dan mulai menghinanya

"Anda tidak berhak mengajari orang lain.....!!!" Dia berteriak.
"Kamu sama bodohnya dengan orang lain. Kamu bukanlah apa-apa, selain munafik......"

Buddha tidak marah dengan hinaan ini. Sebaliknya, Beliau bertanya kepada si pemuda.
"Katakanlah padaku jika kamu membeli hadiah untuk seseorang, dan seseorang itu tidak mengambilnya, Siapakah pemilik hadiah itu.....?"

Si Pemuda terkejut diberi pertanyaan yang aneh. Kemudian dia menjawab, "Hadiah itu akan menjadi milik saya, karena saya yang membeli hadiah itu...."

Buddha tersenyum dan berkata, "Hal itu benar dan sama saja dengan kemarahan. Jika kamu menjadi marah denganku dan saya tidak merasa terhina, maka kemarahan itu akan kembali padamu. Anda kemudian menjadi satu2nya yang tidak bahagia, bukan saya. Semua yang anda lakukan akan menyakiti diri anda sendiri......"

 
** Jika anda ingin berhenti menyakiti diri sendiri maka anda harus menyingkirkan kemarahan dan ubahlah menjadi cinta kasih.

Ketika kamu membenci orang lain, diri andalah yang akan menjadi tidak bahagia. Tetapi ketika anda mencintai orang lain, semua orang menjadi bahagia.....

Šαbbє Šαttα ßhαvαntu Šukhitαttα 
Semoga semua makhluk berbahagia...

Love at the Dolphin Bay SERIES

海豚灣戀人 - Hai Tun Wan Lian Ren (Love at the Dolphin Bay)





 


dolphin bay ep 5-6 part 8/9 : 





Source : http://www.youtube.com/results?search_query=love+the+dolphin+bay&oq=love+the+dolphin+bay&aq=f&aqi=&aql=&gs_l=youtube-reduced.3...21529l34618l0l36156l20l20l0l4l4l1l894l6028l2j2j4j0j2j5j1l16l0.

Tuesday, May 1, 2012


Beberapa hari yang lalu, kunto berkunjung untuk menjenguk kerabat di RSJ. Seorang dokter menghampiri kunto untuk mengajak dia ngobrol-ngobrol tentang segala hal, mulai dari bagaimana penanganan pasien sampai ke masalah-masalah umum dalam hidup kunto.

Sampai tiba saatnya ketika kunto bertanya kepada dokter itu, “Dok, gimana sih caranya dokter ngetest pasien-pasien dokter itu masih gila atau sudah waras ?”

“Oh mudah saja, kami mengisi bathtub sampai penuh, lalu kami memberikan ke orang itu:
- Sendok teh
- Gelas
- Gayung
Lalu kita minta dia untuk mengosongkan Bathtub”, jawab si Dokter.

“Ooooh… kalo gitu saya pasti milih gayung, soalnya itu paling gede” kata kunto

Terjadi keheningan sejenak. Lalu sang Dokter berkata, “Tidak, kalo orang itu sudah normal, dia akan cabut aja penyumbat Bathtub nya… Ngomong-ngomong, kamu mau kasur di dekat jendela atau tidak?”

Sejak itulah kunto dirawat, bagaimana dg Anda…?
(JUJUR YAH… ANDA BARUSAN PILIH GAYUNG JUGA KAN???)

  Ga boleh protes apalagi Marah Yªª !!!;) :p ♥♥.. Semoga Cepat Sembuh ya..:D◦°◦нiнiнiнi ◦°◦



 
https://www.facebook.com/Comedy1031/photos/a.253537938101934.57701.246174815504913/438051016317291/?type=1
 
 
Ada bpk & anak ngobrol.

•Pak Kacong: " Edi.... tolong beli minuman di warung yaa..":)

•Edi : "coca-cola ato seprit, pak?" :/

•Pak Kacong : "Coca-cola aja..."B-)(=|
 
•Edi : "Yg kaleng ato botol ??"#:-s8-|

•Pak Kacong: Botol aja...

•Edi: "botol gede ato kecil ?" /:):/

•Pak Kacong: "wualllaah..ribett banget, beli air aja !!!!!" :(:/=)]

•Edi : "Aqua ato air biasa!!???"(=|

•Pak Kacong: "AQUA, goblok !! >:O

•Edi: "Panas ato dingin ?" :):$

•Pak Kacong: "SAPU mana SAPU!!!!, ini BOCAH di gebbukkin aja..!!!">:O

•Edi : "Sapu lidi ato sapu ijuk ?" :/

•Pak Kacong: "Oalahh binatang bener ini bocah !!!!" :&:'(

•Edi: Kambing ato Kebo ? :D :D

•Pak Kacong :" elo...Kambingg, Goblokk!!!>:O>:O

•Edi : "kambing domba ato Bandot ????" :D
•Pak Kacong: "Setan eloooo !!>:O>:O

•Edi : "Pocong ato Gendruwo???" :x
•Pak Kacong: "Terserahh.. minggat sonooooo!!!!!" :s:D

•Edi: "Sekarang ato besok?

•Pak Kacong: "Sekarang goblok !!!":D:D

•Edi: "Bapak ikut apa enggaa????"

•Pak Kacong: "Asli..... Lama2 tak bunuhh beneran ini bocah !! >:O

•Edi : "Ditusuk pake pisau apa ditembak pake pistol ???????"=))*nerd*

•Pak Kacong : "Tak tembak !!!" >:O

•Edi : "tembak kepala ato perutnya ??????"=D

(*)Pak Kacong sekarat kejang2 langsung stroke !!!!
 
 ψåKåKåKå

Humor dan kejujuran


Manusia..saat tidak punya uang, bekerja spt kuda..
Saat punya uang, menunggang kuda..

Saat tidak punya uang, maksain ingin menikah..
Saat sudah punya uang, ingin bercerai..

Saat tidak punya uang, istri dijadikan sekretaris..
Saat ada uang, malah sekretaris dijadikan istri..

Saat tidak punya uang, bnyk yg berlagak berlagak punya uang..
Saat punya uang, malah bnyk yg ber-pura2 tidak punya uang..

Aaah.. manusia banyak yg tidak berbicara sejujurnya beda hati dan perkataan :

Berkata bahwa judi adalah racun, tapi masih bnyk yg bermain juga..
Berkata bahwa mencari uang yg berlebihan bisa membawa dosa, tapi masih dikeruk juga tanpa tau batas ...

Berkata bahwa wanita cantik bnyk yg membawa bencana, tapi masih menginginkan juga..

Berkata bahwa arak merusak kesehatan, tapi banyak yg tidak berhenti minum..
Katanya surga adalah tempat yg paling indah, tapi tidak pada berusaha pergi kesana..

Pria ingin tinggi,
Wanita ingin langsing.

Anjing dipakaikan baju,
Sedang manusia makin tdk suka pakai baju.

Di desa..pagi hari, burung berkicau membangunkan orang.
Di kota.. malam hari, orang malah bnyk yg membangunkan burung.

Inilah kenyataan hidup ...
Baru-baru ini World Computer Scientist Journal mengadakan survey terhadap para computer scientist tentang bagaimana cara mereka memandang wanita, hasilnya sebagai berikut :

1. Tipe CPU : pintar, pemikir, tidak banyak bicara tapi mengerjakan banyak hal (diam-diam tau-tau sudah 7 bulan).

2. Tipe Monitor : genit, senangnya diperhatikan, suka pamer, (padahal belum tentu yang dipamerin bagus).

3. Tipe Keyboard : senang dipegang, ditekan dan dipencet di berbagai lokasi (awas, salah tekan bisa fatal).

4. Tipe Printer : aktif, ditekan sedikit geraknya banyak, kalau sedang dipakai berisik, (nggak cocok di rumah type 21 ato’ RSS, mengganggu tetangga)

5. Tipe Mouse : pas dan enak digenggam, dingin-dingin empuk!

6. Tipe Windows : tampak luar bagus, dalamnya penuh bugs

7. Tipe Linux-console : tampak luar jelek, dalamnya ‘handal’

8. Tipe XWindow : luar dalam bisa dihandalkan.

9. Tipe DOS : ….wajah tidak cantik, belum tentu hatinya baik!

10. Tipe UNIX : diam-diam, multi user

11. Tipe PLC : badan besar dan kekar, Mampu bekerja di tempat kotor, 24 jam sehari, 365 hari setahun nonstop selama 30 tahun

12. Tipe Windows NT : multi user, previlleges bisa costumized

Lima belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.
 
Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.
 
Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”
“Dari Indonesia,” jawab saya.
Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM
 
Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.
 
“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.
“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.
 
Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.
Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.
 
Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor, saya pun dapat melewatinya dengan mudah. Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.
Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.
 
Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.
Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.
 
Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.
 
Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.
 
Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.
 
Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”
 
Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya ditengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.
Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

 
Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.
Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.
 
Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.
Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.
 
Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

 
~ Prof DR Rhenald Kasali, guru besar FEUI Jkt ~

Our Body Is Fully Made Of Water
But
Wherever It Hurts.. Blood Comes Out..

Our Heart Is Full Of Blood
But
Wherever It Hurts.. Water Comes Out From Eyes ..!
What's LOVE ?

 In math: A problem.

In history: A war.

In chemistry: A reaction.

In art: A heart.

In me: You.